
Terkadang, jadi pusat masalah atau perdebatan itu tidak enak ya.
Saat dimana dirinya menjadi sebab dari permasalahan dan perdebatan yang tidak tau kapan akan berhenti.
Lebih menyebalkan lagi jika mengatai nya atau mengatakan hal hal buruk tentang dirinya dan itu di katakan tepat di hadapan nya sendiri.
Terkadang Zion berfikir, ia lebih memilih untuk mati daripada mendengarkan ocehan kedua gadis ber ikat dua yang sedari tadi terus memperdebatkan dirinya.
Ayolah.. Zion sudah cukup lelah tidak tidur beberapa hari ini dan harus melatih murid murid Hero Class dan Beast Akademi. Apakah ia juga harus mendengarkan ocehan dua bocah ini terus menerus?
Hey, tidak adalah yang mau berbaik hati melarai atau setidaknya menenangkan mereka agar dirinya dapat beristirahat walau sebentar?
"Haah..." Zion hanya menghela nafas sambil duduk bersandar di dinding pembatas Colloseum mendengarkan perdebatan kedua gadis kecil itu.
Entah apa yang harus ia lakukan untuk menghentikan pertengkaran mereka. Ia juga tidak bisa bersikap seenaknya apalagi di hadapan putri kerajaan beast.
"Sudah kubilang kak Zion itu walau cebol tapi hebat! Jangan meremehkan nya walau dia cebol!!"
"Hebat dari mana nya? Tingginya saja sama dengan anak perempuan di sekolah ini. Gak jauh lebih tinggi dari kita. Jelas kemampuan nya juga rendah!"
"Jangan seenaknya saja kau mengejek kakak ku! Kau belum tau kemampuan nya!!"
"Baiklah, kalo gitu aku mau duel melawan mu! Kamu juga latihan dengan nya kan? Kalo kamu menang, aku akan percaya kalo kakak cebol itu kuat. Tapi kalo kalah, kamu harus setuju dia cuma kakak cebol!"
"Oke baiklah siapa takut?! "
Zion yang mendengar kedua gadis itu memutuskan seenaknya, 'setidaknya tolong jangan sebut kata itu terus menerus...'
Tiba tiba Leo datang dan melarang kedua gadis itu. "Permisi, gadis gadis.. Tapi kami akan memakai colloseum ini"
Mendengar itu, tatapan tajam langsung mereka lemparkan pada pemuda bermanik jingga itu.
"Diam! Gak usah ikut campur! Ini urusan. Perempuan!" Bentak Yanata dan Yiva. Leo pun langsung bungkam dan mengundurkan diri.
Ingatkan dirinya untuk tidak ikut campur saat ada dua kucing, eh, gadis yang sedang bertengkar.
Namun, Zion baru menyadari sesuatu. Ada seseorang yang hilang di sini.
"Yiva, dimana raja Girori?" Tanya Zion.
"Ruang kesehatan. Kaget sampe encok tuh pinggang karena suara petir." Jawab Yiva apa adanya.
Zion sedikit menghela nafas. Semoga ia tidak terkena masalah nanti.
"Sudahlah kak Zion! Sekarang mulai saja duel antara aku dan Yanata!" Ujar Yiva tegas.
"Iya tapi-" Terlambat. Belum selesai Zion bicara, kedua gadis itu sudah ada di tengah arena.
Seenaknya saja memutuskan sendiri!
Mau tidak mau, semua murid Hero Class dan Beast Akademi pun keluar arena dan duduk di bangku penonton.
Rendrano, Reon dan Girori yang baru saja datang pun sedikit heran. Kenapa malah Yanata dan Yiva yang ada di tengah arena, bukannya murid murid yang akan mengikuti pelatihan?
Zion yang melihat ketiga pria itu pun menjelaskan semua kejadian nya dengan detail. Mulai dari awal hingga akhir alasan mengapa Yanata dan Yiva sampai bertengkar seperti itu.
Mendengar penjelasan Zion, ketiganya hanya bisa geleng geleng kepala. Entah mengapa dalam pikiran mereka terbesit kalimat 'semoga kau di beri kesabaran menghadapi masalah ini.'
Sementara, Yanata dan Yiva masih saja bertengkar. Zion pun menepuk tangan nya menarik perhatian kedua gadis itu.
"Baiklah, duel akan di mulai sekarang. Aku akan menjelaskan peraturan nya terlebih dahulu. Pertama, dilarang membunuh atau memotong bagian tubuh satu sama lain. Kedua, dilarang menggunakan sihir atau kekuatan berlebihan. Dan ketiga, cepat selesaikan karena aku sudah lelah dan mengantuk." Ujar Zion.
Namun, kedua gadis itu justru terdiam mendengar peraturan yang Zion katakan.
Peraturan macam apa itu?
"Baiklah, kita mulai saja duel nya. Bersedia.. " Zion memandang kedua gadis itu. Sebuah pelindung tebal terbentuk mengelilingi arena agar para penonton tidak terkena serangan dari kedua gadis itu.
"Mulai!!"
Dengan cepat, Yanata dan Yiva langsung menendang tanah dan meluncurkan serangan nya masing masing. Namun, dikarenakan kekuatan fisik Yiva yang lebih unggul, ia yang lebih dulu meluncurkan serangan dan tepat mengenai Yanata.
Yanata mendengus kesal dan memukul tanah membuat tanah di bawah nya retak.
"[Sihir gravitasi: apungan gravitasi]!!" Seru Yanata. Lingkaran sihir terbentuk dan cahaya pink cerah muncul mengangkat pecahan tanah itu dan melemparkan nya pada Yiva.
Gadis setengah singa itu langsung menghindari serangan itu dengan cepat dan menggunakan sihirnya.
"[Sihir waktu: perlambatan waktu]!!" Seru Yiva dan lingkaran Sihir berwarna biru muda muncul dan melambatkan waktu di sekitar Yanata.
Dengan cepat, Yanata langsung menghindari nya. Namun, tanpa ia sadari, Yiva sudah ada di belakang nya dan siap meluncurkan serangan.
"[Sihir gravitasi:tarikan gravitasi]!!" Ujar Yanata sambil mengarahkan tangan nya ke bawah. Lingkaran sihir berwarna pink muncul di bawah Yiva dan membuat gadis itu terjatuh karena tarikan gravitasi di bawahnya.
"Bagaimana? Makanya jangan meremehkan orang!" Ujar Yanata sambil tersenyum sombong.
Yiva justru tersenyum remeh. "Jangan terlalu cepat yakin!" Yiva mencoba berdiri walau gagal. Tarikan dari sihir gravitasi milik Yanata terlalu kuat.
Ini menjadi kesempatan untuk Yanata kembali meluncurkan serangan nya. Ia membuat tanah tanah melayang dan melemparkan nya pada Yiva.
Namun sayang, di detik detik terakhir, Yiva berhasil menghindar.
Yiva menarik nafas lega. "Huuh... Untung saja.. "
"Masih belum! "
Brug!
Yanata langsung meluncurkan serangan dari belakang nya membuat Yiva tersungkur.
"Menyebalkan!!!"
Yiva langsung mengikat dan kembali menyerang Yanata.
Para murid murid Hero Class dan Beast Akademi yang melihat pertarungan itu terlihat kagum. Kedua gadis itu masih cukup kecil, tapi kemampuan mereka sehebat itu.
Namun, Zion justru berfikir. Yanata lebih unggul dalam sihir, sedangkan Yiva dalam kecepatan dan kekuatan fisik. Jika digabungkan untuk membuat serangan nanti mungkin akan mendapatkan hasil yang bagus juga.
Ia berharap mereka mau berbaikan lagi. Jika mereka bersama itu akan lebih baik bukan? Dan setidaknya tidak akan ada yang mengejek nya cebol lagi.
Sementara itu, serangan demi serangan terus diluncurkan oleh kedua gadis itu. Sampai saat Yiva meluncurkan tendangan yang mengenai Yanata dengan telak.
"Haha! Rasakan itu! " Ujar Yiva tersenyum puas.
Yanata mengepalkan tangan nya kuat. Ia menatap tajam pada lawan nya itu yang masih saja tersenyum angkuh.
"Wahai pengendali bumi. Berikanlah aku kekuatan untuk mengalahkan lawanku!"
Zion yang mendengar Yanata mengatakan itu langsung terkejut. Tekanan sihir di sekitar arena memberat dengan angin yang mulai berhembus pelan. Ia tau sihir apa yang akan adiknya gunakan.
"Yanata hentikan!! "
Terlambat.
"[Sihir gravitasi: pengacuan gravitasi]!!!"
Lingkaran sihir muncul di bawah Yiva membentuk sebuah bola yang memerangkap Yiva di dalamnya.
Gadis itu berusaha untuk keluar, namun usahanya sia sia. Secara tiba tiba tubuhnya terasa tertarik ke atas dan bawah. Ia tidak bisa bernafas atau bergerak sama sekali.
Zion yang melihat itu semakin panik.
"Penghentian!"
Setelah mengatakan itu, sihir Yanata pun langsung menghilang. Yiva langsung terjatuh dan terbatuk batuk.
"Yiva maaf!!" Seru Yanata sambil terbang menuju ke arah Yiva. Ia benar benar merasa bersalah sudah menggunakan sihir itu pada teman nya.
Dengan cepat, Zion pun langsung berlari ke arah Yiva dan memberikan air suci sihir penyembuh untuk di minum kan pada gadis itu.
"Sudah. Dia hanya butuh istirahat. " Ucap Zion setelah memastikan kondisi Yiva baik baik saja.
Ia memandang ke arah adiknya yang mulai menangis sambil terus meminta maaf. Sepertinya dia merasa sangat bersalah sudah melakukan itu pada Yiva.
Zion mengusap puncak kepala Yanata. "Sudahlah, tidak apa. Bagaimana jika kau temani Yiva di ruang kesehatan? "
Yanata pun mengangguk.
"Baiklah, pemenang duel ini. Yanata Fryfer. Ujar Zion. Namun semuanya hening.
Sihir yang digunakan Yanata adalah sihir level 3. Tapi jika di gunakan gadis itu, kekuatannya naik hingga sama saja dengan sihir level 6. Sungguh hebat..
Jika kemampuan Yanata saja seperti itu, lalu bagaimana dengan kemampuan Zion?
Hal itu jelas menarik rasa penasaran para murid Beast Akademi.
TBC