Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
137. Terungkap



"Melihat kau yang berani dan begitu di hormati, aku jadi penasaran. Apa kau berasal dari keluarga penyihir yang kuat? Kekuatan mu begitu luar biasa!"


Zion sedikit menundukkan kepala nya, rambut nya turun menutupi mata nya. "bukannya seharusnya kau sudah tau tentang itu?"


Seketika suasana menjadi sunyi. Seakan tekanan memberat membuat Erano sedikit tak nyaman. Zion tetap di posisi nya tak bergerak sama sekali. Angin malam berhembus membuat rambut nya bergoyang. Mata Erano terfokus pada helaian rambut putih diantara rambut hitam itu.


"Seharusnya... Kau sudah tau tentang itu kan, Erano?" Zion mengulang pertanyaan nya.


Erano nampak sedikit gugup. "Apa maksud mu Zion?" Kini Erano yang bertanya. Zion justru memberikan tatapan tajam pada nya.


"Jangan bohong. Kau... Orang itu kan... Yang membawa ku ke dunia ini? Kau orang yang membawa ku pada kematian dulu. Kau juga yang membuat portal untuk para monster parasit itu menyerang murid murid Hero Class. Kau yang membuat para orc itu muncul dan menyerang ku di hutan. Semua itu kau yang melakukan nya kam, Erano?!" Bentak Zion akhirnya. Tangan nya mengepal kuat menahan amarah. Sedangkan Erano justru menatap tak percaya.


"Kau melakukan semua itu, apa kau punya bukti?" Tanya nya.


"Tentu." Zion mengulurkan tangan nya, memunculkan sebuah lingkaran sihir berukuran kecil berwarna merah. Setelahnya muncul semacam layar portabel yang menunjukkan rekaman dari apa yang Erano lakukan. Mulai saat Erano berbicara dengan burung kecil yang memberikan nya informasi sampai saat ia mengirim para orc untuk menyerang Zion. Semua terekam dengan jelas di sana.


Erano sedikit berdecak. "Tapi, tak pasti yang sebelumnya juga aku yang melakukan nya bukan? Lagipula siapa tau itu palsu. Kau sendiri sedang mengawasi murid Hero Class. Lalu, bagaimana cara mu mencari tahu semua itu?"


Pertanyaan Erano lantas membuat Zion tersenyum. "Tentu aku memiliki teman yang selalu membantu ku."


-Flashback-


"Saran ku, jangan terlalu baik dan percaya pada orang lain. Bisa saja, orang yang kau cari juga pernah kau temui sebelumnya."


"Kau benar. Tapi... Bagaimana cara ku menemukan nya?"


Kuro mengalihkan pandangan nya menatap langit malam. "Hal yang janggal, yang sebelumnya tak pernah terjadi, atau mungkin seseorang yang bagimu mencurigakan. Dari luar memang terlihat biasa saja, tapi tak ada yang tau apa yang tersembunyi di balik topeng nya bukan?"


"Yang tersembunyi di balik nya..." Zion sempat mencurigai Erano sebelumnya. Tapi apa benar dia memang iblis nya? Namun gak ada salah nya untuk menaruh kecurigaan bukan? Dari kekuatan sihir yang di miliki nya dan bagaiman dirinya berada di Akademi ini. Seperti nya tak ada salahnya menyelidiki itu.


"Aku tau sekarang. Terimakasih Kuro!" Tangan Zion bergerak mengusap pucuk kepala serigala kecil itu.


"Ugh sudah cukup. Lalu, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Kuro penasaran.


"Aku sudah meminta bantuan Alex dan Laura di Akademi. Aku benar-benar lupa ada mereka... Mungkin mereka sudah menemukan petunjuk." Zion menggaruk belakang kepala nya yang tak gatal. Karena hanya terfokus pada pikiran nya sendiri, sejenak ia justru melupakan rekan nya yang lain.


"Jika begitu cepat kau kembali ke akademi. Semakin cepat kau menemukan pelaku nya semakin baik."


Zion mengangguk dan langsung memunculkan sebuah lingkaran sihir dan mengaktifkan skill teleportasi nya untuk berpindah ke akademi.


Kuro langsung menggeleng singkat. " Aku di sini saja. Aku ingin lebih lama menikmati suasana malam."


"Baiklah." Zion langsung masuk ke dalam lingkaran sihir nya dan berpindah ke akademi.


Sebuah lingkaran sihir muncul di dekat telinga nya yang langsung menjadi penghubung komunikasi antar dirinya dan Alex.


"Bagaimana? Apa kau sudah menemukan pelaku nya?" Tanya Zion.


"Sudah. Datang ke gudang sekolah. Aku dan Laura akan menunjukkan rekaman nya!" Jawab Alex di sebrang sana.


"Baiklah aku ke sana sekarang." Dengan cepat Zion berlari menuju gudang sekolah. Sesampainya di sana, sudah ada Alex dan Laura yang sedang duduk di sebuah meja.


"Bagaimana? Siapa pelaku nya? Siapa iblis itu??" Tanya Zion beruntun.


"Tenang dulu, aku akan menunjukkan nya." Laura mengulurkan tangan nya dan muncul sebuah layar portabel dari lingkaran sihir nya yang menunjukkan seorang pemuda yang berbicara pada seekor burung, kemudian membuat lingkaran sihir, memerintahkan para orc itu untuk menyerang. Semua percakapan dengan jelas terdengar membuat Zion mengepalkan tangan nya menahan amarah.


Siapa sangka, orang yang ia kira adalah pemuda baik yang cukup rapuh ternyata hanyalah topeng untuk menutupi identitas asli nya.


"Keterlaluan..." Geram Zion.


"Kau harus berhati hati. Kami akan selalu membantu mu." Ujar Alex sambil menepuk pundak sahabat nya itu.


"Baiklah. Terimakasih atas bantu kalian. Aku akan menemui nya sekarang." Zion berniat langsung beranjak pergi, namun tangan nya langsung di tarik oleh Laura.


"Kau gila?! Kita masih belum tau sebesar apa kekuatan sihir nya!"


Zion memasang senyuman dan melepas genggaman tangan Laura. "Maka dari itu aku membutuhkan bantuan kalian.


-Flashback off-


"Sekarang, buktinya pun sudah ada. Bagaimana lagi kau mau mengelak Erano?"


Erano terdiam. Seringaian muncul di wajah nya. "Setelah kau tau aku yang melakukan itu... Apa yang akan kau lakukan? Membunuh ku?"


"Sebelum itu, apa alasan mu membawa ku ke dunia ini?