Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
51. Pertarungan dengan Krmya



"Awas!!!!" Seru Thory membuat ketiganya menoleh dan terkejut saat melihat duri duri itu yang mengarah kepada mereka.


BZZZTTT!!!!


Seketika Hali datang dan menangkis serangan itu dengan pedang petir nya. Ia langsung menatap tajam pada ketiga pemuda di belakang nya yang masih terdiam.


"Bisa tidak lebih serius?! Ini bukan waktunya bertengkar!!" Ujar Hali dengan tegas membuat nyali ketiga nya ciut seketika.


Memang bener, kalo bang geledek dah marah gak bakal ada yang berani lawan.


Krmya yang melihat aksi Hali malah tersenyum lebar dengan mata yg berbinar. "Kau lumayan juga~ hihihihi~" Ujar Krmya memandang Hali yang justru kesal.


"Diam kau!!" Hali langsung meluncurkan serangan yang berhasil di hindari dengan mudahnya oleh Krmya.


Kei yang melihat itu juga langsung menggunakan sihir angin dan bola bola angin untuk menyerang monster laba laba itu. Tangan nya mengepal kuat dan angin putingbeliung membentuk seperti bor dengan ia arahkan pada Krmya. Tapi sayang nya Krmya berhasil menghindar dan dalam waktu yang bersamaan menembakkan jaring laba laba dan pedang nya pada Kei.


Pemuda ber iris blue sky itu sedikit terbelalak sampai berikutnya,


Bzzztt!!!


Hali muncul di hadapan nya dan menangkis serangan Kemya dengan pedang petir nya.


"Hiiihihihihihi!!! Hebat!! Kalian hebat!!!" Ujar Krmya sambil tertawa keras. Lidah merahnya menjulur dan menjilat bibir nya sendiri. Ia menatap pada kedua pemuda di hadapan nya sambil tersenyum lebar.


Ada apa dengan manusia laba laba itu?


Zion yang ada di tepi lapangan merasakan tekanan aliran sihir yang semakin berat mulai terlihat gelisah.


"Jangan... Kalian hanya akan memancingnya..."


Sedangkan Sein mencoba untuk menenangkan pemuda mungil itu. "Zion.. Tenanglah... Kak Hali dan kak Kei itu kuat. Kau tenang saja ya..."


Zion menggeleng. Bukan itu yang dia maksud.


Sementara itu, Kei terlihat mulai semakin kesal. "Dia mulai menggila. Kita selesaikan dengan cepat!"


Kei langsung mengangkat tangan nya ke udara "[sihir angin:bor topan]!!! " Seru nya dan angin topan terbentuk di tangan nya.


Angin berhembus mengelilingi Krmya membuat monster itu tidak bisa melihat sekitarnya dengan jelas.


Zion yang melihat itu semakin panik. "Hentikan!!! Jangan lakukan!!!" Seru Zion dan mencoba mendekat. Namun, justru dirinya ditahan oleh Sein dan Ice.


"Tenanglah Zion!" Ujar Sein


Secara tiba-tiba Kei muncul di bawah Kemya memukulkan bor topan nya tepat di perut manusia laba laba itu dan mendorongnya ke atas.


Seteguk darah dimuntahkan oleh monster itu akibat serangan Kei yang bahkan hampir menembus perut monster itu.


Di saat berikutnya, Hali langsung menusukkan pedang nya dari atas dan menendang tubuh monster itu dengan keras hingga terjatuh dan menghantam tanah.


Kei tampak tersenyum puas melihat itu. Sedangkan Zion justru semakin panik.


"Cepat pergi dari sana!!!" Seru Zion.


Kai yang tak mengerti hanya tersenyum dan mengatakan "dia sudah kalah. Tenang saja Zion!"


Namun, senyuman itu menghilang seketika begitu mendengar kata kata Zion berikutnya.


"KAU BISA MATI!!!"


BOOMM!!!


Krmya secara tiba tiba melompat ke belakang Kei dan melakukan serangan yang sama persis seperti apa yang Kei lakukan tadi, dan menusuk perut Kei dengan kuku kuku tajam nya.


"Ugh!!"


Seteguk darah ia muntah kan. Semua yang melihat itu seketika membeku. Bagaimana bisa?


Tubuh Kei menghantam tanah dengan keras. Krmya tertawa keras melihat itu dan menjilat sisa darah yang menempel di tangan nya.


"KEII!!!" Seru Hali dan langsung berlari menghampiri saudara nya itu.


Ia langsung membawa Kei ke tempat yang aman dan memberikan sebotol cairan bening untuk Kei minum. Tak lama kemudian Kei terbatuk dan memuntahkan cairan kekuningan yang di duga adalah racun.


Krmya memegang perutnya seolah menahan sakit. Namun ada satu hal yang aneh. Terdengar suara rantai di sana.


...'Kilauan cahaya yang bersinar di gelapnya malam menjadi saksi'...


"KKKKYYYYYIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!!!!"


Lengkingan keras terdengar dan Krmya terlihat seperti kesakitan.


Thory tampak bingung melihat perubahan pada Krmya. "Apa yang terjadi?"


"Kalian harus tetap tenang untuk mengalahkannya. Jika sampai terpancing emosi, dia bisa semakin menggila." Ujar Zion.


Di kaki monster itu, duri duri tajam membentuk pedang panjang mulai muncul di kaki nya. Ukuran tubuh monster itu pun berubah dua mali lipat lebih besar dari sebelumnya.


Apa dia bercanda? Bagaimana bisa jadi seperti ini?


"Kita tidak bisa membiarkan ini! Thory!!" Seru Sein. Pemuda bernetra hijau itu pun mengangguk dan berlari mendekati monster itu.


"[Sihir tumbuhan: ikatan sulur berduri]!!! " Lingkaran sihir berwarna hijau terbentuk dan sulur sulur besar dengan duri tajam muncul dari dalam tanah bergerak seperti ombak di sekitar Thory. Ia memajukan tangan nya ke depan dan sulur sulur berduri itu bergerak dengan cepat ke arah Krimya.


Monster itu menyeringai lebar dan meluncurkan pedang serta kaki kaki tajam nya untuk memotong sulur sulur itu.


Thory justru tersenyum. "Hanya itu kemampuan mu? " Thory mengeluarkan sulur dari bawahnya dengan ukuran yang jauh lebih besar dan mengikat tubuh Krmya. Duri duri tajam berwarna hitam langsung memanjang dan menusuk kulit tubuh monster itu.


...'Janji yang terjalin antara kita'...


"Sekarang Sein!!! " Seru Thory.


"KKKKKYYYYYIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII" Suara melengking dari monster itu lagi lagi terdengar membuat mereka menutup telinga.


Sungguh, apa monster itu ingin merusak gendang telinga mereka?


Sulur berduri yang mengikat tubuh Krmya terlihat semakin kuat melilitnya. Darah mengalir dari luka akibat tusukan dan goresan duri itu. Di tambah lagi panas yang tercipta dari kubah cahaya yang Sein buat mulai membuat kulit monster laba laba itu melepuh.


"Saatnya selesaikan ini" Lingkaran sihir berwarna hijau muncul tepat di bawah Thory. "Wahai penguasa seluruh alam dan tumbuhan. Berikanlah kekuatan mu padaku untuk mengalahkan makhluk jahat ini! [Sihir tumbuhan:ikatan sulur beracun]!!!!" Seru Thory dan sulur sulur tumbuhan yang tadinya mengikat Krmya berubah menjadi hijau kehitaman dengan ujung ungu melilit dan menarik serta mematahkan kaki Krmya yang menjerit kesakitan.


"Jangan tunjukkan kekuatan aslimu Thory! " Seru Ice tiba tiba.


Ice melanjutkan dalam batin 'Jangan sampai Zion tau siapa kami sebenarnya'


Kling...


...'Mengungkap semesta yang mempersatukan.'...


Namun secara tiba tiba terdengar sebuah nyanyian yang mengejutkan mereka semua. Suara yang samar namun masih bisa di dengar itu mengalun dengan indah di gelapnya malam. Namun sayang, tak seindah apa yang terjadi selanjutnya.


"Dari mana suaranya nyanyiin itu?" Gumam Sein.


"KKKKKKKKKYYYYYIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!! " Suara melengking lagi lagi terdengar membuat semua yang di sana menutup telinga mereka rapat rapat.


BOOMM!!!!


Ledakan besar terjadi membuat Sein dan Thory yang ada di dekat Krmya terlempar akibat efek ledakan itu. Sihir kombinasi yang digunakan kedua pemuda itu untuk menjebak Krmya pun hancur seketika dan membentuk kawah kecil di lokasi makhluk itu.


"Akh..." Suara rintihan terdengar dan Ice dan Sein langsung berlari menuju ke arah Thory yang terluka di bagian lengan kiri nya.


Krmya berjalan keluar dari kawah itu. Mereka yang melihatnya tidak bisa tidak terkejut ketika melihat monster itu tak terluka sama sekali. Apa dia memiliki kemampuan regenerasi?


"Dasar lemah! Kalian tak akan bisa melukaiku!!! Bukankah begitu? Pahlawan?" Krmya memandang ke arah Zion yang mengepalkan tangan nya kuat. Melihat reaksi pemuda mungil itu, membuat sang monster semakin bersemangat. "Lebih baik kau kembali pada tuanku. Kau akan diperlakukan dengan baik sama seperti si mata emas itu. Menjadi 'percobaan nya'. Bagaimana?"


"TUTUP MULUTMU KRMYA!!!!!!"


Zion langsung menembak salah satu kaki Krmya hingga terputus. Sepertinya Zion sudah tidak bisa lagi menahan emosinya. Tentu saja, melihat teman teman nya yang terluka apalagi monster laba laba itu juga membahas 'saudara' nya tentu saja membuat emosi pemuda bermanik ruby itu meluap.


...'Diriku yang menjadi saksi atas semua tindakan nya'...


Zion mengubah pistolnya menjadi pedang dan langsung menusuk bola mata Krmya. Monster itu langsung memegang mata nya dengan darah yang terus mengalir.


"Siapa yang menyuruhmu melakukan semua ini?! " Tanya Zion dengan nada penuh penekanan.


"Kau kira siapa lagi?" Krmya melemparkan duri duri tajamnya pada Zion, namun dengan mudah ditangkis oleh pemuda bernetra merah itu.


"Jawab aku. Siapa yang menyuruhmu melakukan semua ini Krmya!!??" Tanya Zion lagi sambil menangkis jaring jaring yang monster itu gunakan untuk menyerangnya.


Krmya menyeringai. "Your golden"


Mata Zion membulat. Ia benar benar tak percaya dengan apa yang Lady Spider itu katakan. Namun, kelengahan Zion justru menjadi peluang manis untuk lawan nya meluncurkan serangan yang mengenai Zion.


Sementara itu keenam pemuda pengendali elemen itu hanya bisa menatap tak percaya. Mereka tak pernah menyangka pemuda yang terkesan hangat seperti Zion bisa berubah menjadi sekejam dan se sadis itu.


Sedangkan Zion terus menyerang Krmya tanpa ampun. Darah sudah mengotori pakaian dan tubuhnya. Tatapan tajam yang diberikan Zion sebagai bukti dirinya benar benar marah kali ini.


...'Mengendalikan semua dalam genggamanku'...


"HENTIKAN ZUKA!!!!!!!" Zion pun menebaskan pedang nya pada leher Krmya hingga leher monster itu terputus.


'Krmya berhasil di kalahkan. Kerja bagus. Tapi, mereka semua jadi tau kekuatan aslimu' ujar Nero tiba tiba. Zion tak lagi mempedulikan itu. Emosinya masih kacau setelah apa yang di katakan Krmya tadi.


Namun, secara tiba tiba rantai berwarna hitam muncul dari dalam tanah dan mengikat lalu membungkus tubuh Krmya. Para pangeran elemen tampak waspada. Namun, di saat berikutnya rantai itu menghilang bersamaan dengan tubuh monster itu.


Terlihat Hali yang menghampiri Zion. Pemuda itu memandang khawatir pada Zion yang masih terdiam. Tubuhnya tampak gemetar.


"Zion? Kau baik baik saja?" Tanya Hali. Zion masih tidak menjawab.


...'Untuk membalas semua yang dia lakukan, dan terus menunggu dirimu'...


Nyanyian itu kembali terdengar. Zion mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan nya pada tepi lapangan. Dari kejauhan terlihat seorang pemuda ber rambut putih yang bersandar pada sebuah pohon.


...'Percayalah bahwa diriku akan kembali'...


"Maafkan aku Zuka... "


Dar!!!


Zion menembakkan bola cahaya berwarna kuning cerah yang langsung menghancurkan tempat itu. Saat berikutnya Zion langsung jatuh terduduk. Air mata mengalir membasahi pipi pemuda itu.


Hali yang melihat Zion cukup panik. Di satu sisi ia masih cukup terkejut dengan apa yang terjadi dan di sisi lain ia juga masih memikirkan tentang siapa sosok pemuda tadi.


Hali langsung memeluk Zion untuk menenangkan pemuda itu. "Tenanglah Zion... Sudah selesai... Semua akan baik baik saja... " Namun Zion tak menjawab. Ia masih terus terdiam dan sesekali terdengar suara isakan yang cukup menyayat hati nya.


'Aku percayakan Zion padamu. Tolong jaga dia baik baik.'


Tiba tiba sebuah suara terdengar di telinga Hali. Ia sedikit mengeratkan pelukannya saat merasakan hawa dingin di sekitarnya. Hali tampak melihat sekitarnya dan tak menemukan siapapun. Itu bukan hantu kan?


"Hali... Sesak.. " Ucap Zion. Hali pun langsung melepas pelukan nya.


"M-maaf! "


"Ada apa?"


"Tidak. Tidak ada apa apa. " Bohong Hali.


Ya, mana mungkin ia katakan yang sebenarnya jika dia takut hantu. Mau ditaruh mana muka nya itu?


"Terimakasih..." Ucap Zion dan pingsan seketika.


TBC