Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
113. Sosok Misterius



"Bagaimana Zion dan Avren? Apa mereka berhasil?" Tanya Zuka. Raut wajah nya menunjukkan jelas kekhawatiran dengan kedua saudara nya itu.


Di sisi lain, Zion dan Avren langsung menuju ke lokasi yang Zuka beritahu. Untuk berjaga jaga, Zion telah mengaktifkan sihir pelindung nya untuk melindungi diri nya jika saja ada serangan dadakan yang mengarah pada nya dan Avren.


Sesampai nya di atap akademi, mereka mengedarkan pandangan ke sekitar. Cahaya matahari bersinar dengan terik nya saat itu, membuat suhu di sekitar mereka meningkat. Zion terus mengamati, tidak ada siapapun di sana.


'Tetap waspada, dia ada di sekitar sini.' ujar Nero. Walau dia tidak bisa mendeteksi iblis itu dari jauh, tapi ia masih bisa merasakan aliran sihir di sekitar nya dari jarak dekat walau tipis.


"Kau yakin dia ada di sini, Zii?" Tanya Avren ragu. Di pandang nya wajah Zion yang tampak khawatir tapi juga menyembunyikan rasa takut.


Zion mengangguk kecil. Entah mengapa perasaannya jadi tidak enak.


Di sisi lain, sosok seseorang mengawasi mereka dari balik bayangan. Wajah nya tertutup hoodie hitam jubah nya, membuat wajah sosok itu sulit terlihat. Namun senyuman nya masih nampak jelas. "Aku penasaran bagaimana kemampuan mu, Zion Ravael." Ujar sosok itu.


'Hati hati di bawah mu!' seru Nero. Secara tiba tiba dari bawah nya, lingkaran sihir bermunculan menyemburkan api hitam yang nyaris saja mengenai Zion dan Avren. Dengan cepat kedua pemuda itu menghindar. Jika saja tidak ada peringatan dari Nero, entah apa yang akan terjadi pada mereka nantinya.


Api hitam berkobar di atap akademi, membuat suhu di area itu semakin meningkat.


Zion berdecak kesal. Ia mengulurkan tangan nya ke depan dan langsung mengaktifkan sihir nya. "[NonMagic:sihir es]!!"


Lingkaran sihir itu bercahaya, terlihat samar kilauan putih yang menyatu, membentuk Bongkahan es yang bermunculan membekukan api api itu seketika. Zion menarik nafas lega. "Belum saatnya, Zion." Ujar Avren yang masih waspada. Tangan kanan nya memegang bahu Zion dan tangan kiri nya mengepal kuat. Asap hitam terlihat keluar dari kepalan tangan Avren yang siap menggunakan sihir nya kapan saja.


"Wah wah wah... Jadi kau Zion Ravael? Orang yang menjadi ancaman bangsa iblis!"


PRANG!


Sosok makhluk berjubah hitam muncul dari balik bayangan dan langsung menghancurkan bongkahan es sihir milik Zion. Ia menyeringai lebar melihat dua pemuda di hadapan nya. Tangan nya menggenggam sebuah tombak besar dengan hiasan bulan sabit di ujung nya.


Zion menyipitkan mata nya memperhatikan lambang bulan itu. Itu bukan lambang ras inimicus bukan? Tapi dilihat dari bentuknya cukup berbeda. sepertinya memang bukan lambang ras Inimicus.


Avren yang kurang bisa mengontrol emosi nya mulai geram kesal. "Mau apa kau datang kemari, hah iblis?!"


Wush!


"[Kabut pelindung]!!"


Api kembali muncul melelehkan sihir es Zion. Pemuda bermanik ruby itu berdecak kesal. Namun, baru saja ia hendak menggunakan sihir nya lagi,


'2 detik lagi kau akan menerima serangan dari belakang!'


Tring!


Dengan cepat Zion mengeluarkan pedang nya dan menangkis serangan dari belakang nya. Gerakan yang begitu cepat, bahkan ia tak menyadari perpindahan monster itu.


'Skill teleportasi jarak pendek. Orang yang memiliki skill ini dapat berpindah tempat dengan cepat, tapi hanya dalam radius lima meter saja.' jelas Nero.


Hanya lima meter ya... tapi aku walau begitu, sudah cukup membuat mereka kesulitan. Jika monster itu terus berpindah pindah saat ia akan menyerang, akan sulit mengalahkan nya.


"siapa yang menyuruh mu melakukan ini hah?!" tanya Zion mengingat ucapan sosok itu tadi.


"aku tidak bisa menyebutkan nama nya. tapi yang jelas, tuan ku itu adalah iblis yang paling jahat dan kejam di Kerajaan iblis. semua orang begitu memuji kekuatan nya yang dasyat." ujar nya membanggakan tuan nya itu. Sungguh, Zion bahkan tak ingin mengetahui itu.


"Tapi itu tidak penting sekarang, karena kalian sudah pasti akan mati!" ujar nya. Tepat setelah itu, sang sosok itu melemparkan sebuah batu kristal ke lantai yang langsung berubah menjadi kubah api hitam yang mengurung Zion dan Avren di dalam nya.


"dengan begini, tidak akan ada yang bisa menghalangi ku membunuh kalian!!" Gelak tawa terdengar dari sosok itu yang berhasil menjebak Zion dan Avren dalam perangkap nya.


Dia menggila. Kobaran api di sekitarnya semakin membesar bersamaan dengan suhu udara yang semakin meningkat. Seringaian kejam nya ia tunjukkan, merasa ini suatu kemenangan baginya, menyadari kedua lawan nya sudah benar-benar terjebak sekarang.


"bersiaplah... menemui ajalnya kalian."


TBC