Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
76. Masalalu Rio



Hutan yang cukup lebat dengan dedaunan dan rumput rumput hijau yang menghiasi jalan di hadapan mereka. Ditambah dengan bunga bunga kecil yang tumbuh di antara semak itu menambah keindahan hutan itu.


Udara segar tercium menenangkan keempat pemuda yang kini sedang berjalan santai. Ditambah lagi kicauan merdu burung burung yang membuat mereka merasa tenang.


Setelah apa yang mereka alami beberapa hari ini, ketenangan seperti ini pantas untuk mereka dapatkan bukan?Ya, setidaknya hutan ini tidak se menyeramkan sebelumnya.


Empat pemuda tampak sedang berjalan menyusuri jalan setapak di hutan itu. Belum lama mereka berjalan memasuki hutan mengikuti seorang pemuda yang baru mereka temui tadi.


Ia memang terlihat baik, walau agak menyebalkan.


Hanya saja, entah mengapa masih ada rasa ragu dan kecurigaan pada pemuda bermanik silver itu. Jika ia juga barang berharga ras Inimcus itu, bukan tidak mungkin kan jika dia juga masih mengikuti perintah nya.


Zuka menatap tajam. Mengingat bagaimana pasukan kerajaan nya dikendalikan oleh makhluk itu, bisa saja Rio juga sama.


"Ngomong ngomong Rio, bagaimana kau bisa jadi sasaran ketua Inimicus itu?" Tanya Zion tiba tiba yang juga membuat Zuka mengalihkan pandangan nya karena terkejut.


Rio tampak mengingat ingat. "Panjang ceritanya."


"Pendek kan" Ucap Zion lagi.


"Oke, sperti yang ku bilang tadi, aku pangeran dari kerajaan Dark Moon. Sama seperti Zuka, kerajaan mu di hancurkan oleh makhluk kejam itu. Saat itu aku dan saudara ku, Ren sedang berlatih saat secara tiba tiba terjadi keributan di ruang tahta. Kami langsung berlari menuju ke sana. Tapi, sesampainya di sana, orang tua kami telah mati di bunuh." Rio menjeda sedikit ucapan nya.


"Saat itu kami jelas melawan, tapi sayang, kemampuan kami masih jauh di bawahnya. Dengan mudah mereka menangkap kami dan menjadikan kami barang percobaan. Kadang aku heran, kenapa mereka melakukan itu? Tapi yang membuat ku terkejut, saat itu ketua Inimicus itu menggunakan tubuh paman kami sebagai inang nya."


Zion dan Zuka sedikit terkejut. Jadi makhluk itu menggunakan tubuh orang lain untuk menyerang? Apa ketua Inimicus itu tidak punya tubuh Sendiri?


"Apa paman mu itu orang yang kau sayangi?" Tanya Zuka.


Rio menoleh dan mengangguk. "Ya. Paman kami sangat baik. Ia bahkan menganggap kami seperti putra nya sendiri. Tidak pernah terbayang bagiku jika dia akan jadi sasaran makhluk kejam itu."


"Tapi, apa ketua Inimicus itu tidak punya tubuh sendiri sehingga harus merasuki tubuh orang lain untuk bisa mengambil alih kerajaan lain?" Tanya Hali.


tapi Zion justru memandang nya seolah berkata, tau saja apa yang ingin ku tanyakan. apa dia punya kemampuan telepati?


Rio tampak menggelengkan kepala nya. " Aku sendiri tidak tahu pasti. Yang ku tau, ketua Inimicus itu tidak mau identitas asli nya terbongkar. Maka dari itu, dia mencari tubuh inang untuk memudahkan rencana nya."


"Selain itu, dengan menggunakan orang yang di sayang sang target, tingkat keberhasilan nya akan lebih tinggi karena kecil kemungkinan target mya akan melukai apalagi membunuh orang yang berarti bagi nya." Ujar Zion.


Ada benarnya juga. Dengan begitu ia tak perlu terlalu khawatir karena ia sudah punya sandera yang cocok untuk menahan niat para senjata nya untum tidak melarikan diri semudah itu.


Tentu mereka tidak ingin orang yang mereka sayangi terluka bukan?


Dalam diam, Zuka mengepalkan tangan nya kuat. Dalam hatinya ja kesal karena Avren, sahabatnya yang harus jadi korban.


Avren adalah orang yang paling berharga bagi Zuka. Orang yang sudah bersama, dan selalu ada untuk Zuka baik suka maupun duka.


Walau sikapnya cukup dingin dan kadang pemarah, tapi dibalik semua itu, Avren adalah pemuda baik hati yang sangat peduli pada orang orang di sekitar nya. Hanya saja, ia menyampaikan itu dengan cara nya sendiri.


Tanpa ia sadari, sebuah tangan mendarat di bahu nya, membuat pemuda itu sempat tersentak kaget.


"Kau khawatir dengan Avren ya? " Tanya Zion pada saudara nya itu. Melihat bagaimana raut wajah khawatir Zuka, sudah jelas ia mengkhawatirkan Avren.


Zuka hanya mengangguk sebagai balasan.


"Kita pasti bisa menyelamatkan nya. Jangan menyerah!"


Zuka tersenyum. Walau ia dan Zion belum lama kenal, entah mengapa ia merasa begitu nyaman ada di dekat pemuda itu. Seperti terlindungi dari bahaya.


"Terimakasih ya... Karena mau membantu ku." Ucap Zuka sambil tersenyum.


Zion mendekatkan dirinya oada Zuka. "Anggap saja terimakasih karena sudah menjaga rahasia ku." Bisik Zion pelan.


Zuka mengangguk mendengar itu dan menyatukan ibu jari dan jari telunjuk, mengisyaratkan "Oke"


"Ngomong ngomong Rio, apa yang terjadi saat kau jadi tahanan nya?" Tanya Hali menarik perhatian Zion dan Zuka.


Itu bisa saja menambah informasi mereka mengenai ras itu.


"Ketua Inimicus itu selalu menyerap energi sihir kami dan memaksa kami mengikuti perintah nya. Tak jarang, kami juga membunuh orang karena itu."


Rio melanjutkan. "Tapi aku sadar, itu juga bisa dijadikan latihan untuk ku dan Ren agar lebih kuat. Diam diam kami berlatih untuk memaksimalkan kekuatan sihir kami. Ya... Walau sekarang masih kaya buronan yang di kejar kejar polisi, tapi setidaknya kami berhasil kabur. Walau... Ada yang ku sesali. Karena itu dan kecerobohan ku aku harus terpisah dari saudara ku."


Ketiga pemuda di dekat nya mendekati Rio. "Tenang saja, kami akan membantu mu menyelamatkan saudara mu kok!" Zion mencoba menenangkan.


Rio menghela nafas lega. "Aku tidak khawatir sekarang. Karena pahlawan ada bersamaku, jadi aku tak perlu takut." Ucap Rio yang justru mengundang pertanyaan.


"Aku heran, daritadi kau memanggilku pahlawan. Pahlawan gimana maksud mu?" Tanya Zion.


Rio mengernyitkan dahi nya. Ia memandang Zion sekejap dan kembali mengalihkan pandangan nya ke depan, menghindari sebuah pohon tumbang di depan nya.


Zion yang merasa terabaikan menggembungkan pipi kesal. "Hey jawab aku!!"


Rio tetap tidak menjawab. Ia justru meletakkan tangan nya di belakang kepala nya.


Sungguh, pemuda itu membuatnya kesal.


"Bukankah itu memang tujuan kedatangan mu?" Ucap Rio akhirnya.


Tapi tunggu, tujuan kedatangan? Tidak mungkin kan Rio tau jika dirinya bereinkarnasi ke dunia ini? Apa Haru yang memberitahu nya?


"Aku tidak tau apa maksud mu."


Rio mengangkat sebelah alis nya. " Yakin tuh gak tau?"


Zion terdiam. Ia kesal harus terjebak seperti ini. Dari mana Rio dapat semua informasi itu? Apa yang ia maksud dengan tujuan kedatangan nya?


TBC