Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
46. Trauma



Kei terlihat khawatir menunggu healer yang mengecek kondisi Zion. Melihat Zion yang terluka begitu jelas membuat pemuda ber iris blue sky itu tak bisa tenang. Sejak tadi ia mondar mandir di depan tenda seperti setrika pakaian.


Sampai saat seorang wanita keluar, Kei langsung saja mendekati wanita itu.


"Bagaimana kondisi Zion? Dia tak apa kan? Apa ada luka yang serius? Kenapa diam saja??? Jawab dong!!!" Tanya Key panik.


"Gimana mau jawab kalo terus ditanya gitu?" Jawab wanita itu.


Kei menggaruk kepala nya yang tak gatal. "Hehe maaf. Jadi bagaimana kondisi Zion?"


Wanita itu sempat terdiam, kemudian ia menjawab. "Zion baik baik saja. Ini agak aneh, tidak ada sedikitpun luka di tubuhnya. Ia hanya pingsan karena kelelahan dan kehilangan cukup banyak darah." Jawab wanita itu.


Kei terdiam. Bagaimana bisa? Saat membawa nya tadi Zion terluka cukup parah dan sekarang wanita itu bilang Zion tidak terluka sedikitpun?


"Boleh saya melihatnya?"


Wanita itu mengangguk. "Tentu. Silahkan."


Kei pun langsung masuk dan dilihatnya Zion yang masih terbaring tak sadarkan diri. Wajahnya terlihat pucat namun nafasnya cukup teratur. Ia sedikit meneliti kondisi pemuda ber surai hitam itu. Benar yang di katakan wanita tadi. Tidak ada sedikitpun luka di tubuh Zion.


Apa sihir penyembuh yang Zion miliki sekuat itu? Tapi mengingat bagaimana cara nya mengalahkan black mist dragon seperti itu, sepertinya wajar saja.


Namun dalam hati, Kei mulai curiga. Tidak mungkin penyihir level 6 dapat melakukan semua itu, terlebih lagi banyak nya skill dan elemen sihir yang berbeda. Dalam pikiran nya ia mulai curiga tentang siapa Zion sebenarnya?


Ia duduk di tepi ranjang Zion. Tangan nya dengan lembut membelai kepala pemuda itu. Walau dalam kondisi seperti ini, melihat ekspresi Zion membuat pemuda ber rambut hitam itu semakin imut menurut pandanga Kei. Senyuman terbentuk di wajahnya. Seketika pemikiran itu hilang dari kepalanya.


"Tak peduli kau siapa. Siapapun dirimu dan bagaimanapun masa lalu mu, bagiku kau tetap Zion yang sama."


Kei tersenyum. Tak lama Zion mulai membuka mata nya ia melihat ke sekitarnya dan di lihatnya Kei yang tersenyum hangat.


"Kau sudah sadar Zion, bagaimana kondisi mu? Apa masih ada yg sakit?" Tanya Kei memastikan.


"Kepala... Masih terasa sakit..." Ucap Zion pelan.


Ia tak berbohong. Kepala nya terasa benar benar sakit sekarang. Seakan baru saja di pukul oleh besi dengan keras.


Melihat wajah Zion yang semakin pucat, Kei pun memanggil seorang healer. Healer itu pun mendekat dan langsung memeriksa kondisi Zion.


"Apa masih sakit?" Tanya nya. Zion mengangguk kecil mengiyakan.


Healer itu pun langsung mengeluarkan jarum suntik yg sebelumnya ia isi dengan sebuah cairan. Melihat itu Zion langsung memalingkan wajahnya. Ia memegang erat tangan Kei yang ada di sampingnya.


"Eh? Zion? Ada apa? Tenanglah gak sakit kok..." Ujar Kei mencoba menenangkan.


Healer itu sedikit mengusap tangan Zion. "Tenang saja.. Gak sakit kok ini untuk mengurangi rasa sakit nya..."


Ia pun menyuntikkan jarum itu pada lengan Zion membuat pemuda itu sedikit terkejut saat ujung runcing jarum itu menembus kulitnya. Kei pun membelai lembut kepala Zion mencoba menenangkan pemuda mungil itu.


Setelah selesai, healer itu memunculkan lingkaran sihir kecil berwarna hijau yang menutup luka kecil akibat jarum suntik itu.


"Ini mungkin juga akan membuatnya mengantuk, jadi jika dia tertidur tolong jangan mengganggunya ya..." Ucap healer itu.


Kei mengangguk. " Tapi, apa tadi itu sihir penyembuh? Kenapa tidak menggunakan itu langsung untuk menyembuhkan Zion?"


"Memang itu sihir penyembuh, tapi tidak bisa digunakan secara langsung untuk mengobati sakit nya. Jadi aku hanya menggunakan nya untuk menutup luka" Jelas nya.


Kei mengangguk mengerti. Ia memandang pemuda yang mulai terlelap itu. Ia membenarkan posisi tidur Zion agar pemuda itu lebih nyaman.


Tapi, dari reaksi Zion tadi, apa dia trauma dengan jarum suntik? Apa ada sesuatu yang mengganggunya atau kenangan buruk tentang jarum suntik hingga membuatnya ketakutan seperti itu?


Tapi apa yang membuat Zion trauma?


Terlihat dinding pembatas akademi yang hancur dan beberapa ruangan rusak berat. Sungguh dasyat serangan naga itu.


Tapi, ada juga kekhawatiran yang menyelimuti kelima pangeran elemen dan Alex. Kini bukan hanya Zion yang menghilang, tapi juga Kei. Mereka yang panik pun langsung mencari kedua pemuda itu ke sekitar akademi.


"Di saat seperti ini, kuharap Zion tidak nekat untuk melawan Black mist dragon sendirian." Ucap Alex sembari mencari.


"Alex!!!" Terdengar suara seseorang memanggilnya. Ia menoleh dan melihat Hali sedang berlari ke arahnya.


"Ada apa? Apa kau sudah menemukan mereka?" Tanya Alex.


"Kak Reon bilang dia melihat Kei di salah satu tenda darurat di lokasi naga itu. Mungkin Zion juga di sana."


"Tenda darurat? Apa mungkin mereka terluka?! Ayo cepat ke sana!" Alex panik. Mereka pun langsung pergi ke lokasi itu.


Sesampainya di sana, Alex dan kelima pangeran elemen langsung saja masuk. Dilihatnya Kei yang sedang duduk sambil mengusap lembut kepala Zion.


"Kei!!!" Seru mereka semua.


"Ssssttt!!! Jangan berisik! " Ujar Kei. Lantas, semuanya pun langsung menutup mulut mereka.


Keenam pemuda itu berjalan memasuki tenda. Mereka sedikit terkejut saat melihat Zion yang terbaring.


"Ada apa ini? Apa yang terjadi pada Zion?" Tanya Alex khawatir.


Kei menepuk pundak Alex. "Biar ku jelaskan."


Kei pun menjelaskan semuanya sejak awal. Mulai dari bagaimana dirinya menyelamatkan Zion yang hampir terjatuh, Zion yang menolong pengendali naga, saat pemuda itu melawan Black mist dragon dan cara nya mengendalikan angin, sampai berakhir seperti ini. Semua dijelaskan dengan rinci oleh Kei.


Mereka semua terdiam mendengar cerita Kei. Terkejut dan tak menyangka Zion mampu mengalahkan naga itu sendirian.


Begitu juga dengan Hali. Selama yang ia tahu, Kei adalah salah satu pengendali elemen angin terkuat dan belum pernah ada anak seusia Kei yang mampu mengendalikan angin seperti itu. Dalam hati ia mulai curiga tentang identitas asli Zion.


Namun semua itu terhenti saat melihat Zion yang mengangkat satu tangan nya seakan mau meraih sesuatu. Mereka pun langsung menghampiri pemuda itu.


"Zion! Zion bangun Zion!" Ucap Leo sambil mengguncang pelan tubuh Zion. Pemuda itu pun terbangun.


"Zion kau tidak apa apa?" Tanya Sein. Tapi Zion tak menjawab. Tatapan nya terlihat kosong dan nafasnya sedikit tak beraturan.


"Zion!" Panggil Thory


"A-aku tidak apa apa. Maaf..." Jawabnya.


"Sebenarnya ada apa Zion?" Tanya Alex yang menatapnya khawatir.


Zion terdiam sejenak "aku gak kenapa napa kok. Cuma... Mimpi buruk. Jangan sampai pak Rendrano tau soal ini ya..."


Para pengendali elemen itu saling berpandangan. Namun, kemudian mengangguk.


"Baiklah. Tenang saja. Pak Rendrano gak bakal tau kok." Ucap Kei.


"Terimakasih..."


"Oke sekarang kita pulang yuk!! Kamu juga harus istirahat."


Zion tersenyum. Tapi dalam hatinya tersimpan kekhawatiran mengenai apa yang dilihatnya tadi saat tertidur.


'Semoga kau cepat menemukan nya, Nero.'


TBC