Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
27. Latihan sebagai pembunuh part 2



Suasana tempat itu benar benar terlihat seperti medan perang. Monster monster dan penyihir yang di kendalikan semakin lama semakin banyak berdatangan. Tapi, mereka masih belum melihat satu iblis pun yang menyerang.


Apa mereka akan menyerang di akhir atau merencanakan sesuatu?


Kini Zion sedang berhadapan dengan seekor Manticore dengan tinggi tiga meter. Makhluk itu terus menyemburkan racun dari ekor kalajengking nya pada Zion. Pupil matanya sudah kembali seperti semula sekarang.


Zion berlari menembaki ke empat kaki Manticore itu dengan pistol es nya. Walau akhirnya kembali di hancurkan lagi, tapi ia masih belum menyerah.


'Dia akan menyerang dari dari sisi kananmu. Berhati hatilah.' Ucap Nero.


Zion pun langsung menghindar. Dan benar saja, Manticore itu meluncurkan racunnya ke sisi kanan Zion. Beruntung ia berhasil menghindar tepat waktu.


Tapi entah mengapa Zion tiba tiba memikirkan perkataan Rendrano di awal tadi. Latihan sebagai pembunuh. Bukannya sama saja seperti membunuh para monster itu?


'Zion fokus!' Ujar Nero yang menyadarkan Zion.


"Maaf, aku hanya memikirkan sesuatu. Baiklah aku akan fokus sekarang." Ucap Zion.


Tekanan sihir Manticore itu memberat. Jelas hal itu menarik perhatian Zion. Sepertinya dia sedikit terlalu meremehkan monster di hadapannya ini.


Zion mengangkat tangannya dan batu batu tajam terangkat. Dalam hal ini, Zion menggunakan sihir tanah. Tapi jika dilihat sekilas, hanya seperti Telekinesis atau pengendalian gravitasi. Tentu saja mereka tak akan semudah itu menebak sihir yang ia gunakan bukan?


Setidaknya itu yang Zion harapkan.


Zion meluncurkan batu batu tajam di sekitarnya ke arah monster di hadapannya itu. Namun, monster itu selalu bisa menghancurkan serangannya. Ditambah dengan gerakannya yang bisa dibilang cukup cepat mempersulit Zion.


Jika begitu, cari cara lain.


"Nero, cari titik kelemahannya" Ujar Zion.


'Baik, kelemahan Manticore ada pada jantungnya. Tusuk tepat di jantungnya dan dia akan mati.' Jawab Nero. Zion pun menyeringai. Tatapan matanya menajam berkilat di gelapnya malam. Jika sudah mengetahui kelemahan nya, maka akan semakin mudah untuk mengalahkan nya bukan?


Waktunya bermain


"[NonMagic:sihir es]!! " Seru Zion dan menembak tepat mengenai ekor Manticore itu yang langsung membeku.


Pertama ia harus membekukan ekornya dulu. Setidaknya dengan itu, monster itu tak akan bisa menyemburkan racun yang membahayakan nya.


"Baiklah!! [NonMagic:sihir tumbuhan]!!" Ia melemparkan selembar kertas bertuliskan kata yang sama dengan apa yang di ucapkan nya ke tanah. Setelah itu, tanah membengkak dan sulur sulur tanaman berduri keluar dan mengikat tubuh Manticore itu.


Monster itu berusaha memotong sulur itu dengan kukunya, tapi pergerakan tanaman itu terlalu cepat sehingga tubuh nya lebih dahulu terikat. Zion tersenyum puas. Setidaknya tanaman itu bisa mengunci pergerakan nya.


Sulur sulur itu mengikat semakin kuat dengan duri duri beracun yang menggores dan menusuk kulit berbulu monster itu.


Ditambah lagi serangan berikutnya. Zion mengarahkan salah satu batu tajamnya pada bagian bawah monster itu dan sukses mengenai jantungnya hingga menembus tubuh.


RRAAOOORRR!!!!!


Manticore itu mengaum keras kesakitan akibat duri duri yang menusuk nya dan serangan dari batu itu. Tapi, monster itu masih saja bisa bergerak dan mencoba untuk memberontak. Namun, entah mengapa Zion merasa senang dengan itu. Pemuda itu menempelkan selembar kertas pada pistol miliknya.


"[NonMagic:sihir air]" Aura biru menyelimuti dan membentuk corak ombak pada pistol nya. "Bilah air!!" Lanjutnya dan air terkumpul di ujung pistolnya dan membentuk seperti sabit. Berikutnya, Zion menekan pelatuk pistol nya dan serangan itu diluncurkan dan membelah Manticore itu. Darah menciprat kemana mana, Zion menghela nafas.


Beberapa orang yang melihat itu terbelalak. Kemampuan Zion begitu hebat untuk anak seusianya.


Namun...


SYUTT!!


DUAR!


Sebuah bola sihir menuju ke arahnya. Beruntung Zion bisa menghindari nya dengan cepat. Terlihat beberapa penyihir menuju ke arahnya dengan senjata senjata mereka. Mereka adalah penyihir yang telah dikendalikan seperti yang Rendrano katakan.


Zion dapat mendengar mereka terus mengucapkan kata kata.


"Bunuh mereka. Bunuh mereka. Bunuh mereka." Itulah kata kata yang keluar dari bibir para penyihir itu.


Wah wah wah... Benar benar dikendalikan. Entah kenapa itu terlihat seperti zombie.


"Nero, mereka bukan zombie kan?" Tanya Zion.


'Kenapa? Apa kau takut?'


"Tidak, bukan takut. Hanya... Tidak suka."


'Bilang saja takut. Dari raut wajahmu sudah jelas.'


Zion yang mendengar itu, "...." Benar benar menyebalkan makhluk satu ini. Beruntung itu familiar nya dan dia tak bisa menyentuhnya langsung. Jika bisa, sudah lama ia memukul makhluk itu.


"Haah... Baiklah, ku anggap saja permainan." Ucap Zion dan bersiap melawan mereka.


Seorang penyihir meluncurkan sihirnya dari sisi kanan Zion. Pemuda itu pun langsung menangkis nya. Serangan yang cukup kuat. Namun, belum sempat Zion menyiapkan serangannya, satu penyihir lagi sudah menyerangnya.


"[NonMagic:sihir tumbuhan]" Kertas ditempelkan dan pistolnya berubah berwarna hitam dengan corak sulur berduri berwarna hijau. Zion menembak ke dalam tanah dan yang terjadi selanjutnya, sulur sulur bermunculan dan mengarah pada penyihir itu.


Tentu saja mereka menghindar. Namun, Zion langsung menggunakan benang transparan untuk menangkap mereka. Tanaman itu pun langsung melilit tubuh para penyihir itu.


"Tak sesulit yang ku pikirkan" Ucap Zion dan bersiap menembak. Cahaya merah mulai terbentuk di moncong pistol nya. Namun...


"Jika kau membunuh kami, sama saja kau membunuh ras mu sendiri" Ucap salah satu penyihir yang menatap ke arahnya.


Zion tertegun. Ada benarnya juga. Tapi, ia juga tak bisa membiarkan mereka bebas, atau akan lebih banyak korban nantinya.


'Jangan ragu Zion. Lakukan saja.' ucap Nero.


"Tapi..."


'Bunuh keraguan dan rasa takutmu untuk melindungi orang lain. Mereka sudah dikendalikan. Satu satunya cara adalah membunuh mereka, Zion! Keluarkan nafsu membunuhmu.'


Setelah Nero mengatakan itu, iris mata Zion menggelap dan pupil matanya berubah menjadi pupil iblis. Aura di sekitarnya pun juga ikut menggelap.


"Baiklah."


Zion langsung mengubah pistol miliknya menjadi pedang. Lagi lagi Nero campur tangan dalam hal ini.


Zion langsung menebas mereka. Seakan tak memiliki belas kasih. Dia melakukan nya dengan begitu kejam. Ia menghindari beberapa serangan para penyihir itu dan selanjutnya memotong bagian tubuh mereka.


Terdengar jeritan kesakitan dari para targetnya. Namun, entah mengapa itu justru terdengar merdu di telinga pemuda ber rambut hitam itu. Dirinya semakin menggila dengan setiap serangan yang diluncurkan nya itu. Seakan semua keraguan yang ia rasakan menghilang sepenuhnya. Meninggalkan diri nya yang benar benar seperti pembunuh yang tak mengenal kata ampun.


Sepuluh, dua puluh, tiga puluh orang berhasil dibunuhnya. Pakaian nya kini dipenuhi oleh noda darah dari setiap korban nya. Senyuman tipis terukir di bibir pemuda itu. Tidak, itu lebih mirip seringaian yang kejam. Ditambah dengan iris merah darah yang terkena cahaya bulan menambah kesan tegas dalam sorot matanya. Seakan tanpa keraguan sama sekali.


Zion menginjak tubuh salah satu orang yang berhasil dibunuhnya. Ia menatap dingin orang itu. Namun, secara tiba tiba ada satu orang yang meluncurkan serangan dari belakang.


Zion langsung berputar dan mengibaskan pedangnya yang dengan tepat memotong kepala orang itu.


Setelahnya ia terdiam. Menatap kosong mayat di depannya. Namun, kediamannya juga memiliki arti lain. Ia sedang mendengar peringatan dari Nero.


Ah, sepertinya permainan ini sudah hampir berakhir.


TBC