
"Aku memang iblis, tapi aku tak sejahat yang kalian pikirkan. Tak semua bangsa iblis jahat, kami pun juga memiliki kebaikan walau gak semua iblis sih... Salah satunya aku. Untuk bisa berbaur dengan ras lain, aku harus menyamar sebagai manusia untuk menutupi identitas asli ku. Tidak semua iblis jahat, kami juga ingin berdamai dengan ras lainnya, bisa merasakan kehangatan seperti yang kalian rasakan."
Zion mengerti sekarang. Alasan mengapa Erano membawa Zion ke dunia ini, selain sebagai pelindung, ia juga ini Zion membantu nya membuat perdamaian antara ras iblis dan ras lainnya.
"Tapi, jika bukan kau, artinya Ketua ras Inimicus itu juga ada di Akademi kan? Kau tau di mana?!" Tanya Zion panik sekaligus khawatir.
"Jika itu...." Erano sedikit menjeda ucapan nya. "Aku sendiri masih belum tau."
Zion yang mendengar itu menepuk dahi nya. "Lalu bagaimana kita mengalahkan nya jika kita bahkan tidak tahu siapa orang yang menjadi penyamaran ketua ras Inimicus itu???"
Erano bergidik bahu. "Aku sering merasakan nya tapi juga secara tiba tiba menghilang jadi aku tidak tau siapa pasti nya." Jawab nya singkat dan jelas.
Zion memasang pose berfikir. Apa yang akan di incar ketua ras Inimicus itu? "Kekuatan..."
Erano mengernyitkan dahi.
Zion menjelaskan. "Ia itu haus akan kekuatan dan kekuasaan kan? Pancing dia dengan itu, maka akan mudah bukan untuk membawa nya keluar?"
"Tidak, sepertinya tidak semudah itu. Selain itu, pada penyihir terkuat juga tidak sedang berada di Akademi kan? Mereka ada di..."
Kedua pasang mata itu langsung berpandangan seketika. "Camp!"
"Dia pasti akan datang ke perkemahan."
"Jika dia mengincar kekuatan, ditambah dia juga selalu mengawasi, sudah pasti dia juga tau dimana murid murid Hero Class melakukan Camping. Kita harus ke sana sekarang juga!!" Ujar Erano.
"Tunggu! Aku akan mengajak Alex dan Laura jugak semakin banyak orang semakin baik!" Erano mengangguk setuju dan Zion langsung menghubungi Laura dan Alex untuk segera datang.
Api unggun berkobar memberikan kehangatan pada orang-orang di sekitarnya. Cahaya nya menerangi malam yang gelap itu sekaligus sedikit melepas lelah karena uji nyali yang mereka lakukan.
Semua murid sudah selesai melakukan tantangan mereka. Beruntung semua murid berhasil menyelesaikan nya, sekaligus mengatasi ketakutan terbesar mereka. Ada rasa puas tersendiri yang mereka rasakan. Berhasil mengalahkan rasa takut yang selama ini membayang, tentu memberikan ketenangan yang begitu indah.
Namun, tak banyak dari mereka yang menyadari kepergian Zion, kecuali para pangeran elemental, Avren dan Zuka tentu nya. Hilangnya pemuda ith tentu bukanlah pertanda baik. Terakhir kali Zion menghilang yang berakhir di tangkap ketua ras Inimicus. Apapun bisa terjadi.
Namun, tak ingin membuat kepanikan, mereka sebisa mungkin menutupi kecemasan dan raut wajah mereka dengan senyuman dan ikut berbaur menceriakan suasana di dekat api unggun kali itu.
Mungkin Zion ada pekerjaan lain yang harus di lakukan, namun entah mengapa, di saat itu juga perasaan tak enak menghampiri mereka seakan sesuatu yang buruk akan terjadi, tapi mereka masih belum bisa menebak apa itu. Mereka hanya bisa berharap Zion akan baik baik saja.
Bagi mereka, Zion sudah menjadi sosok yang spesial. Entah mengapa sejak kedatangan nya ke akademi bahkan pertemuan pertama mereka, seakan memiliki sihir yang memikat membuat mereka merasa aman dan nyaman berada di dekat pemuda mungil itu.
Walau dibalik kelembutan dan kebaikannya menyimpan sosok tegas yang selalu terlihat kuat, namun mereka juga tau jika itu hanya untuk menutupi perasaan yang coba ia sembunyikan.
Khususnya untuk Zuka. Mengingat Zuka adalah orang pertama uang Zion temui saat setelah bereinkarnasi, pasti berat menghadapi semua itu setelah kehilangan nyawa dan di hidupkan kembali namun dengan tanggung jawab yang begitu besar. Mereka tak bisa membayangkan bagaimana jika ada di posisi Zion sekarang.
Angin dingin secara tiba tiba bertiup membuat mereka menggigil padahal sudah dekat api unggun. mungkin karena malam yang juga sudah semakin larut?
Namun, secara tiba tiba lamunan mereka terhenti karena merasakan tekanan sihir yang begitu kuat muncul di sekitar mereka. Seakan seseorang atau makhluk dengan sihir yang kuat baru saja datang menyebarkan sihir yang membuat tekanan tersendiri bagi meraka.
"A-apa ini? Sihir dari mana?" Tanya Leo yang juga merasakan nya. Ia mengedarkan pandangan nya, mencari sosok yang mengeluarkan sihir itu. Namun, ia tak menemukan siapapun di sana.
"Apa itu Zion?" Tanya Thory.
"Tidak. Ada yang tidak beres." Ujar Hali yang langsung memasang posisi siaga.