Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
114. Kekalahan Sosok Misterius



"Tapi itu tidak penting sekarang, karena kalian sudah pasti akan mati!" ujar nya. tepat setelah itu, sang sosok itu melemparkan sebuah batu kristal ke lantai yang langsung berubah menjadi kubah api hitam yang mengurung Zion dan Avren di dalam nya.


"dengan begini, tidak akan ada yang bisa menghalangi ku membunuh kalian!!"


"bersiaplah... menemui ajalnya kalian."


Hitam api berkobar di atas akademi. Suhu di sekitar tempat itu semakin memanas diikuti kobaran api yang semakin membesar.


"HAAAHAHAHAHAHAHAHA!!!!"


Senyuman tampak semakin lebar menghiasi wajah sosok itu. Tawa kemenangan di lepaskan nya, mengira jika lawan nya telah berhasil di kalahkan.


"Tuan pasti akan senang dengan ini!" ujarnya berbangga diri. Namun sepertinya itu terlalu cepat untuk nya merayakan kemenangan.


Wush...


Angin dingin berhembus dari belakang nya, seketika menghentikan tawa sosok itu. Hal ini tentu cukup aneh bagi nya. Mengingat suhu di tempat ini, ditambah dengan kobaran api yang membentuk kubah raksasa di depan nya, membuat suhu udara meningkat drastis. Merasakan angin dingin di saat seperti ini tentu bukan hal yang wajar.


Ia menolah ke belakang, namun tak menemukan siapapun di sana.


"Mungkin hanya perasaan ku saja. Lagipula, sudah jelas tidak ada yang bisa lolos dari jebakan api hitam ku! HUAHAHAHAHAHA!!!"


"Kau yakin tidak ada yang bisa?"


Glek


Tubuh sosok itu terpaku seketika. Mata nya membulat tanda terkejut. Tangan nya mengepal kuat setelah mendengar suara bisikan itu.


"[Sihir api:pukulan api]! " Ia berbalik dan langsung meluncurkan pukulan nya. Namun serangan itu meluncur tanpa mengenai target.


Ia berdecak kesal, merasa diri nya di permainkan. "Keluar kalian tikus tikus sialan!" Seru sosok itu emosi.


Fuuss..


Secara tiba tiba, muncul tali tali berwarna hitam yang bergerak seperti ular, langsung melilit dan mengikat tubuh sosok itu.


Sosok itu mencoba untuk memberontak. Ia menggerakkan tangan dan kaki nya asal, mencoba melepaskan ikatan itu. "Ck! Sialan kalian!"


"[NonMagic:pembekuan]"


Suara lembut terdengar, bersamaan dengan suhu dingin yang berhembus. Es es bermunculan membekukan setiap kobaran api yang ada. Menurunkan suhu, dan menghancurkan kubah api yang di bentuk sosok itu.


Dari balik asap sisa api yang padam, sosok pemuda ber rambut hitam dengan sejumput rambut putih muncul. Mata merah darah nya menatap tajam seperti seekor Harimau yang sedang marah. Aura dan tekanan sihir di sekitarnya meningkat, begitu mengerikan membuat semua orang di sekitarnya merasa merinding.


Sementara, di belakang sosok itu, Avren bersandar di pagar pembatas dengan satu tangan yang ia arahkan ke depan, mengontrol sihir yang ia gunakan untuk mengikat sosok itu.


"Bagaimana kalian bisa lolos dari jebakan sihir ku???" Tanya sosok itu kesal, sambil terus mencoba memberontak.


"Mudah saja..."


Flashback on


Api hitam berkobar mengelilingi Zion dan Avren membentuk kubah. Suhu panas di sana semakin meningkat yang jujur saja membuat Zion cukup kesulitan. Ia tak menyukai suhu yang terlalu panas seperti ini.


"Sialan!" Dengus Avren kesal karena gagal menghancurkan kubah api itu dengan sihir nya. "Apa yang harus kita lakukan?"


Zion terdiam. Ia juga kehabisan ide dengan ini. Menggunakan sihir es juga bisa, tapi itu membutuhkan tenaga yang besar. Dirinya bisa saja menyerap energi di sekitarnya, tapi tidak ada pengendali elemen es di sini. Selain itu jarak tempat ini dengan lapangan tempat Hero Class berlatih juga cukup jauh. Tentu itu di luar jangkauan Zion. Tapi jika ia tak melakukan sesuatu, mereka akan mati terpanggang nantinya.


'Nero, kau bisa bantu aku?' batin Zion.


'Aku bisa menggunakan sihir teleportasi jarak dekat, tapi membutuhkan waktu untuk meningkatkan kecepatan nya. Apa kau ingin meningkatkan nya? Ya/tidak?' Tanya Nero.


"Bagaimana?" Tanya Avren sambil menepuk pundak Zion.


"Nero akan membantu untuk membuat sihir teleportasi jarak dekat. Sebelum itu, kita siapkan rencana."


Avren mengangguk. " Setelah kita berhasil keluar dari sini, aku akan mengikat tubuh monster itu, sementara kau padamkan api di sekitar sini. Kau punya punya sihir manipulasi kan? Gunakan itu untuk memperkuat sihir es mu."


Zion tersenyum puas mendengar ucapan Avren."Ide bagus, baiklah akan ku lakukan!"


'Sihir sudah siap. Kau mau melakukan nya sekarang?'


"Tentu saja, YA!"


"[NonMagic:sihir teleportasi]!"


Flashback off


"Begitulah cara kami bisa terbebas dari kubah api mu. Hebat kan kami? Ah tentu lah~ Zion gitu loh!" Ujar Zion sambil sedikit bergaya. Entah mengapa itu terlihat seperti Sein yang berhasil membuat teman teman nya kagum dengan gaya nya yang aduhai.


"Ck. Keterlaluan! Akan ku bunuh kalian! Tak akan ku biarkan kalian hidup! AKU AKAN MELENYAPKAN KALIAN!!!"


Sosok itu mulai menggila, sihir di sekitar nya meluap dan beberapa portal sihir bermunculan, menjadi jalan keluar bagi para monster parasit.


Avren dan Zion berdecak kesal. Mereka lelah berurusan dengan sosok itu sekarang. Ditambah dengan bala bantuan yang semakin membuat mereka kesal.


"Baiklah, saatnya mengakhiri ini, AVREN!"


Avren mengangguk, tangan nya terulur ke depan dan memunculkan lingkaran sihir berukuran besar di hadapan nya. "[Kanit hitam]!"


Kabut berwarna hitam keluar dari lingkaran sihir itu, menutupi atap akademi dan menghalangi pandangan monster monster parasit dan sosok itu.


Sementara, iris mata Zion menjadi merah darah dengan pupil runcing yang terlihat seperti mata kucing. Ia menatap tajam dengan kilatan kemarahan di sana.


"[NonMagic:sihir manipulasi]" Dua buah pistol muncul di hadapan Zion dan langsung di ambil nya. Pemuda itu berlari mengitari sosok itu sambil menembakan peluru pembeku.


Sosok itu terus mencoba memberontak, sampai ikatan yang Avren buat akhirnya terlepas. Sosok itu berlari dengan cepat ke arah Zion sambil menyiapkan sihir api nya.


"Rasakan ini!!" Seru sosok itu sambil terus menyerang. Zion mencoba untuk menghindar sambil memberikan serangan balik pada sosok itu. Sementara Avren, dia mencoba menghancurkan dan membunuh monster parasit yang datang, agar tidak mengganggu pertarungan Zion.


"[NonMagic:pembekuan]!!!"


Lingkaran sihir berukuran besar terbentuk, menyatu dengan gumpalan aliran sihir di ujung moncong pistol yang ia arahkan pada sosok itu. Zion langsung menekan pelatuk nya, yang menembakkan sihir nya tepat mengenai sosok itu.


"LEPAS KAAAN!!!!" Teriak nya, sebelum tubuh monster itu akhirnya membeku dalam balok es.


Pistol yang tadi Zion pakai berubah menjadi pedang yang langsung ia gunakan untuk menebas alok es di hadapan nya.


Krekk...


Prang!!


Es itu hancur berkeping-keping, bersamaan dengan sosok itu yang berhasil di kalahkan.


Duar!!


Zion seketika menutup telinganya saat mendengar ledakan dari belakang nya. Sepertinya Avren pun sudah selesai dengan urusan nya.


"Kerja bagus."