
"Masih belum." Semuanya langsung menoleh pada Sein yang sudah siap dengan buku dan catatan yang entah ia dapat dari mana.
"Kami masih butuh penjelasan. Tentang dirimu dan iblis itu." Ujar Sein menuntut penjelasan.
"A-haha.. Baiklah..."
Yeah.. Ia memang harus menjelaskan semuanya sih...
"Sebelumnya perkenalkan, nama ku Erano, seperti yang kalian tahu, aku iblis. Tapi aku bukan iblis yang jahat kok! Berbeda dengan iblis lainnya, aku tak haus akan kekuatan dan kekuasaan. Justru aku ingin mempersatukan ras iblis dan ras lainnya." Ujar Erano memulai penjelasan.
"Tapi kau justru melawan ras mu sendiri, apa ada alasan khusus?" Tanya Sein yang mulai mencatat. Sungguh, jiwa peneliti nya bangkit. Informasi penting seperti ini tentu tak bisa di buang begitu saja.
Erano melanjutkan. "Aku mulai menyimpan dendam karena ketua ras Inimicus itu, ayah ku sendiri membunuh satu satunya teman ku. Sebagai iblis, tentu kami di larang bermain dengan sembarang orang. Apalagi ras lain. Jadi... Aku sering kesepian. Dan tanpa sengaja aku bertemu seorang gadis yang kemudian menjadi teman pertama ku. Dan mulai dari situ aku membenci ras iblis. Dulu kami sempat berjanji, untuk membuat ras iblis dan ras lainnya bersatu. Tapi tak semudah yang ku pikirkanlah."
Siapa sangka, Erano pun menyimpan dendam dan duka tersendiri dalam dirinya. Harus kehilangan satu satunya teman nya karena ketua ras Inimicus yang sebenarnya adalah ayah nya sendiri pasti sangat menyakitkan.
"Karena dendam itu juga akhirnya aku mencari cara membuat sihir pemanggilan. Walau harus membuat Zion kecelakaan sebelum kembali terlahir di dunia ini sih..." Erano memandang ke arah Zion yang sedikit menggembungkan pipi nya.
"Cara yang sangat umum untuk masuk Isekai. Pake di tabrak truk-kun lagi. Gak adakah cara yang lebih konyol?" Kata Zion dengan ekspresi cemberut ala anak kecil yang ngambek. Tapi itu justru membuat nya terlihat begitu menggemaskan!
Erano sedikit terkekeh. "Maaf... Hanya itu ide yang ku punya. Lagipula waktu nya juga pas bukan?"
"Pas tapi menyakitkan! Bahkan banyak yang komen karena cara mati nya ketabrak truk. Buat yang lebih seru kek."
Erano hanya tertawa kikuk. Di luar dugaan, bukannya dendam tapi malah menawar cara kematian. Memang kematian macam apa yang seru?
"Jadi, memang benar Zion bukan berasal dari dunia ini?" Tanya Kei memastikan.
Zion mengangguk. "Memang benar... Aku bukan dari dunia ini. Maaf merahasiakan nya dari kalian semua." Ujar Zion sedikit tertunduk.
"Jadi sebelumnya kau hanya orang biasa?" Tanya Leo.
"Ya. Aku hanya murid SMA berusia 18 tahun yang hobi menonton anime, main game dan berlatih beladiri. Tak ku sangka hidup ku di dunia ku dulu berakhir dengan cepat dan terlahir kembali sebagai anak berusia 12 tahun."
"Jadi seharusnya kau lebih tua dari kami.. Tapi sifat dan wajah imut mu benar benar membuat kami tak sadar." Ucap Hali.
Saudara nya yang lain mengangguk setuju. Bukan hanya imut dan menggemaskan, bahkan termasuk salah satu laki laki paling-ekhem. Cantik di Kerajaan.
Selain itu sifat nya yang kadang manja dan menggemaskan tentu membuat siapa saja terpesona. Walau di sisi lain dia juga seorang pemuda yang tegas sekaligus mengerikan. Khusus nya jika melihat barang barang di sekitar nya berantakan. Bisa mengamuk ntar. Bahkan mungkin kemarahan Zion melebihi kengerian mengalahkan raja iblis. Ditambah lagi dengan sikap nya yang seperti emak emak.
"Pantas saja saat pertama kali bertemu dengan mu aku merasakan hal yang cukup aneh. Ternyata memang kau bukan dari dunia ini..." Ujar Reon saat mengingat pertemuan nya dengan Zion.
Zion hanya terkekeh. Bukannya saat itu Alex yang menjahili nya sampai membuat nya tercebur ke dalam kolam?
"Tapi sekarang sudah berbeda. Bersama kalian juga aku belajar banyak hal." Memang benar, di samping melatih semua murid Hero Class, Zion juga mendapat banyak pelajaran dari mereka. Tentang kemampuan sihir, kekompakan, bagaimana ras ras lain dan semacamnya.
"Memang menyakitkan harus berpisah dengan keluarga ku dulu, tapi aku juga senang, karena bisa bertemu kalian, yang sudah ku anggap sebagai keluarga ku sendiri." Zion mendekat ke arah Erano dan merangkul nya. "Jika bukan karena Erano, aku tak akan mengenal kalian bukan?"
Benar juga, jika bukan karena Erano yang membuat Zion kecelakaan dan berakhir bereinkarnasi di dunia ini, pasti mereka tak akan pernah mengenal sosok Zion yang mereka kagumi tapi juga takuti.
"Benar juga. Terimakasih Erano karena sudah membawakan kekasih-eh, sahabat yang sangat baik seperti Zion!" Ujar Sein.
"Iya!! Jadi punya teman baik seperti Zion itu menyenangkan!!" Sahut Thory girang sambil memeluk Zion dari belakang.
Ya, setiap masalah pasti ada hikmah nya. Zion hanya perlu mengambil sisi baik dari masalah itu.
"Ngomong ngomong untuk Erano, kami akan membantu mu untuk mempersatukan ras Iblis dan lainnya. Tidak ada yang tak mungkin kan?" Ujar Rendrano yang entah sejak kapan ada di sana.
Erano tersenyum. "Terimakasih."
Semuanya sudah berakhir sekarang. Ras Inimicus sudah mereka kalahkan dan sekarang dunia benar benar aman. Tugas Zion sidah selesai. Sekarang... Apa yang akan di lakukan nya? Tidak mungkin juga ia kembali ke dunia nya dulu. Akan aneh orang yang sudah mati lalu hidup lagi. Nanti di kira hantu lagi.
Ya... Sepertinya ia harus menjalani hidup nya di sini sebagai murid dan mungkin pelatih jika di perlukan. Selain itu ia juga harus membantu Erano menyatukan ras Iblis dan ras lainnya.
"Ngomong ngomong.... Masih ada sisa malam kan? Walau dah hampir subuh sih... Kalian emang gak lapar ya?" Tanya Leo. Semua orang hanya terdiam. Mereka sibuk menjalani uji nyali dan melawan ras Inimicus sampai melupakan hal itu.
Kalau di pikir pikir, semua tantangan dan perlawanan tadi cukup melelahkan dan menguras tenaga juga.
"Benar juga..." Gumam Zion.
"KALO GITU KITA PESTA BBQ!!!!" Teriak Thory girang.
Ya, tak ada salahnya. Hal itu tentu di setujui semua orang. Mereka pun mulai mempersiapkan bahan bahan. Semua nya bekerja dengan kompak nya dan menikmati BBQ bersama.
Setidaknya ada waktu untuk mereka bersenang senang. Untuk sedikit hiburan, beberapa orang nampak bernyanyi walau suara tak tentu bagus, tapi setidaknya punya nyali untuk menunjukkan bakat yang tersembunyi.
Akhir yang indah bagi Zion. Sudah lama ia tak bersenang senang seperti ini, melepas semua rasa lelah dan segala pemikiran rumit dan bersenang senang di bawah gelapnya langit yang bertabur bintang.
Angin dingin bertiup, seiring pagi mulai tiba, suhu mulai semakin dingin. Namun dengan api unggun dan kebersamaan mereka membuat suasana di sekitar mereka benar-benar hangat.