Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
143. Rencana mempersatukan ras



"Eleris, bagaimana jika ras iblis dan ras lainnya berdamai?" Tanya Erano. Lantas Eleris memandang anak lelaki di samping nya. Pandangan Erano terarah pada langit biru di atas sana, seakan menerawang jauh.


"Pasti akan menyenangkan. Kita tak perlu bermain sembunyi sembunyi lagi."


"Tapi... Apa itu mungkin?"


"Enggak ada yang gak mungkin di dunia ini. Janji ya, suatu saat nanti... Kita buat ras iblis dan ras lain bisa berdamai!" Eleris mengulirkan jari kelingking nya. Erano sempat ragu, namun akhirnya ia mengaitkan jari kelingking nya.


"Baiklah, janji!"


Saat itu Erano dan Eleris membuat janji untuk mempersatukan ras Iblis dan ras lainnya. Walau mereka tak mengetahui jika ada orang lain yang mengawasi mereka.


*****


Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi di masa depan. Kadang sebuah kebahagiaan datang begitu saja dan merubah hidup nya, tapi ada waktu di mana kebahagiaan itu tidak abadi dan akan menghilang nanti nya.


Yang awalnya indah, tidak semestinya akan terus bertahan seperti itu. Waktu bisa merubah segala nya tanpa di sadari. Bisa saja hari ini masih merasakan kebahagiaan, namun seiring detik jam ber pindah, bisa saja kebahagiaan itu tergantikan oleh air mata kesedihan.


Hari telah berganti. Sang ratu malam mulai turun ke peraduan, di gantikan sang raja siang yang bersinar dengan terang nya. Erano yang kala itu sudah bersiap untuk bertemu Eleris keluar melalui belakang rumah nya menuju hutan tempat mereka sering bermain. Namun,


"Mau kemana kau?" Tanya seorang pria yang bersandar di dinding balik pintu.


Erano yang terkejut secara refleks berbalik. "A-aku hanya ingin berjalan jalan saja, ayah."


"Berjalan jalan?" Pria itu mendekati Erano. "Dengan gadis manusia itu?"


DEG!


Mata Erano membulat seketika. Bagaimana bisa ayah nya itu tau? Padahal ia sudah sangat berhati hati agar tidak ada iblis lain yang tau jika ia berteman dengan manusia.


"Kau ternyata sudah menemukan mangsa yang bagus ya... Berkat mu, kami jadi dapat banyak santapan nikmat." Ujar ayah Erano sambil sedikit berbisik di dekat telinga Erano yang diam membatu.


"A-apa maksud ayah?" Tanya Erano dengan tubuh gemetar.


"Mereka semua... Sudah kami habisi."


DEG.


Tubuh Erano menegang seketika. Sekejap ia tak ingin mempercayai perkataan ayah nya itu, namun sebagai iblis yang haus akan kekuasaan dan sihir, setelah mengetahui keberadaan manusia insting mereka menarik niat membunuh untuk keluar.


"Tidak..."


Ayah Erano tersenyum. "Iblis memang seharusnya di takuti oleh semua ras. Dengan terus memperluas wilayah, kita akan membuktikan jika kita yang terkuat di dunia ini."


Semua itu salah.


"Jika kau tidak bertemu dengan manusia itu, mungkin kami pun tak akan menyadari nya. Hahaha harusnya kau bahagia Erano. Karena sudah menemukan banyak manusia dengan sihir yang hebat."


Tangan Erano mengepal kuat. Nafas nya tak beraturan menahan amarah sekaligus sesak di dada nya. Seakan udara menjauh dari nya, membuat nya sedikit kesulitan bernafas.


Bulir bening mulai berkumpul di pelupuk mata nya, namun anak itu tetap menahan air mata nya agar tidak menetes.


"Tega nya kau..."


Ayah Erano mengernyitkan dahi. "Kenapa? Bukannya bagus-"


Satu satunya teman yang ia miliki, saat saat menyenangkan dimana ia bisa terus tersenyum dan tertawa dengan bebas. Namun sekarang semua kesenangan dan kebahagiaan itu sudah tidak ada lagi. Semuanya musnah dalam satu malam karena ayah nya sendiri.


Kenapa... Iblis harus berbuat sekejam ini pada ras lain?


Mendengar anak nya berteriak pada nya, ayah Erano menjadi marah. Tangan nya bergerak langsung menarik kerah baju Erano.


"Kau mau menghianati bangsa mu sendiri? Sudah sejak dulu ras Iblis menghancurkan ras lain. Dan sekarang kau justru mau membantah nya?!"


Lingkaran sihir terbentuk di bawah kaki Erano, membuat anak lelaki itu memberontak mencoba melepaskan diri. "Tapi aku tak seperti kalian! Iblis dsn ras lainnya pasti bisa bersatu!"


"Kau masih belum mengerti juga rupanya!"


Wush!!


Kabut hutan keluar dari lingkaran sihir itu bersamaan dengan rantai rantai yang mulai mengikat tubuh Erano.


"Aku akan membuat mu mengerti, Ras Iblis yang akan menguasai dunia dan tak akan bersatu dengan ras lainnya!!"


"Akh! Tolong lepaskan!!"


Namun sayang nya, bukannya di lepaskan tubuh Erano justru semakin terikat dan semakin banyak kabut hitam yang mengelilingi nya, sampai akhirnya ia tak sadarkan diri.


ERANO POV


Kenapa... Setiap aku merasa bahagia selalu berujung penderitaan dan sakit yang mendalam. Kini satu satu nya teman ku sudah tidak ada lagi di dunia ini. Apa sampai kapanpun bangsa iblis akan selalu jadi bangsa keji yang haus akan kekuatan dan kekuasaan?


Tidak adalah cara untuk merubah nya?


Tanpa sadar waktu terus berjalan sampai sang surya mulai turun dari singgasana nya, digantikan dengan malam gelap tanpa bulan.


Malam itu aku meluapkan semua kesedihan ku di kamar ku. Berat rasanya kehilangan satu satunya teman yang ku miliki. Padahal belum lama kami berteman.


Seakan semua kesenangan, canda dan tawa yang kami habiskan bersama berputar dalam ingatan ku. Kenangan indah namun juga menjadi belati yang menusuk hati ku yang hancur.


Aku tak ingin hidup seperti ini. Pasti ada cara untuk merubah nya. Pasti ada.. Saat dimana iblis dan ras lainnya dapat bersatu dan hidup dengan tenang dan damai.


Lagipula... Aku sudah berjanji pada Eleris, untuk mempersatukan semua ras. Aku tau itu bukanlah hal yang mudah, namun tidak ada yang tidak mungkin asal mau berusaha dan berjuang.


Sejak hari itu, aku selalu mencari cara untuk bisa merubah ras Iblis. Bertahun tahun aku mencari cara, belajar berbagai jenis sihir.


Sebagai iblis, aku bisa hidup jauh lebih lama daripada manusia dan waktu itu ku gunakan untuk mencari informasi yang mungkin bisa membantu. Sampai akhirnya aku menemukan sebuah buku kuno di gudang.


Dalam buku itu tertulis, akan ada pahlawan yang datang menyelamatkan dunia dari kehancuran. Dan pahlawan itu adalah orang yang datang dari dunia lain.


Orang yang datang dari dunia lain... Reinkarnasi?


"Sihir pemanggil!!"


Mungkin cara itu akan berhasil! Disana tertulis, orang dari dunia lain yang di panggil ke dunia ini akan ditakdirkan memiliki kekuatan yang besar. Dengan bantuan nya, mungkin itu bisa membantu ras iblis untuk bersatu dengan ras lainnya.


Setelahnya aku terus berlatih sihir, untuk mencari orang yang tepat untuk tugas ini. Sampai akhirnya aku bertemu dengan Zion.


Awalnya ku pikir cara ini mungkin tak akan berhasil, namun, melihat kemampuan pemuda itu sekarang aku yakin. Zion adalah pahlawan yang benar-benar bisa merubah dunia.