Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
97. "Semuanya Akan Baik Baik Saja"



Zion menarik nafas panjang mencoba menenangkan dirinya.


"Jika seperti ini terus, kami bisa kalah..."


Puk


Terasa seseorang yang menepuk pundak nya dari belakang, membuat Zion berbalik. Hal pertama yang ia lihat adalah senyuman dari pemuda ber rambut putih yang entah sejak kapan ada di belakang nya.


"Semuanya akan baik baik saja." Ujar Zuka dengan nada ceria.


"Ya, kau yang sudah membawa kami semua sejauh ini. Gak asik dong kalo kamu nyerah gitu aja di saat saat gini." Sambung Rio di samping nya di ikuti Ren yang ada di belakang nya tersenyum lembut pada Zion.


"Kita hadapi bersama."


"Yoi!" Ujar Hali yang langsung di setujui oleh Leo.


Zion tersenyum tipis. Di satu sisi ia senang ada teman teman yang setia membantu nya sampai saat ini. Jika tanpa bantuan mereka, entah ia bisa sampai sejauh ini atau tidak.


Tapi di sisi lain, Zion juga bingung. Dari mana mereka muncul? Tau tau nongol di dekatnya gitu kalo di pikir pikir kok serem juga ya?


Zion menarik nafas panjang dan menghembuskan nya lagi. Ya..


Ia tak bisa berhenti di tengah pertarungan bukan? Lagipula ini juga sudah menjadi tugas nya. Untuk menyelamatkan dunia ini.


"Baiklah, ayo maju teman teman!!"


"YOSH!!"


Seru Zion di sahut sorakan teman teman nya. Tanpa ragu maupun takut mereka berlari sembari meluncurkan serangan andalan masing masing. Bukannya raut wajah khawatir, tapi senyuman dan kepercayaan yang terukir di wajah mereka.


Semuanya akan baik baik saja.


Mereka pasti bisa.


Hujan mengguyur semakin deras. Petir bergemuruh di atas sana. Angin pun tidak mau ketinggalan menerpa mereka dengan kencang. Di tengah cuaca yang ekstrim dan gelapnya malam hari. Suara dentuman dan teriakan yang begitu mengerikan terdengar. Tapi tidak bagi mereka.


Ini bukan saatnya untuk takut.


Ini bukan saatnya untuk menyerah.


Berlari menembus derasnya hujan dan mengayunkan senjata serta sihir mereka. Di tengah malam yang gelap, iris mata merah ruby Zion berkilau. Perlahan berubah warna menjadi merah darah dengan pupil kucing menatap tajam pada setiap lawan yang menghadang nya.


'Aku harus mengakhiri semua ini.'


Zion mengayunkan pedang nya, memotong tubuh seekor iblis dengan ukuran tubuh yang cukup besar menghadang di hadapan nya. Darah menciprat mengenai wajah nya bercampur dengan air hujan yang kemudian menghilang.


Bola bola sihir berwarna hitam berjatuhan dari langit telat di hadapan lingkaran sihir yang membentang di angkasa. Sekali lagi, Zion mengaktifkan sihir pelindung nya yang ia gunakan bukan hanya untuk melindungi dirinya, tapi juga setiap anggota pasukan dari pihak nya.


"Aku mohon bantuan mu, Nero! "


Tanpa buang waktu, Nero mengangguk setuju. Ia sudah lama menunggu ini. Jadi, tentu saja ia tak akan menyia nyia kan nya bukan?


"Saatnya kalian mati!!!!"


"AAKKHHHHH!!!!!" Jeritan kesakitan terdengar dari Ren, Rio dan Zuka. Avren menggunakan segel bulan di tubuh merek dan menyerap sihir nya. Zion berdecak kesal. Ia juga merasakan hal yang sama, tapi dirinya masih bisa menahan nya sampai saat ini.


Tapi tentu ia tak akan membiarkan teman teman nya kesakitan seperti itu bukan?


"NERO SEKARANG!!!!!" Seru Zion.


'Baiklah!' jawab naga itu mantap.


Zion tersenyum puas. Ia senang untuk kali ini rekan nya itu bisa bekerja cepat.


Cahaya merah pudar menyelimuti tubuhnya, Zuka, Ren dan Rio. Perlahan namun pasti, simbol bulan sabit di tubuh mereka mulai menghilang. Ini tentu membutuhkan tenaga yang besar, tapi demi teman teman nya yang sudah setia membantu sampai saat ini, sepertinya semua itu sepadan.


Di sisi lain, Avren yang mengetahui segel bulan yang ia buat mulai hancur berdecak kesal. Sebelumnya ia tak mengira jika segel bulan yang ia buat bisa hancur seperti ini.


"Keterlaluan!!!" Avren mengarahkan tangan nya ke depan, rantai rantai bermunculan dan mulai menyerang dari berbagai arah. Zion terus mencoba menghindari serangan itu.


Namun, tanpa ia sadari dari samping nya, sebuah rantai meluncur dengan cepat ke arah nya membuat Zion sedikit kesulitan menghindar.


BLAM!


Pemuda itu menutup matanya saat secara tiba tiba ledakan terjadi. Di sampingnya, Alex menggunakan sihir bayangan nya untuk menahan dan menghancurkan rantai itu. Ia berbalik dan menatap Zion serius.


"Cepat pergi! Biar aku yang atasi rantai rantai ini!"


Zion mengangguk mengerti dan melanjutkan larinya. Sudah semakin dekat dirinya dengan Avren. Bagaimanapun caranya ia harus bisa mengalahkan pemuda itu.


"[NonMagic:manipulasi molekul]" Lingkaran sihir terbentuk mengangkat dan mengubah batu batu di sekitarnya menjadi pisau belati yang kini melayang di sekitar Zion.


Langkah kaki nya semakin cepat. Senjata yang ada di sekitarnya ia arahkan pada lawan nya yang langsung menghindar. Tanpa ia sadari, pemuda bermanik hitam itu meluncurkan serangan dari belakang nya yang sukses menyayat pipi Zion.


Darah mengalir dari luka di pipi nya membuat Zion refleks menutup menyipitkan mata nya menahan sakit yang menjalar. Dengan cepat Zion langsung mengaktifkan sihir penyembuh nya untuk menyembuhkan luka nya itu. Ia membuka mata nya lagi untuk melihat pergerakan lawan nya. Ia melihat senyuman terukir di wajah Avren yang kemudian kembali meluncurkan serangan nya.


Zion langsung menghindar dan berbalik meluncurkan tendangan dari belakang Avren yang membuat pemuda itu langsung jatuh tersungkur. Belum cukup sampai situ, Zion juga melemparkan dua buah belati di dekat nya pada Avren. Namun sayangnya berhasil di tangkis oleh rantai yang Avren kendalikan.


Dengan cepat pemuda bermanik hitam itu kembali bangkit dan kembali menyerang Zion. Ia mengulurkan tangan nya ke depan, membuat lingkaran sihir dan langsung menembakkan bola sihir berwarna hitam pekat pada lawan nya.


Zion mencoba menghindar. Bola sihir yang Avren tembakkan langsung membuat ledakan besar begitu menyentuh tanah. Kebulan asap membumbung menghalangi penglihatan Zion.


Tanpa buang waktu lagi, Avren langsung mengambil kesempatan menendang perut Zion hingga membuat nya terjatuh, terbaring di tanah. Darah mengalir dari sudut bibir nya. Zion mencoba untuk bangkit sambil menahan rasa sakit di perutnya.


"Kupikir kemampuan mu begitu hebat, ditambah dengan sihir penyembuh mu, sepertinya tidak masalah jika aku sedikit bermain main. "


Zion terdiam. Ia mengangkat wajah nya melihat tatapan Avren yang tajam dan senyuman yang mengerikan membuatnya merinding. Di tambah posisi nya sekarang yang sungguh tidak menguntungkan.


"Siap untuk menghadapi kematian?"


TBC