
"Kau sendiri yang menghancurkan nya bukan Zion!!" Bentak Kei kesal. Ingatlah emosi pemuda itu masih belum stabil.
Neily terdiam. Tak ada guna nya lagi jika melawan dengan kata kata. " Baiklah jika itu yang kalian mau."
Lingkaran sihir terbentuk di bawah kaki Neily. Hali yang menyadari itu langsung menjauh dari gadis itu. Dan benar saja, air menyembur kencang membentuk pelindung, membuat ketujuh pemuda itu langsung menghindar.
"Aku tak akan biarkan orang itu hidup dengan tenang!!" Seru Neily. Lingkaran sihir terbentuk di sekitar nya, bola bola air bermunculan membentuk berbagai macam senjata air yang kemudian memadat, namun tidak merubah bentuknya menjadi es. Neily langsung saja mengarahkan senjata buatan nya untuk menyerang.
Kei membulatkan mata. Melihat skill sihir yang Neily buat. Tekniknya hampir sama seperti apa yang Catelly Cirva buat saat melawan Zion dulu. "Dia sudah gila ya?"
"Tak akan ku biarkan." Ice yang biasanya diam dan cuek pada keadaan, kini justru maju lebih dulu dan segera mengaktifkan sihir nya. "[Sihir es: panah es]"
Suhu dingin menyebar membekukan serangan Neily cirva. Panah panah yang Ice luncurkan langsung menghancurkan semua serangan Neily dengan mudah.
Gadis itu terlihat semakin kesal. Orang yang dulunya ia kagumi kini justru menjadi musuh nya yang mencoba mengalahkan diri nya. Dan semua tak akan jadi seperti ini jika bukan karena Zion. Itulah yang Neily pikirkan.
Api dendam yang sudah membawa nya pada kegelapan dan baru akan puas setelah membalaskan apa yang menjadi sumber dendam itu terbentuk. Tidak ada lagi kata ampun atau keinginan untuk menghentikan nya. Ditambah lagi keterlibatan nya dengan rasa Inimicus membuat keinginan nya untuk membunuh Zion semakin besar.
Ice terus mengarahkan serangan nya pada gadis ber rambut pendek itu. Dirinya tidak bisa tinggal diam lagi sekarang. Semua ini berawal dari diri nya, dan dia juga yang akan mengakhiri nya.
Ia tau tidak seharusnya menyalahkan diri sendiri akan hal ini. Tapi bagaimanapun dirinya juga terlibat sejak awal.
'Aku tidak ingin Zion celaka karena masalah ini. Aku tidak akan membiarkan Neily meneruskan rencana nya.' Ice menatap tepat pada mata gadis di hadapan nya. Dengan lincah, tubuh nya terus menghindari serangan, namun pandangan nya masih tetap terpaku pada gadis itu.
Lingkaran sihir berukuran besar berwarna biru muda terbentuk di hadapan nya. Tangan kanan nya ia arahkan ke depan dan mulai melafalkan kata kata sihir. "[sihir es: golem es]"
Es es sajam bermunculan di atas lingkaran sihir itu, semakin meninggi membentuk tubuh seperti manusia berukuran besar. Pangeran elemen yang lain terlihat kagum melihat sosok yang Ice buat. Mereka tidak tau jika saudara mereka bisa menggunakan skill untuk membentuk golem es seperti itu.
Zion yang baru saja menghancurkan tubuh Estra berbalik melihat sosok es besar yang pemuda ber manik biru muda itu buat.
"Wah wah... Ternyata kau sudah membangkitkan sihir mu, Ice." Gumam Zion kagum.
Sementara, Neily yang melihat itu justru terlihat cukup ketakutan. Wajah nya memucat seketika dan tubuhnya sedikit gemetar. Sepertinya dia telah membuat keputusan yang salah.
Tapi sayangnya Neily masih belum menyerah sampai situ. Neily mengepalkan tangan nya kesal. Ia kembali membentuk sihir dan langsung menyerang golem milik Ice.
Berbagai macam senjata air kembali di arahkan untuk menyerang. Tapi sayangnya bisa di hentikan dengan mudah karena suhu udara yang ikut menurun di sekitar golem itu.
Ice tersenyum tipis. Di saat suhu menurun seperti ini, kemampuan nya justru akan meningkat. "Apa kau menyerah Neily? Aku baru mulai loh... Kurang seru kalo nyerah sekarang."
"Siapa juga yang mau nyerah!!" Gadis itu langsung mengarahkan tangan nya ke depan. Namun, sihir nya justru tidak bisa di gunakan. Ia langsung melemparkan pandangan pada Zion yang berdiri cukup jauh dari nya. Apa mungkin Zion menggunakan skill yang sama seperti apa yang ia lakukan dulu?
Tapi tidak, bukan itu. Zion justeru menatap tajam ke arah Neily. Ia merasakan energi sihir di dekat tubuh gadis itu. Semakin kuat. sepertinya akan mulai menyerang.
Saat ia mengetahui sihir siapa itu, Zion langsung berteriak memperingati teman teman nya.
"SEMUANYA CEPAT MENYINGKIR DARI SANA!!" Seru Zion. Dengan cepat, semuanya langsung menghindar menjauhi gadis itu.
Krekk
BLAR!
Golem es milik Ice mendadak hancur berkeping-keping keping. Rantai bermunculan di mana mana mengitari dan mengikat Neily.
Gadis itu tampak panik, tapi tidak bisa melepaskan diri nya dari ikatan rantai rantai itu. Menggunakan sihir nya pun tak bisa.
"Apa yang terjadi? Rantai apa ini?" Tanya Kei terkejut.
Alex memperhatikan rantai itu. Itu bukanlah rantai biasa. Tapi bagaimana bisa muncul secara tiba-tiba seperti ini?
"AAAKKKHHHHH!!!!!!!"
Seketika semua pandangan tertuju pada satu orang yang menjerit kesakitan. Perlahan rantai yang tadinya mengikat tangan dan kaki Neily, kini sudah mengikat seluruh tubuh nya dengan kuat.
"Neily!"
Zion mencoba menolong gadis itu, namun langsung di cegat oleh Alex. Tentu saja ia tak akan membiarkan sahabat nya itu membahayakan dirinya untuk orang yang bahkan sudah mencoba mencelakai nya berkali kali.
"Jangan mendekat Zion!"
Zion menghentikan langkah nya. Bukan hanya karena Alex yang mencegah nya, namun juga karena darah yang menciptakan keluar dari gulungan rantai rantai yang mengikat gadis itu.
Tubuh Neily Cirva telah hancur.
Darah menetes membasahi tanah, membentul kolam darah yang cukup mengerikan.
"Neily..."
Masih tak percaya, keenam pangeran elemen hanya menatap genangan darah itu tanpa bisa melakukan apapun.
Namun di tengah situasi yang cukup mengejutkan ini, sebuah suara, yang sebenarnya tak ingin Zion dengar justru muncul dan membuat nya semakin kesal.
"Bagaimana Zion? Aku sudah membantu mu menyingkirkan orang yang berniat jahat pada mu. Cukup bagus bukan? Hahaha..."
Zion terdiam. Apa dia kira ini lelucon?
"Bantuan... Kau bilang? Dengan menghabisi orang lain seperti ini kau bilang bantuan?"
"Hanya melihat kematian satu orang saja sudah membuat mu marah. Bagaimana jika... Aku menghabisi semua orang di medan perang? Khususnya pemuda ber rambut putih itu."
Tangan nya mengepal kuat. Nafas nya mulai tak beraturan. Amarah mulai muncul begitu makhluk itu mengaitkan keluarga nya. "Tak akan ku biarkan kau mencelakai Zuka!"
"Coba saja cegah jika kau bisa."
Angin berhembus bersamaan dengan hilangnya suara dan rantai rantai itu. Mata para pemuda itu tertuju pada satu orang yang kini mengelakkan wajah nya. beberapa dari mereka masih belum mengerti tentang situasi ini. tapi apapun itu, yang jelas membuat Zion sangat marah. dan ketua ras Inimicus itu pasti ada hubungan nya juga dengan masa lalu Zion.
Siapa yang sosok itu maksud sampai membuat Zion seperti ini?
"Zuka pasti baik baik saja." Ucap Hali sambil menepuk pundak Zion.
Zion menarik nafas panjang, lalu menghembuskan nya dengan perlahan, mencoba untuk menenangkan dirinya dan kembali menjernihkan pikiran nya.
"Ayo kita ke medan perang sekarang." Ucap Zion dengan nada serius. Tanpa membantah atau bertanya lagi, lainnya pun mengangguk setuju.
Pertarungan sesungguhnya akan di mulai sekarang.
TBC