Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
21. Pengacau Di Tengah Latihan



Pagi berikutnya terlihat Zion sudah mulai berlatih tanding dengan Rendrano. Ia mulai melatih kemampuan sihirnya menghadapi setiap serangan yang Rendrano berikan.


Sedangkan Rendrano tersenyum melihat Zion yang berlatih dengan keras. Kemampuan sihirnya berkembang pesat selama satu minggu ini.


Rendrano meluncurkan bola api secara acak ke arah Zion. Sementara pemuda itu, terus mencoba menangkis dan menghindari serangan nya.


Zion yang saat ini juga berdiri di atas bambu bambu di atas danau, juga menjaga keseimbangan nya sembari menghindari dan menangkis serangan dari Rendrano.


"[Sihir api: cincin api]" Ujar Rendrano yang meluncurkan cincin cincin api ke pada Zion. Cincin api itu meluncur seperti bumerang dengan arah acak menuju pemuda ber rambut hitam itu.


Zion segera bersiap dan menggunakan sihirnya. "[NonMagic:dinding air ]" Air dari bawahnya terangkat dengan cepat membentuk dinding di hadapan Zion. Belum cukup sampai di situ, Zion langsung meluncurkan tanah tanah tajam dari belakang dinding air itu yang ditujukan pada Rendrano.


Serangan itu cukup cepat hampir sama dengan skill [meteorite] nya. Namun, Rendrano berhasil menghindari dengan membuat air sebagai pelindung dan juga membantu pergerakannya dengan menaiki air tersebut.


Rendrano kembali meluncurkan serangan api dari belakang Zion yang beruntung berhasil di hindari. Ditambah, air yang membentuk seperti ular mendadak mengelilinginya.


Tapi Zion masih belum kehabisan ide. Ia menggunakan elemen angin untuk membuat tornado ke atas dan melempar semua serangan itu menjauhinya. "Lumayan juga." Gumam Rendrano sambil tersenyum.


"[Sihir kombinasi:tornado air dan api]!!" Ujar Rendrano. Lingkaran sihir terbentuk di bawah dan air menyembur ke atas dan mulai berputar, diikuti dengan api yang berkobar di sekitarnya mulai menyatu dengan air itu. Hebatnya, api itu tidak padam karena air nya. Justru seakan saling menyatu dan menguatkan satu sama lain.


"Baiklah... [NonMagic:golem tanah]!!! " Dari dalam air muncul golem raksasa yang terbentuk dari tanah dan batu berdiri di hadapan Zion. Rendrano kagum melihat sihir itu. Benar benar seorang penyihir elemen tanah.


Golem tanah itu bergerak menuju tornado yang Rendrano buat dan dengan kedua tangan nya, golem itu memukul tornado itu. Membuat duri duri taja. Dari tanah yang menghancurkan tornado buatan Rendrano.


Tapi, di saat selanjutnya, Zion tak melihat Rendrano di manapun. Sejak kapan Rendrano pergi? Namun secara tiba tiba...


Sring!!


Zion berbalik sambil mengeluarkan pedang miliknya dari [inventory] dan menangkis serangan Rendrano dari belakang. Pedang api yang dibuat oleh pria itu dan pedang dari batu sihir yang Zion buat saling beradu.


Zion menggunakan tubuh golem tanahnya sebagai tumpuan saat melalukan serangan. Berkali kali pedang mereka saling beradu, namun masih belum ada yang mengaku kalah. Sementara Yanata yang menjadi penonton, asik memakan popcorn dan memegang dua bendera. Yang sebelah kanan bertuliskan nama Zion dan yang sebelah kiri bertuliskan nama sang ayah.


"Ayo ayo ayo!!! Yang menang akan ku buatkan masakan yang enak!!! Ditambah ku suapi!!!!" Seru Yanata.


Sementara, setelah mendengar itu, Rendrano justru melambatkan gerakan nya. Zion yang melihat itu heran. Apa masakan Yanata tidak enak? Kenapa raut wajah Rendrano berubah? Seakan dia tidak ingin merasakan nya dan memilih untuk kalah daripada memakan masakan putri nya sendiri.


Tapi, hal itu justru di manfaatkan Zion untuk meluncurkan serangan dengan menggerakkan golem yang ada di belakang Rendrano dan menggunakan sihir tumbuhan untuk mengikat tubuh pria itu. Namun, sulur sulur tumbuhan itu langsung hangus begitu Rendrano mengeluarkan api yang menyelimuti tubuhnya.


Zion menggerakkan golem nya untuk meluncurkan pukulan dan mencoba menangkap pria itu. Namun, dengan cepat di hindari nya.


"Kurasa tidak ada salahnya menggunakan kekuatan penuh" Gumam Zion dan mengeluarkan tangannya ke depan. "Wahai semua elemen di dunia ini. Bantulah dirimu untuk mengalahkan lawan ku! NonMagic:sihir elemen!!"


Sulur sulur bermunculan dari dalam tanah seperti ular mencoba mengikat Rendrano. Pria itu pun terus mencoba menghindarinya dan memotong semua sulur itu. Namun, bola bola api dan air bermunculan dan menyerang dari segala arah. Ditambah, dengan tanah tajam di bawahnya. Membuat Rendrano harus memilih tempat berpijak yang tepat jika dia tak ingin tertusuk.


Angin dan petir mulai menyambar dan membentuk serangan kombinasi tornado petir. Rendrano langsung memunculkan perisai untuk menahan serangan itu. Nafasnya mulai tak beraturan karena terus menerus menghindari serangan Zion.


Tapi serangan masih belum selesai. Zion muncul dari atas dan meluncurkan serangan seperti laser dari lingkaran sihir nya. Terlihat perisai sihir milik Rendrano yang mulai retak karena tak bisa menahan serangan Zion lebih lama lagi. Dan benar saja, perisai itu hampir hancur. Namun...


"Tusukan bayang!!"


"Akh!"


Ada yang secara tiba tiba menyerang Zion dan mengenainya dengan telak. Semua serangan yang Zion buat pun hancur seketika.


"Kak Zion!!" Seru Yanata khawatir dan langsung menghampiri sang kakak yang terbaring di atas tanah.


Zion mencoba untuk berdiri. Tubuhnya masih terasa sakit akibat serangan dadakan tadi. Siapa sebenarnya yang melakukan itu?


"Hahahaha!!! Hanya segitu kemampuanmu? Payah sekali" Ucap seseorang dari atas pohon.


Terlihat seorang pemuda ber iris merah sedang duduk di atas dahan pohon. Ia menatap tajam ke arah Zion dan menyeringai kejam. Pemuda itu pun melompat turun dan berjalan mendekati Zion.


"Kupikir kau hebat. Tapi, ternyata hanya segitu kemampuan mu ya..." Ucapnya sombong.


Sementara Yanata yang mendengar kata kata itu langsung kesal. "Kakak siapa sih? Beraninya main serang gitu! Jahat!" Omel Yanata.


"Wo wo wo... Tenang... Galak amat anak kecil ini. Tujuanku kesini untuk mengajak anak itu duel! Kita lihat siapa yang lebih kuat! Kecuali...jika kau takut." Ujarnya sambil menunjuk ke arah Zion.


"Cih! Aku tidak takut!" Ucap Zion membalas tatapan pemuda itu. Zion memandang ke arah Rendrano. "Lord..."


Rendrano yang mengerti pun mengangguk. "Baiklah ku izinkan."


"Terimakasih. Akan kita lihat saja siapa yang lebih kuat." Ucap Zion sambil memberi tatapan menantang.


Pemuda itu pun membalasnya. "Oh ya? Anak cebol seperti mu pasti akan kalah." Ejeknya.


"Beraninya kau!!! Siapa yang kau panggil cebol hah?!"


"Siapa lagi jika bukan kau anak kecil."


"Aku tidak cebol! Hanya kurang tinggi sedikit!"


"Oh ya?"


Mereka pun saling bertatapan sengit hingga seakan terlihat kilatan petir di antara mata mereka berdua.


Sementara Yanata yang melihat itu... "Oi. Sampai kapan kalian saling memandang nih? Mau mulai atau tidak?"


"Tentu lah. Aku hanya melihat bagaimana muka anak kecil cebol ini" Kata pemuda itu sambil membalik badannya.


"Sudah kubilang aku tidak cebol!!! Hanya kurang tinggi sedikit!!" Sepertinya Zion benar benar kesal dan tak ingin di panggil cebol. Terlihat jelas dari ekspresi wajahnya.


"Baiklah baiklah... Yang lebih tua dan tinggi ngalah ah sama anak kecil" Kata pemuda itu sambil sedikit mengibaskan tangannya. "Ngomong ngomong namaku Alex. Alex Holiano."


"Zion. Aku Zion Ravael. Dan tentu saja aku akan mengalahkan mu!!!" Ucap Zion sengit.


Namun, Rendrano yang mendengar itu, khusus nya setelah pemuda itu menyebutkan namanya, membuatnya sedikit terkejut. Alex Holiano. Pangeran kedua kerajaan vampir. Ada perlu apa sampai datang ke sini dan langsung menantang Zion begitu? Apa ada maksud lain dari kedatangan nya?


Namun, ia menunda dulu pemikirannya setelah melihat Zion dan Alex yang sudah bersiap di tengah lapangan. Zion pun berjalan ke pinggir lapangan dan bersiap sebagai wasit.


"Baiklah, duel akan di mulai. Sebelum itu, saya akan memberitahu peraturan dalam duel ini. Dilarang membuat luka yang fatal. Jangan sampai memotong bagian tubuh lawan. Dan pemenang akan ditentukan jika salah satu dari kalian sudah tidak bisa melanjutkan duel." Jelas Rendrano.


"Bersiap... " Rendrano mengangkat tangannya. Terlihat Alex yang sudah mulai menyiapkan sihirnya. Bayangan hitam mulai terlihat di tangan dan sekitarnya. Sedangkan Zion pun juga sama. Terlihat dia sudah mulai menyiapkan diri untuk menggunakan sihir. "Mulai!"


Setelah aba aba dari Rendrano, Alex dan Zion pun langsung meluncurkan serangan satu sama lain. Sementara, Yanata langsung duduk di pinggir lapangan dan siap menonton sambil memakan popcorn. "Pertandingan seru nih!"


TBC