Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
84. Serangan Serigala Part 2



Zuka mengerenyitkan dahi saat melihat perubahan sikap Zion. Dari tekanan sihir dan ekspresi nya, sepertinya ada sesuatu yang tidak beres. "Ada apa?" Tanya Zuka.


"Kayaknya kita punya tambahan target latihan deh. Ada sukarelawan buat kita bunuh."


Dan tepat saja, lima ekor serigala melompat keluar ke hadapan mereka. Serigala serigala itu menggeram, menunjukkan gigi gigi tajam mereka, tanda siap untuk menyerang.


"Wah wah... Waktunya bermain..."


Kelima serigala itu berlari dengan kencang menuju arah Mereka sambil membuka mulutnya bersiap untuk menggigit. Namun, Zion langsung menggunakan sihir pelindung untuk memblokir serangan para serigala itu.


Di sisi lain, Ren dan Rio langsung meluncurkan serangan dari belakang serigala itu dan memunculkan pedang dari sihir kegelapan mereka.


"Mati kau!!" Seru keduanya dan menebaskan pedang mereka, memotong tubuh dua serigala hingga tubuh serigala itu terbelah.


Darah menyembur dari mayat kedua makhluk yang baru saja mereka bunuh.


"[Sihir api: bola api]!!" Di sisi lain, Zuka menembakkan bola bila api dari lingkaran sihir nya. Tampak beberapa serigala mencoba menghindari serangan Zuka, namun pemuda ber rambut putih itu dengan segera mengendalikan bola bola api serangan nya dengan sihir dan berbalik kembali menyerang serigala itu.


AAAUUUUUU!!!!


Lolongan kesakitan lepas dari mulut salah satu serigala yang terkena serangan itu. Api dengan cepat membakar tubuh makhluk itu hingga hanya menyisakan abu dari pembakaran nya.


"Hmm~ bau daging bakar yang enak. Jadi laper. Kalo buat sate enak nih." Ucap Rio saat mencium aroma daging yang terbakar.


Ren dan Zuka menatap datar. "Sempet sempet nya mikir makanan di saat gini."


Mendengar itu, sang pemuda hanya tertawa garing. Namun, sayang nya itu juga membuat nya lengah dengan apa yang ada di sekitar nya.


Dua ekor serigala melompat dan siap menerkam nya dari belakang. Sekali lagi diri nya lalai dan benar-benar tidak menyadari itu.


"RIO!!" Seru Ren panik. Sedangkan Rio hanya bisa menutup mata nya melihat itu.


"[NonMagic: jaring baja]!!"


Darah menyembur membasahi tanah dan pakaian Rio. Beruntung, Zion segera membunuh para serigala itu dengan sihir nya. Potongan potongan daging berserakan di tanah akibat serangan pemuda bernetra ruby itu.


Jika saja Zion tidak segera membunuh para serigala itu, mungkin Rio sudah dimakan tadi.


"Rio! Kau baik baik saja? Tidak ada yang luka kan?" Tanya Ren dengan ekspresi wajah yang khawatir.


"Iya aku baik baik saja." Rio memandang ke arah Zion. "Terimakasih karena sudah menyelamatkan ku lagi."


Zion tersenyum. "Tidak masalah!"


Eerrrr....


Seketika mereka berbalik saat mendengar suara geraman dari belakang mereka.


Betapa terkejut nya mereka saat melihat tubuh paran serigala itu kembali menyatu dan membentuk seekor serigala berukuran besar.


Bagaimana bisa? Sihir macam apa itu?


"Sialan... Ayo kita-"


BLAR!!!


Kata kata Zion terpotong saat secara tiba tiba petir merah menyambar di hadapan mereka dan menghanguskan tubuh para serigala itu tanpa sisa.


serangan yang sungguh dasyat... bahkan sampai tercipta kawah pada tanah tempat serangan itu tadi.


Semuanya tampak tercengang melihat serangan yang begitu mendadak muncul di hadapan mereka. beruntung, mereka tidak ikut terkena serangan itu, mengingat jarak antara mereka dan serangan itu cukup dekat. Jika tidak, nasib mereka pasti akan sama dengan para werewolf itu.


Saat berikut nya, mereka menoleh ke samping, menatap horor pemuda yang sedang bersandar pada batang pohon dengan tangan terulur ke depan dan lingkaran sihir merah terang yang mulai menghilang.


"Sadis amat..."


"Ngeri woy."


"Keren..."


Ucap keempatnya sambil menatap tak percaya tapi juga kagum di saat yang bersamaan. Sementara orang yang di tatap justru bersikap santai seolah itu memang sudah biasa ia lakukan.


Ini karena perbedaan level, atau mereka nya saja yang terlalu cepat merayakan sesuatu yang belum benar benar tuntas?


"Biasa aja. Lagipula harusnya kalian lebih berhati hati." Ujar Hali dengan nada datar. Se datar muka nya.


DUAR!!!


Namun sayangnya, masalah masih belum selesai di situ. Terdengar suara ledakan dari desa dan ke bulan asap membumbung tinggi. Hanya dengan melihat itu saja mereka sudah tahu jika ada monster datang ke desa itu.


Rio berdecak kesal. "Dasar pengacau. Aku yakin lagi lagi itu monster suruhan ketua ras Inimicus."


"Selain itu, monster yang datang kali ini monster tingkat atas. Energi sihir nya begitu kuat." Sambung Zion.


"Jika begitu cepat kita tolong para warga!" Ucap Zuka. Langsung saja, mereka berlari menuju arah desa.


Sesampainya di sana, mereka tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut. Desa itu telah hancur. Semua dekorasi dan persiapan festival malam nanti telah hancur terbakar. Desa yang tadinya indah dengan banyak nya hiasan dan keceriaan penduduk, kini berubah menjadi tempat yang mengerikan dengan rumah dan toko toko yang terbakar. Bahkan patung yang dijadikan puncak acara festival itu kini sudah hancur berantakan.


Terlihat beberapa tubuh manusia yang tergeletak di tanah, namun sayangnya mereka sudah terbunuh.


Ren tampak mendekati salah satu tubuh orang di sana. Ia tampak meneliti tubuh mayat itu, kemudian terkejut saat melihat sebuah luka di punggung nya.


Luka seperti tusukan di punggung dan warna kulit yang mulai menghitam di sekitar nya, ia tau jelas siapa pelaku penyerangan ini.


"Manticore."


Keempat pemuda itu mengalihkan pandangan nya pada Ren.


"Yang satu ini pasti lebih berbahaya. Tapi, dimana semua warga?" Tanya Zuka. Melihat bagaimana desa ini porak poranda karena serangan monster itu, membuat nya kembali teringat pada kenangan lama nya.


Saat dimana dia kembali dan kota tempat tinggal nya hancur berantakan akibat serangan monster dan ras Inimicus.


Saat dimana ia harus melihat seluruh rakyat, bahkan orang tua nya terbunuh.


Saat dimana ia gagal menyelamatkan semua orang yang ia sayangi. Ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi.


Tanpa sadar, tubuh Zuka sedikit gemetar setelah melihat semua itu. Ia berharap warga desa ini selamat.


"Zuka."


Zuka tersentak saat secara tiba tiba ada yang menyentuh bahu nya. Ia menoleh dan melihat sepasang manik ruby yang menatap nya lembut.


"Semuanya pasti sedang mengungsi sekarang. semua akan baik baik saja. Tidak akan ku biarkan hal itu terjadi lagi." Ujar Zion.


Zuka menarik nafas panjang dan menghembuskan nya. Dalam pikiran nya terlintas apa Zion memiliki kemampuan telepati sehingga tau isi pikiran nya seperti itu?


"Terimakasih." Ucap Zuka. Ia tidak salah menjadikan Zion sebagai keluarga nya. "Kak" Lanjutnya pelan.


"Tadi kau bilang apa?" Tanya Zion yang tidak terlalu jelas mendengar kata terakhir yang Zuka ucapkan karena terlalu pelan.


Dengan cepat Zuka menggeleng. "Tidak ada!"


"Jangan bo-"


"AWAS!! MONSTER ITU DATANG!!!!"


TBC