Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
77. Melawan Werewolf



Zion menghela nafas kesal. Ia menggembungkan pipi nya sambil menatap pemuda yang dengan santainya berjalan sambil bersenandung pelan itu.


Apa dia sungguh sungguh tidak mau menjawab pertanyaan nya?


Walau seperti nya ada benarnya. Kalo di film film, orang bereinkarnasi pasti dengan suatu alasan bukan? Walau ada beberapa yang tidak, tapi pasti ada alasan juga kenapa diri nya bereinkarnasi.


Tapi kenapa harus dirinya?


"Ahh!" Keluh Zion sambil mengacak acak rambut nya. Walau akhirnya di rapikan lagi sih...


Zion sedikit mengingat ingat saat ia tiba tiba terbangun dalam tubuh anak kecil dulu. Sebelum itu, dirinya baru saja pulang sekolah dan mengalami kecelakaan. Lalu dilahirkan kembali dan bertemu dengan Nero.


Sejak itu ia tau jika dirinya memiliki kekuatan sihir dan mulai mempelajari berbagai hal tentang dunia ini. Setelahnya pertemuan nya dengan Zuka. Tapi sepertinya tidak ada yang lain bukan?


Zion berfikir keras mencoba mengingat apa yang mungkin ia lupakan dan bisa saja menjadi jawaban pertanyaan nya.


"Ah iya! Ada yang mendorong ku!" Ujar nya saat akhirnya mengingat bahwa ada seseorang yang mendorong nya saat hendak menyebrang kala itu.


Tapi pertanyaan nya, siapa orang itu? Jika di ingat lagi, saat ia berada di tempat serba putih dan menjawab pertanyaan yang muncul dari layar hologram di hadapan nya, ia juga memikirkan pertanyaan yang sama bukan? Tapi apa hanya itu alasan nya bereinkarnasi?


"Oi Zion! Kau kesambet?"


"HUWAAA!!!!"


Zuka tiba tiba bertanya sambil merangkul pundak Zion, membuat pemuda ber manik ruby itu terkejut bukan main.


Zion mencoba menenangkan dirinya dari keterkejutan. Di sisi lain, sang pelaku justru tertawa terbahak bahkan sampe guling guling melihat reaksi dan ekspresi wajah Zion saat itu.


Pemuda bermanik ruby itu menatap kesal. "Ha ha. Lucu ya hah? Mau aku jantungan? Mau jantung ku copot? Gak ada yang jual jantung disini tau!"


Sedangkan Zuka mencoba menghentikan tawa nya. Ia mengusap air mata yang sedikit mengalir karena dirinya tertawa berlebihan tadi.


"Maaf maaf.. Habisnya ekspresi mu lucu banget! Tapi jantung pisang ada kan?" Ucap Zuka sambil mengatur nafas.


Perempatan imajiner langsung muncul di dahi Zion. "Kau pikir aku ini apa hah?!"


Sungguh, masa jantung nya mau diganti sama jantung pisang. Nanti kalo berbuah gimana?


"Maaf maaf aku hanya bercanda." Ucap Zuka sambil menepuk nepuk pundak Zion. Ia melanjutkan. "Ngomong ngomong kenapa kau bicara sendiri tadi? Kesambet? Kau sehat kan?"


Zion yang mendengar itu terkekeh pelan. Jujur saja ia tidak sadar bahwa dirinya menyuarakan isi pikiran nya tadi.


"A-aku baik baik saja! Gak kesambet juga. Aku cuma mikirin beberapa hal aja."


"Tentang alasan mu datang ke sini?" Sela Rio.


Zion melirik nya. Sungguh, ia ingin menyumpal mulut anak itu.


Walau pertanyaan nya memang benar, tapi menyebalkan juga jika dia membongkar semua rahasia yang sudah susah payah ia rahasiakan selama ini.


Jelas tidak mungkin ia menanyakan hal itu di depan kedua teman nya yang lain bukan?


"Tidak, hanya memikirkan materi apa yang akan ku ajarkan saat sudah sampai Star Magic Academy nanti." Bohong Zion.


Kebohongan yang sungguh jelas.


Hali dan Zuka saling memandang. Mereka tau jelas Zion menyembunyikan sesuatu. Tapi yang lebih membuat mereka penasaran, apa yang Rio maksud dengan alasan kedatangan Zion?


Dalam hati mereka ingin bertanya, tapi melihat bagaimana ekspresi kesal Zion, mereka memutuskan untuk tidak menanyakan nya.


"Kau pasti kesulitan mengatur murid murid itu kan? Biar ku bantu boleh? Sesampai nya ke sana masa langsung jadi murid kan gak seru." Ucap Zuka sambil merangkul Zion.


"Setidaknya ada yang membantu mu. Terlebih lagi saat menghadapi saudara ku yang lain." Sambung Hali.


"Terimakasih..." Ucap Zion Pelan.


Hali dan Zuka tersenyum melihat itu.


Namun sayang nya, hal itu tidak bertahan lama.


'Hati hati. Aku merasakan ada yang mengawasi kalian.' ujar Nero secara tiba tiba membuat Zion langsung waspada. Diam diam ia mengaktifkan sihir nya dan bersiap untuk menyerang.


"Hey... Monster apa yang mirip manusia serigala?" Tanya Zion menarik perhatian lainnya.


Zuka langsung menjawab. "Tentu werewolf. Ada apa?"


"Bentar lagi mereka datang" Kata Zion sedikit memerankan suara nya. Tapi lainnya justru menatap tak percaya.


Mereka cukup terkejut dengan pemberitahuan yang terlalu mendadak seperti itu. Dan saat itu juga, mereka langsung mengaktifkan sihir nya. Dan benar saja, seekor werewolf melompat keluar dari semak semak.


Namun sepertinya itu bukanlah werewolf biasa. Ukuran tubuh nya yang dua kali lipat dari ukuran werewolf pada umumnya dan simbol bulan sabit di kepala nya yang menjadi tanda werewolf itu di bawah kendali Inimicus.


Seperti nya Avren benar-benar kesal karena kehilangan semua barang berharga nya sekarang. Saking kesal nya sampai mengirim makhluk seperti itu untuk menyerang mereka.


"Tapi hanya satu, sementara kita ber empat. Kurasa akan cepat selesai kan?" Ujar Zuka.


Namun Rio menggeleng pelan. " Tidak. Ini berbeda dengan werewolf lain. Kemampuan nya jauh di atas lainnya. Ditambah dengan sihir ketua Inimicus itu, dan kekuatan dari rasa iblis, kemampuan nya meningkat berkali kali lipat."


AUUUUU!!


Serigala itu melolong dan langsung berlari menuju ke arah mereka dengan cepat. kuku kuku depan nya seketika berubah menjadi warna hitam yang berkilau terkena cahaya bulan.


melihatnya saja sudah cukup menjelaskan betapa tajam nya kuku monster itu. bagaimana jika mengenai mereka?


"Sepertinya akan merepotkan..." ucap Zion pelan.


"setidaknya bisa jadi hiburan." ujar Rio yang kebetulan ada di dekat nya.


"ya... kalo kau gak di ngap duluan sama tuh makhluk. "


"yang ada kau yang di ngap duluan. daging mu kan lebih enak."


"gak lah... kau dulu."


"kau dulu!"


TRANG


Keduanya terkejut saat mendengar suara dentuman benda tajam. Melihat Hali di depan mereka sedang menahan serangan dari monster itu dengan pedang nya.


Jika saja pemuda itu tidak disana tadi, sudah dapat dipastikan bahwa mereka berdua akan terkena serangan monster itu tadi.


"bisa serius gak? Debat nya tunda dulu" ujar Hali sambil mengalirkan aris listrik membuat werewolf itu menjerit kesakitan, sebelum kemudian melompat menjauh.


Hali yang tidak mau menyia nyiakan kesempatan langsung menegaskan pedang nya pada monster itu.


ROAR!!!


Raum werewolf itu saat menerima serangan telak dari pemuda pengendali elemen petir itu.


namun yang terjadi selanjutnya justru membuat mereka terkejut. Monster itu terlihat baik baik saja tanpa luka sedikit pun di tubuh nya.


"tidak mungkin. serangan ku tidak mempan!"


TBC