Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
129. Mengalahkan Ghost Manekin



"Kei awas!!" Seru Zuka. Kei menoleh, tapi terlambat. Beberapa batu mengarah pada nya dan langsung mengenai nya, membuat pemuda itu kehilangan kendali dan terjatuh.


"KEI!!" Zuka berlari ke arah Kei, namun manekin itu langsung menghadang nya.


"Kau mau ke mana bocah?" Ujar nya sambil tersenyum ramah. Tangan nya ia rentangkan, mencegah Zuka untuk lewat.


Zuka berdecak kesal. Ia merasa jengkel dengan senyuman ramah sosok astral itu, yang berbanding terbalik dengan sikap nya. Entah mengapa seperti Avren saat masih di kendalikan ras Inimicus.


Zuka dengan cepat menyingkirkan pemikiran itu. Ia kembali fokus dengan lingkaran sihir yang mulai muncul di hadapan nya, bersiap untuk kembali menyerang makhluk spirit itu.


Sementara, Kei mencoba bangkit. Ia duduk bersandar di batang pohon sambil membersihkan debu yang menempel di tubuh nya. Refleks ia memegang kepala nya sendiri. Kata kata itu... Sama persis seperti yang pernah di katakan pelatihnya dulu.


Saat di mana dirinya dan saudara nya yang lain dalam masa yang menyedihkan dan penuh siksaan. Sebuah kenangan buruk yang bahkan tak ingin di ingat nya.


Jantung nya berdegup kembang ketika ingatan itu kembali. Ia kira ia sudah benar benar melupakan nya. "Tidak... Kenapa... Harus sekarang..." Lirih nya.


Angin berhembus tak beraturan di sekitar Kei, tanda emosi nya mulai tak stabil.


"Kau bahkan tak bisa melindungi orang lain. Dasar pengecut yang hanya bisa menghindar!" Seru sang ghost manekin.


Kei membulatkan mata nya. Tangan nya mengepal kuat. Ia benci ada yang mengatakan itu.


Ingatan tentang masa lalu nya kembali bermunculan. Ia benci saat kembali mengingat itu. "Tidak... Aku bukan pengecut..." Lirih Kei.


Di sisi lain Zuka dapat merasakan tekanan sihir yang semakin besar dengan sihir nya. Tekanan yang kuat namun tak teratur. Ini pasti berkaitan dengan kenangan buruk Kei.


"Kei! Jangan dengarkan! Kau bisa mengalahkan nya. Kau bukan pengecut!" Seru Zuka.


Ya... Itu hanya masa lalu. Ia tak bisa terus terjebak dengan kenangan buruk itu.


Sementara itu Zuka menggunakan sihir nya untuk melawan. Lingkaran sihir terbentuk di depan nya, yang kemudian memunculkan sebuah pedang dengan gagang berwarna emas dengan hiasan kristal biru muda dan putih.


Zuka mencoba menebas sosok astral itu. Dengan sekali tebas, tubuh. Manekin itu hancur, namun tak butuh waktu lama untuk kembali menyatu lagi, seakan tak terjadi apapun pada nya. Zuka berdecak kesal. Ini benar benar merepotkan.


Mau tak mau ia harus mencari kelemahan makhluk itu, untuk mencegahnya kembali beregenerasi dan menyatukan tubuhnya lagi setelah di hancurkan.


Sring!


Tring!


Tebasan demi tebasan Zuka arahkan para manekin itu. Tangan, kaki manekin itu terpotong, tapi tak lama kembali menyatu membuat Zuka semakin kesal.


"AAHH!! BENAR BENAR MENYEBALKAN!!" Teriak nya emosi. "Awas saja kau Zion.. Karena membuatku berhadapan dengan makhluk menjengkelkan ini!" Lanjutnya menggerutu.


"Kenapa dek? Sudah lelah? Lebih baik kau menyerah saja. Oke?" Pria itu berujar sambil tersenyum hangat membuat tangan Zuka sedikit gemetar. Bahkan tak ada sedikitpun raut wajah takut atau marah di wajah sosok manekin itu. Wajah nya yang mengisyaratkan kehangatan justru yang membuat Zuka nampak ragu.


Senyuman yang di tunjukkan makhluk itu, membuat niat Zuka untuk membunuhnya mulai memudar. Tatapan mata nya turun, memandang kedua tangan nya sendiri yang mengepal kuat.


Namun hilangnya konsentrasi Zuka justru menjadi kesalahan fatal untuk nya. Dengan cepat manekin itu mencengkram tubuh Zuka dan mengangkat nya ke atas.


"Akh! Lepaskan aku!" Jerit Zuka mencoba memberontak.


"Saya akan lepaskan kok. Tapi dengan satu syarat, tubuh mu menjadi milikku. Jadi, aku tak perlu khawatir anggota badanku putus lagi." Ujarnya sembari tersenyum.


Mata Zuka membulat. Ya, ghost manekin, sebagai hantu bisa merasuki orang lain.


"Jangan harap! Cepat lepaskan aku!!" Tolak Zuka sambil mencoba melepaskan diri.


"Tidak ak-"


Wush!


Tangan sosok itu terputus yang membuat Zuka terjatuh. Beruntung, Zuka mampu mendarat dengan selamat.


Angin berhembus kencang di sekitar tubuh seorang pemuda yang menatap tajam. Iris biru langit nya tampak berkilau tajam. Tangan nya mengepal kuat.


"Kau kembali dik... Ku pikir kau sudah pulang tadi. Ini sudah malam loh." Pria itu berujar sambil tersenyum hangat ke arah Kei.


"Pulang? Hah, kau pikir aku lemah dan akan meninggalkan rekan ku begitu saja?" Kei berjalan mendekat. Angin yang berhembus di sekitar nya memberikan tekanan yang cukup kuat bahkan seolah menjadi tajam dan mampu menggores pepohonan dan membuat beberapa benda yang menempel di tubuh sosok itu mulai terhempas.


"[Sihir angin:cakram topan]!" Lingkaran sihir berwarna biru muncul di hadapan Kei dan langsung meluncurkan sebuah cakram yang terbuat dari angin dengan sedikit campuran warna biru.


Sering!


Tangan sosok itu terpotong. Kei kemudian menggerakkan tangan nya mengendalikan cakram itu. Zuka yang melihat itu cukup terkejut.


"Jadi itu ya kemampuan pengendali elemen angin..." Gumam Zuka pelan.


Namun manekin itu kembali menyatukan tubuhnya seperti sebelumnya. Zuka memperhatikan setiap serangan Kei yang mengenai sosok itu. Ia baru sadar jika satu satunya bagian yang tak di kenai Kei adalah bagian kepala nya.


Benar juga, sejak awal ia bahkan tak menggores sedikitpun kepala manekin itu. "Kei!! Incar kepala nya!!" Seru Zuka. Kei langsung mengarahkan cakram nya menuju kepala sosok itu. Dan benar saja, sosok itu seakan mencoba untuk melindungi nya.


Tak mau diam saja, Zuka ikut membantu. Ia mengendalikan mana di sekitar nya, menarik setiap barang yang terjatuh dari sosok itu, membuat nya tak bisa menyatu lagi.


Sosok itu mulai menggeram kesal. Di saat ada kesempatan, Kei dengan cepat langsung melempar cakram nya, membelah kepala ghost manekin itu.


Semua benda yang ada di dekat manekin itu berhenti bergerak bersamaan dengan tubuh sosok itu yang tumbang.


Ghost manekin berhasil kalahkan.


Kei menghilangkan cakram nya. Ia menarik nafas panjang dan sedikit menahan nya. "KITA BERHASIL!!! YUHUUU!!!" seru Kei sekencang kencang nya sambil melompat. Zuka sendiri justru heran dan menutup telinga nya. Takut gendang telinga nya rusak.


Tapi dalam hati ia juga bersyukur akhir nya mereka berhasil.