Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
124. Menguji nyali



"Apa tulisan di dalam nya?" Tanya Sein.


Hali pun membuka gulungan itu. "Kalahkan Badut hantu untuk menyelesaikan tantangan. Selamat berusaha~"


"B-badut?" Sein sedikit terbata. Tubuh nya makin gemetar. Sedangkan Hali hanya menatap datar, mencoba sebaik mungkin menyembunyikan ketakutan nya.


"Hanya badut. Itu tidak sulit bukan."


Sein mengangguk kecil. Hali tau jelas pemuda pengendali sihir cahaya itu takut dengan badut. Tapi mau tak mau mereka harus menghadapi nya.


Namun, ada satu lagi fakta yang harus mereka hadapi.


Bahwa badut yang mereka hadapi kali ini bukanlah badut biasa, melainkan sejenis makhluk spirit yang sengaja Reon tangkap dan lepaskan di hutan itu untuk mereka hadapi. Entah dari mana Reon mendapatkan nya, tapi yang jelas, uji nyali kali ini bukanlah sebagai uji nyali biasa. Namun juga sebagai ujian sesungguhnya untuk menguji nyali dan kemampuan mereka.


Sebagai penyihir, untuk menghadapi lawan bagaimanapun itu mereka harus menyingkirkan rasa takut. Dan inilah saatnya bagi mereka mengatasi ketakutan terbesar bagi diri mereka.


Kling kling...


Suara lonceng terdengar membuat Hali dan Sein seketika berbalik. Ada yang mengawasi mereka. Sein mengangkat tangan nya, membuat bola cahaya nya terbang tinggi menerangi lokasi sekitar mereka.


Keduanya kini memasang posisi siaga. Hali sudah siap dengan pedang nya, dan Sein sudah siap dengan lingkaran sihir yang akan ia gunakan untuk menembak spirit itu.


"Kau siap Sein?" Tanya Hali. Masih nampak keraguan di wajah pemuda bermanik kuning cerah itu. Namun Sein mencoba memantapkan dirinya.


"Aku siap."


Kling kling...


Sebuah bola berwarna hitam menggelinding ke arah mereka, terdapat lukisan wajah tersenyum berwarna merah di sana.


Menyadari kejanggalan, Hali langsung berseru. "Cepat menghindar!!"


Dengan cepat keduanya melompat menghindar. Sein bahkan menggunakan sihir cahaya nya untuk memudahkan nya berpindah tempat.


DUARR!!!


Ledakan terjadi dan kabut menyelimuti tempat itu. Sein menutupi wajah nya dengan tangan, mencegah efek ledakan itu mengenai nya.


"Hiihihihihihi~" Sein terkejut. Suara tawa yang terdengar cukup mengerikan. Ia bersiap menembak, namun kabut yang terbentuk akibat ledakan itu membatasi pandangan nya.


"Ck. Menyebalkan!!"


"Di sini kau rupanya~" Dari belakang leher Sein, badut itu berbisik sambil tersenyum lebar. Tubuh Sein menegang seketika.


"[Sihir cahaya:tembakan cahaya]!!!" Teriak nya dan langsung menembak. 4 lingkaran sihir kecil muncul di hadapan nya yang menembakkan cahaya seperti tembakan laser.


"Nyiiihihihihi~ tidak kena~" Dengan cepat makhluk spirit itu menghindari setiap serangan Sein dengan gerakan seperti penari balet.


Sein mulai emosi dan menahan rasa takut di saat yang bersamaan. Badut spirit itu berputar di sekitar Sein dan sambil memasang senyuman lebar nya.


Sret!


Kaki nya menginjak sesuatu dan sebuah tali langsung mengikat kaki nya dan menarik nya ke atas.


"Huwaaa!!!!"


Sein tergantung dengan tubuh terbalik. Ia mencoba melepas ikatan di kaki nya namun badut itu melemparkan sebuah bola yang langsung menjadi pengikat yang mengikat tangan Sein.


"Hihihi~ kau tunggu saja di situ. Aku akan mengatasi satu nya lagi. Bye bye~" Ujar sang badut dan berjalan pergi.


"SIAPAPUN TOLONG AKU!!!!!!"


******


"Uhuk uhuk! Sialan... Dimana makhluk menyebalkan itu?" Hali mengedarkan pandangan nya ke sekitar, mencoba mencari sosok badut yang menyebabkan ledakan itu. Sudah berselang beberapa menit, namun kabut itu masih saja tidak memudar.


"Siapapun tolong aku!!!"


Mendengar jeritan itu, seketika mata Hali membulat. Itu suara Sein, apa spirit itu menyerang Sein?


"Sein! Di mana kau??" Seru Hali sambil mencoba mencari. Walau Sein itu saingan berat nya, tapi Hali tetap tak bisa membiarkan siapapun melukai pemuda itu.


"Tenang saja, dia ada di tempat yang aman kok!" Sosok spirit itu muncul di belakang Hali dan berbisik di dekat telinga nya. Dengan cepat Hali berbalik dan menebaskan pedang nya. Namun sayang, meleset.


"Dimana Sein?! Apa yang kau lakukan pada nya?!"


Badut itu nampak tertawa. Ia tersenyum semakin lebar dan memunculkan sebuah balon dari balik badan nya. Tubuh Hali sedikit gemetar, namun ia mencoba menahan rasa takut nya.


"Dia ada di atas, memandang seperti kelelawar yang manis~ apa kau mau menemani nya?" Tanya badut itu sambil mendekati Hali.


Selangkah, dua langkah Hali mundur, menjaga jarak dengan badut itu. Bukan, tepatnya dengan balon yang di pegang badut itu.


"Cepat beritahu dimana Sein sekarang." Ujar Hali dengan suara dingin dan penuh penekanan.


Dar!!


Balon di tangan badut itu meledak dan mengeluarkan semakin banyak kabut menghalangi penglihatan Hali.


"Daripada kau marah, lebih baik kau ikut dengan nya."


Brak!


Hanya dengan satu pukulan, tubuh Hali langsung tumbang bersamaan dengan kabut yang mulai memudar. "Ternyata mudah sekali mengalahkan penyihir seperti mu. Ku pikir, kau salah satu penyihir terkuat di kerajaan. Mengecewakan." Ujar nya sambil sedikit menendang nendang tubuh Hali.


"Mengecewakan? Kami tak selemah itu."