
'Jadi dia orang yang kau maksud...' batin Rio sambil memandang ke arah Zion.
"Ada apa?" Tanya Zion yang terus di pandang sedari tadi. Dalam pikiran nya terpintar pertanyaan, 'kenapa dia terus menatap ku? Apa ada sesuatu di wajah ku? Atau aku terlalu imut?'
Sementara Rio hanya menggeleng mendengar pertanyaan Zion. Ia berdiri dan mengambil langkah mereka dekati Haru yang masih enggan menatap nya.
"Jadi kalian juga jadi target makhluk itu ya... Berapa banyak orang yang sudah kalian bunuh?" Tanya Rio tiba tiba.
Zion dan Zuka saling memandang. "Tidak ada." Jawab Zuka
Namun sebaliknya dengan Zion. "Yang jelas lebih dari sepuluh. Aku lupa tepat nya berapa." Jawab nya santai.
Hali justru menatap horor. Sudah berapa banyak orang yang pemuda mungil itu bunuh? Tidak heran kenapa dia bisa mengatakan semua itu saat meminta nya membunuh tadi.
Rio tersenyum mendengar itu. "Intinya kalian sudah punya pengalaman. Tapi..." Rio sengaja menjeda ucapan nya dan berbalik. "Apa kalian sudah menggunakan kekuatan penuh saat itu?"
Keduanya terdiam. Ah, tepatnya Zion. Ia belum pernah menggunakan kekuatan penuh nya. Pertama, ia masih harus merahasiakan identitas nya. Dan kedua, ia sendiri tidak tau sebesar apa kekuatan yang ia miliki, karena ia sendiri belum pernah mencoba nya.
"Kenapa tiba tiba kau bertanya seperti itu?" Tanya Hali menyuarakan isi pikiran nya.
"Orang yang diincar ketua Inimicus itu pasti bukan orang sembarangan. Mereka yang di incar, memiliki kekuatan besar yang dimanfaatkan makhluk itu untuk menghancurkan kerajaan dan mengendalikan monster dan iblis lainnya. Jadi, hanya orang tertentu saja yang akan menjadi sasaran nya. Bukankah begitu? Pahlawan dan pangeran?"
Zion dan Zuka terdiam. Sejujurnya ia masih belum mengerti banyak tentang ketua Inimicus itu. Tapi jika dilihat dari cara ketua Inimicus itu memanfaatkan mereka, itu semua masuk akal.
Tapi tunggu, kenapa ia memanggil Zion pahlawan?
Rio mengalihkan pandangan nya pada Hali. "Sebenarnya kau juga bisa jadi salah satu target nya, Vandelous. Tapi karena tergiur setelah merasakan sihir kuat dari sang pahlawan, ditambah kekuatan dari naga legendaris yang ada dalam tubuh nya, ia lebih memilih Zion sebagai target nya."
"Naga legendaris?"
"Bukankah begitu? Nero."
Zion membulatkan mata nya. Bagaimana bisa pemuda itu tau tentang Nero dan dirinya? Bukankah baru saja mereka bertemu?
'Dia bukan manusia biasa. Aku bisa merasakan kekuatan sihir yang besar dalam dirinya. Selain itu, dia mendapatkan semua informasi itu dengan bantuan makhluk lain.' Ucap Nero tiba tiba dalam pikiran nya.
'Siapa yang kau maksud?'
'Haru. Sebagai sesama naga, tentu bisa saling merasakan sihir sesama spesiesnya. Ini juga terjadi saat kau melawan nya dulu. Pertanyaan yang dia berikan itu juga karena merasakan sihir ku.'
Marah. Kesal. Emosi nya campur aduk sekarang. Alis Zion berkedut mendengar penjelasan familiar nya.
'KENAPA KAU TIDAK BERITAU SEJAK AWAL HAH!!????'
'Maaf. Aku pikir dia kurang peka.'
Zion hanya tepuk dahi mendengar ucapan familiar nya itu. Sungguh menyebalkan. Kenapa tidak beritau saja sejak awal?
'Tapi tunggu, kenapa Haru memberitahu semua ini pada nya?'
'Seperti kau dan aku, Haru sudah membuat kontrak dengan nya. Tapi sayang nya ia tidak bisa menggunakan sihir nya dalam tubuh Rio. Tentunya karena naga itu lebih lemah dariku.'
Zion memutar bola mata nya. Masih sempat juga menyombongkan diri.
"Sudah selesai ber telepati nya?"
Zion terkejut saat Rio secara tiba tiba bertanya.
'Lebih baik hentikan dia sebelum dia membongkar identitas asli mu di depan Hali dan Zuka.'
Zion mengangguk mendengar itu. "Tapi bukankah kau sendiri juga sama?"
Zion melangkahkan kaki nya mendekati Rio. "Black Mist Dragon. Ah, maksud ku Haru. Kau familiar Rio bukan?"
Semua tampak terkejut melihat dengar pernyataan Zion.
Familiar?
"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Zion sambil menatap tajam Rio, yang membalas nya sengit.
Rio terkekeh kecil. " Wah wah... Rupanya benar ya... Baiklah, aku adalah pangeran dari Kerajaan Dark Moon. Rio Matsuoka. Pengendali elemen kegelapan."
"Pengendali elemen kegelapan?!" Ujar Hali dan Zuka terkejut.
Kini ia mengenakan baju berwarna hitam dengan garis ungu dan jubah hitam panjang dengan simbol bulan sabit kecil di bawah nya.
Zuka yang melihat itu justru terkagum. "Jadi sihir mu bisa buat ganti baju ya... Keren tuh... Kalo mau buat toko baju jadi gak perlu jahit. Tunggal munculin aja dan jual deh."
"Oi! Sihir ku gak buat gituan!" Omel Rio.
Namun setelahnya ia menghela nafas. Niat awal nya membongkar identitas Zion malah identitas nya sendiri yang terbongkar. Sungguh menyebalkan.
Rio mengulurkan tangan nya. "Baiklah, sebagai teman senasib, bagaimana jika kita kerjasama? Aku yakin kalian punya tujuan yang sama dengan ku. Mengalahkan ras Inimicus."
Ketiga pemuda itu saling memandang. Zion dan Zuka berfikir, ada benarnya juga. Mengingat mereka juga belum tau banyak hal tentang ketua Inimicus itu, jelas informasi dari Rio akan sangat berguna.
"Ini akan saling menguntungkan. Aku membutuhkan bantuan kalian, dan kalian juga membutuhkan informasi tentang ras itu dari ku kan?"
Ketiga pemuda itu saling memandang satu sama lain. Entah mengapa dari tatapan mereka seakan mereka sedang ber telepati. Sampai akhirnya Zion menghela nafas.
"Baiklah. Kami setuju." Ujar Zion mewakili kedua teman nya dan menjabat tangan Rio.
"Baiklah, jadi kalian mau ke mana sekarang?" Tanya Rio.
"Star Magic Academy. Aku melatih di sana."
"Jadi kau pelatih di sama?"
"Terlalu muda untuk jadi pelatih, tapi dilihat dari kemampuan kurasa itu cocok." Ujar Hali
Ya, tidak heran. Mengingat level sihir Zion saja melampaui sihir terkuat di dunia Ini.
Apakah dirinya terlalu over power?
"Tapi kalo naik nih naga tua, resiko kita tertangkap lagi akan semakin besar. Setelah semua sandera nya kabur, ketua Inimicus itu jelas akan mencari kita sampai dapat. Jadi kita harus mencari jalan yang lebih aman."
Ketiga pemuda itu mengangguk. Ada benarnya juga. Apalagi kemunculan Black Mist Dragon cukup menarik perhatian dan jelas itu akan berbahaya.
Namun, Haru justru menatap kesal pada majikan nya itu.
Siapa yang kau panggil tua hah?
"Buat dia bergabung dalam dirimu saja. Ya... Seperti Nero. Walau cerewet nya masih sama."
"Tidak buruk. Baiklah, aku akan mencoba nya."
Zion tersenyum mendengar nya. Namun, tiba tiba ia merasakan hawa dingin dari belakang nya. Tidak ada hantu yang mendadak muncul kan?
Mana ada hantu nongol siang gini?
Perlahan Zion membalikkan tubuhnya. Dan ia langsung terkejut melihat tatapan tajam dari kedua rekan nya.
"Erk... A-ada apa?" Tanya Zion.
"Bisa kau jelaskan tentang naga dalam dirimu hah?" Tanya Hali sambil menatap tajam. Aura hitam terlihat jelas dari kedua teman nya itu.
Biasanya dirinya yang akan mengeluarkan aura mengerikan seperti itu. Tapi sekarang justru dirinya yang harus merasakan nya. Sungguh mengerikan!!
"I-ini... Sebenarnya..."
"Sebenarnya apa hah? Zii-chan?" Kini Zuka yang menatap Zion tajam. Ditambah dengan senyuman lebar yang sungguh menyeramkan!
"A-aku bertemu dengan nya di gua dulu! Tepat nya saat aku terjebak di sana sebelum bertemu dengan mu, Zuka. Naga itu terjebak jadi aku menolong nya." Jawab Zion apa ada nya.
"Sungguh? Kau tau naga macam apa itu?"
"Naga... Terkuat di dunia ini" Cicit Zion dengan suara pelan.
Keduanya menghela nafas mendengar itu. Mereka heran, bagaimana naga seperti itu bisa membuat kontrak dengan Zion? Tidak heran kenapa sihir nya begitu besar.
"Baiklah, ayo kita berangkat sekarang!" Ucap Rio tiba tiba. Zion menarik nafas lega. Dalam hati nya ia sungguh berterimakasih pada Rio yang secara tidak langsung menjadi penyelamat nya.
Namun mereka tidak menyadari, jika Zuka masih memperhatikan Zion sedaritadi. Terlebih lagi setelah Rio memanggil Zion pahlawan. Apakah itu tujuan Zion di reinkarnasi kan ke dunia ini?
TBC