Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
131. Jangan nyanyi malam malam



"Aku ingin begini... Aku ingin begitu... Ingin ini ingin itu banyak sekali~ semua semua semua dapat di lakukan. Dapat di lakukan dengan Leo yang ganteng~" Leo bernyanyi santai sambil memainkan bola api di tangan nya. Seolah tak memiliki rasa takut sama sekali, padahal sekarang mereka sedang ada di dalam hutan.


"Wush jangan nyanyi malam malam ntar di datengin hantu loh." Ucap Avren sambil menepuk pundak Leo.


Leo terkekeh. Ia memandang tak percaya. "yakali... Percaya aja sama yang gituan. Nyanyi mah bebas di mana aja kali Av..."


"Terserah kau saja. Nanti ada yang ngikutin loh." Avren sedikit menjeda ucapan nya. "Lagipula apa kau tidak takut? Ini sudah malam loh.. Ditambah kita berjalan di tengah hutan." Lanjut nya.


Leo memandang sekitar. Suasana gelap dan cukup menyeramkan memang benar, suasana sekitar merek cukup menakutkan. Tapi Leo justru tersenyum. Ekspresi nya begitu santai seolah dia tak takut sama sekali.


"Santai aja lah... Kalo ada hantu, bakal ku bakar sampai habis tak tersisa. Jangan remehkan pangeran api yang satu ini." Ujar Leo sombong sambil memunculkan bola api di tangan nya.


Krekk


Suara ranting patah terdengar membuat mereka melambatkan langkah dan memperhatikan sekitar. Namun, tak ada apa apa di sana. Hanya suara serangga yang terdengar memecah keheningan di tempat itu.


"Ada orang di sini? Atau... Hantu?" Tanya Avren yang sudah mempersiapkan sihir nya.


"Seperti sebelum nya, semua hantu di sini pasti palsu. Zion hanya menakut nakuti kita..." Ujar Leo percaya diri. Menurut pengalaman nya dulu, semua hantu yang mereka temui itu palsu dan hanya untuk menakut nakuti mereka. Jadi, untuk apa takut?


Ya... Itulah yang di pikirkan Leo.


"Hhhiiiiii hi hi hi hi hiiiii...."


Suara lirih tiba tiba terdengar membuat bulu kuduk mereka berdiri seketika. Angin dingin seakan berhembus dari belakang mereka.


"I-itu pasti cuma rekaan Zion. Hahaha..." Leo tertawa garing mencoba mencairkan suasana. Tapi sayang, berbanding terbalik dengan tubuh nya yang gemetar.


"Kalo takut gak usah di tutupin. Kebohongan mu jelas banget tau." Pandangan Avren terarah pada kaki Leo yang gemetar.


"Siapa bilang aku takut? Tentu saja ti-"


Tes...


Cairan merah berbau amis mengotori tangan nya. Ia memandang ke depan, dimana Avren terlihat ketakutan sambil menunjuk ke belakang Leo.


"J-jangan bercanda dong... Ini pasti salah satu kejahilan Zion kan?" Tanya Leo terbata. Dalam hati ia sungguh berharap ini hanya salah satu dari apa yang Zion rancang untuk menakut nakuti mereka.


Avren menggeleng. Detik itu juga Leo langsung menarik tangan Avren dan berlari secepat kilat.


"[Sihir api: pendorong api]!!" Api berkobar di belakang Leo yang juga menjadi pendorong untuk nya berlari lebih cepat. Sedangkan Avren yang do tarik hanya bisa pasrah mengikuti pemuda itu.


*****


Di balik sebuah pohon, Leo menyandarkan punggung nya pada batang pohon sambil mencoba mengatur nafas nya yang memburu. Tubuh nya masih gemetar dengan keringat yang membasahi dirinya.


"Hantu beneran... Itu hantu beneran... Itu beneran hantu... Itu tadi hantu loh..." Gumam Leo.


"Aku juga tau itu hantu kali! Ditambah, sepertinya itu bukan hantu biasa."


Leo mengernyitkan dahi. "Bukan hantu biasa?"


"Ya, dari sihir di sekitar nya... Mungkin makhluk spirit dengan level 6 atau 7." Jelas Avren.


Yang benar saja! Hantu beneran ada dalam uji nyali ini? Leo kira awalnya hanya uji nyali biasa dengan semua hantu palsu dari guru atau teman teman Zion yang menyamar. Tapi tidak, semua hantu di sini asli.


"Apa yang harus kita lakukan? Aku ingin pulang..." Lirih Leo. Avren justru menatap datar.


"Bukannya tadi kau bilang 'Santai aja lah... Kalo ada hantu, bakal ku bakar sampai habis tak tersisa. Jangan remehkan pangeran api yang satu ini' nah, silahkan lawan."


Oke, senjata makan tuan. Sakit juga kata kata yang ia lontarkan justru kembali kepada dirinya sendiri.


Leo terdiam. Jujur saja, dia tidaklah seberani seperti apa yang ia tunjukkan pada semua orang selama ini. Ada rahasia yang hanya dirinya dan saudara nya yang tau. Rahasia tentang ketakutan sekaligus kelemahan seorang Leo yang selama ini di rahasiakan dari semua orang.