Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
96. Serangan Iblis



"Avren turun tangan. Bagaimana sekarang, Zion?" Tanya Zuka.


"Kita mulai rencana sekarang."


Zuka mengangguk. Langsung saja ia berlutut dan menempelkan tangan nya ke tanah, mulai mengaktifkan semua sihir yang telah ia persiapkan.


Sementara, Zion sendiri mengangkat pistol sihir nya dan mengarahkan nya ke udara. Menembakkan sebuah peluru sihir berukuran cukup kecil yang kemudian meledak seperti petasan. Cukup indah, tapi itu merupakan tanda musuh mereka yang sebenar nya telah tiba.


Monster monster terus berdatangan dari darat dan udara. Namun, belum sempat mereka menyerang, mereka justru sudah mati terlebih dahulu akibat ledakan dari jebakan yang Ren, Rio dan Zuka buat.


"Berhasil!!" Sorak Zuka senang. Tidak sia sia ia menggunakan banyak mana untuk mempersiapkan semua itu. Hasilnya pun cukup memuaskan.


Namun semua ini masih belum selesai. Kini pasukan iblis yang mulai berdatangan lengkap dengan senjata dan sihir mereka. Zion berdecak kesal melihat itu. Tapi sang ketua ras Inimicus masih belum terlihat juga.


'Awas di belakang mu!' sontak Zion menghindar. Dan tepat saja, sebuah sabit berukuran besar nyaris saja memotong tubuh nya saat itu.


"Zion kau baik baik saja?" Tanya Zuka yang juga terkejut karena serangan dadakan itu.


"Aku baik baik saja. Bantu lainnya. Untuk yang satu ini biar aku yang hadapi."


Zuka mengangguk dan langsung berlari pergi. Ia sedikit menoleh ke belakang melihat saudara sekaligus sahabatnya itu. Awalnya ia ragu, tapi melihat ekspresi dan sihir di sekitarnya, Zuka yakin bahwa pemuda itu akan baik baik saja.


Sementara Zion menatap tajam makhluk mengerikan di hadapan nya. Tangan nya sudah siap mengambil buku sihir di saku nya dan satu tangan lagi memegang pistol yang siap ia tembakkan.


"Kenapa tidak langsung meminta tuan mu datang ke sini? " Tanya Zion pada iblis itu. Ia tau bangsa iblis hampir sama seperti manusia dan jelas dapat mengerti apa yang dia maksud.


"Tuan ku ingin kami mengalahkan mu dulu. Lagipula permainan baru saja di mulai. Bukankah begitu?"


Sring!


Serangan yang begitu cepat, namun beruntung Zion masih bisa menghindari nya. Ia langsung melompat dan menembakkan peluru ke arah iblis itu, yang sayangnya berhasil di tahan dengan sabit nya.


Iblis itu berlari kencang ke arah nya sambil mengayunkan sabit besar yang ia pegang sedikit renda mengincar kaki Zion. Pemuda ber manik ruby itu langsung menghindar dan meluncurkan tembakan yang tepat mengenai tangan iblis itu.


"Dasar manusia menyebalkan!!!" Iblis itu mulai emosi. Tapi Zion justeru menyeringai lihat itu. Tujuan nya adalah membuat iblis itu emosi agar lebih mudah untuk Zion mengalahkan nya.


"Terima ini!" Zion terkejut saat secara tiba tiba iblis itu sudah ada di hadapan nya dan langsung mengarahkan pukulan yang sukses mengenai Zion.


Tubuh pemuda itu terlempar beberapa meter karena kuatnya pukulan iblis itu.


"Ck. Sial. Harusnya aku tau iblis dapat bergerak dengan cepat." Keluh Zion sambil mencoba untuk berdiri.


'Pancing monster itu agar masuk kedalam jebakan. Itu akan lebih mudah untuk mengalahkan nya.'


"Baik." Zion melangkah mundur, mencari posisi yang tepat untuk kembali menyerang. Ia mengedarkan pandangan nya ke sekitar dan menemukan sebuah lingkaran sihir samar yang tercetak di atas tanah.


"[NonMagic:tanah tajam]" Tanah tanah tajam bermunculan dan coba menusuk iblis itu tapi berhasil di hindari olehnya.


Iblis itu tampak terkekeh. "Kemampuan mu boleh juga. Tapi sayangnya, serangan mudah seperti itu tak akan bisa mengalahkan ku."


Zion justru menyeringai mendengar nya. "Oh ya? Tapi sayangnya, kau sudah masuk perangkap." Ujar Zion sambil menunjuk pada lingkaran sihir yang tepat berada di bawah kaki iblis itu.


Wush!


Jeritan kesakitan langsung terdengar begitu api menyembur kuat dari lingkaran sihir di bawah nya dan perlahan menghanguskan tubuh iblis itu.


"Aku tidak akan biarkan kalian mencelakai lebih banyak orang di sini."


'312 iblis di lokasi sudah di tandai. Kau bisa langsung menyerang mereka.'


"[NonMagic:tanah tajam]!! " Tanah tanah tajam bermunculan di mana mana menusuk dan memerangkap para iblis yang ada. Mereka yang masih hidup mencoba untuk melepaskan diri, namun tanah tanah itu terlalu kuat untuk mereka hancurkan.


Tapi situasi seperti ini justru menjadi kesempatan manis bagi pasukan penyihir, vampir dan lainnya untuk mengalahkan mereka. Khususnya Alex yang tanpa buang waktu langsung membuat bayangan tajam yang merobek dan menusuk tubuh para iblis itu.


DUAR!


Secara tiba tiba suara petir menyambar terdengar begitu keras nya. Langit yang tadinya diselimuti bintang dan bulan kini justru tertutupi awan tebal. Kali ini bukan Hali yang akan melakukan serangan penuh dengan sihir nya, tapi tanda bahwa musuh mereka yang sebenarnya telah tiba.


Insting para beast memberikan tanda bahaya. Bulu bulu di tubuh mereka berdiri dan seketika langsung membentuk posisi siaga.


Angin berhembus kencang bersamaan dengan hujan gerimis yang sudah mulai turun membasahi bumi. Walau begitu, tidak ada satupun dari mereka yang berminat meninggalkan medan perang ini. Tekat mereka sudah bulat. Tujuan harus dicapai bagaimanapun caranya.


Dari balik gumpalan awan, lingkaran sihir berwarna hitam keunguan berukuran besar muncul bersamaan dengan tekanan sihir kuat yang mereka rasakan.


"Inilah yang kami tunggu..." Gumam Zion.


'Persiapkan sihir mu. Di saat seperti ini, kau bisa saja di kendalikan.'


Zion mengerenyitkan dahi. Di kendalikan? Tapi sesaat kemudian dirinya langsung tersadar. Ia benar benar lupa jika segel bulan di tubuhnya masih ada. Bisa saja Avren mengendalikan nya jika begini.


"Nero... Bisa kau jaga lainnya juga? Jangan sampai mereka di kendalikan."


Nero mengangguk. 'Tidak bisa langsung, tapi aku akan mencoba nya. Kau tidak perlu khawatir, jangan lupa, aku bukan satu satunya naga yang ikut dalam perang kali ini.'


Zion menyeringai. Ada benarnya juga. Bukan hanya Nero naga yang ada di sini. Jika terjadi hal buruk, setidaknya ia telah menyimpan senjata tambahan untuk membantunya. "Baiklah tak masalah. Terimakasih bantuan nya, Nero."


'Ini sudah menjadi tugas ku.'


"Sepertinya kalian sudah siap menghadapi kematian.. Huahahahahaha!!!"


Sebuah suara yang menggema terdengar membuat semua pasukan semakin waspada.


Secara tiba tiba, rantai rantai bermunculan dari berbagai tempat menusuk dan merobek tubuh pasukan lain.


Zion yang baru menyadari itu cukup terkejut. Kilasan tentang apa yang terjadi pada Perang sebelumnya muncul kembali dalam ingatan nya. "Tidak... Jangan sampai kejadian itu terulang lagi... "


'Zion sadar! Gunakan sihir pelindung!' seru Nero dalam pikirkan nya yang seketika menyadarkan Zion kembali.


Dengan cepat ia langsung menggunakan sihir nya. "[NonMagic:shield]!!"


Pelindung bermunculan melindungi para pasukan yang lain. Zion menarik nafas panjang mencoba menenangkan dirinya.


"Jika seperti ini terus, kami bisa kalah..."


TBC