
"Bersiap... " Rendrano mengangkat tangannya. Terlihat Alex yang sudah mulai menyiapkan sihirnya. Bayangan hitam mulai terlihat di tangan dan sekitarnya. Sedangkan Zion pun juga sama. Terlihat dia sudah mulai menyiapkan diri untuk menggunakan sihir. "Mulai!"
Setelah aba aba dari Rendrano, Alex dan Zion pun langsung meluncurkan serangan satu sama lain. Sementara, Yanata langsung duduk di pinggir lapangan dan siap menonton sambil memakan popcorn. "Pertandingan seru nih!"
Sementara sang ayah yang mendengar dan melihat itu "..." Santai sekali kau... Dah gitu makan sendiri gak bagi bagi lagi. Setidaknya berbagilah dengan ayahmu ini.
Kembali pada Zion dan Alex, mereka saling meluncurkan serangan satu sama lain. Terlihat Alex yang memunculkan lingkaran sihirnya dan bayangan panjang muncul menyerang ke arah Zion.
"Hahaha!! Aku akan mengalahkan mu dengan mudah!" Ujar Alex sombong.
"Tak semudah itu. [NonMagic:tembakan cahaya]!!" Cahaya seperti laser muncul dan ditembak kan ke arah Alex. Pemuda vampir itu mencoba menghindarinya dan membuat perisai dari bayangan.
'NonMagic? Bukannya itu sihir yang tersegel? Dari mana dia mempelajari nya?'batin Alex mendengar kode sihir yang Zion ucapkan. Entah mengapa, karena itu dia justru waspada. Dan benar saja, serangannya terlalu kuat dan berhasil menembus perisai bayang nya. Jika saja dia tidak menghindar tepat waktu, dirinya pasti sudah terkena serangan itu. 'Sepertinya aku harus lebih berhati hati menghadapi anak ini'
Alex kembali meluncurkan serangan dan kali ini membuat pedang dari bayangan. Gerakannya di percepat, sekaligus menggunakan bayangan yang dia sebar untuk menyamarkan pergerakannya membuat Zion sedikit kesulitan.
Zion yang melihat hal itu berdecak kesal. Dengan bayangan yang menyebar, mempermudah Alex untuk bersembunyi. Tapi juga akan menyulitkan bagi dirinya. Bayangan itu lebih terlihat seperti asap hitam, setidaknya ia harus menghilangkan nya dulu untuk mempermudah dirinya untuk menyerang.
"Baiklah... [NonMagic:pusaran angin]!!" Angin berhembus kencang membentuk pusaran dengan Zion berada di pusatnya. Angin yang cukup kencang itu membuat Alex sedikit kesulitan.
Saat angin itu sudah mulai mereda, ia terkejut karena tak melihat Zion di manapun. Ia mencari ke sana kemari, namun ia tak melihat pemuda ber iris ruby itu. Hingga...
"[NonMagic:cakram udara]" Udara membentuk cakram tipis meluncur dari belakang Alex dan sukses mengenainya hingga terjatuh. Serangan itu membuat luka kecil di punggungnya, namun tidak terlalu parah.
"Sialan kau!!" Alex terlihat mulai kesal "[sihir bayangan:seribu jari bayang]!" Ucap Alex dan membentuk lingkaran sihir berukuran 2 meter, lalu jari jari bayangan muncul dan bergerak seperti ular ke arah Zion. Gerakannya yang cepat menyerang dari berbagai arah membuat Zion sedikit kesulitan.
Ia mengeluarkan pedangnya dan mencoba memotong bayangan itu, namun justru. Menembusnya. Dan di saat konsentrasi nya sedikit goyah, hal itu dapat dilihat dan dimanfaatkan oleh Alex untuk menyerang tepat ke arah Zion.
Sayangnya, Zion gagal menghindari serangan itu yang sukses mengenai nya cukup keras hingga ia menabrak pohon dengan keras. Cukup sakit walau tak separah sebelum sebelumnya. "[Heal]" Cahaya pudar mengelilingi tubuhnya dan rasa sakit mulai hilang.
Tapi Alex seakan tak memberi kesempatan Zion untuk beristirahat, ia kembali meluncurkan serangannya. Namun, kali ini berhasil dihindari oleh Zion. Ia menarik nafas panjang dan mengubah aliran sihir menjadi tenaganya membuat staminanya kembali. Hal itu juga membuat Alex terkejut. Sudah jelas tadi terlihat Zion sudah kelelahan, tapi dalam sekejap kembali seperti semula.
"[Harimau bayang]!!" Ujar Alex dan bayangan hitam menggumpal di depannya dan membentuk seekor harimau berwarna hitam dengan mata merah menyala. Harimau itu berlari ke arah Zion dan meluncurkan cakarannya. Namun, Zion berhasil menghindar walau lengan kanan nya sedikit terluka.
"Main main dengan binatang rupanya..." Gumam Zion.
'Kenapa kau tak menggunakan pistol dengan peluru dari pemadatan sihir? Itu lebih efektif dan bisa menghancurkan serangan lawan termasuk bayangan.' ucap Nero tiba tiba. Kali ini tepat waktu.
"Baiklah!! [NonMagic:pistol sihir]!" Lingkaran sihir berukuran kecil muncul di depan telapak tangannya dan muncul pistol berwarna hitam dengan corak merah di sampingnya.
Zion memfokuskan sihirnya pada moncong pistolnya dan bola merah kecil muncul. Zion mengarahkannya pada harimau bayang milih Alex dan menekan pelatuknya. Peluru sihir itu meluncur dan mengenai harimau itu dengan telak. Dan benar saja, harimau itu langsung hancur.
'Siapa dulu yang buat' lanjut Nero. Entah mengapa Zion malah merasa menyesal sudah mengatakan itu.
Tapi ingatlah jika duel ini masih belum selesai dan Alex masih mencoba untuk mengalahkan nya. Alex membuat sayap di punggungnya dengan menggunakan sihirnya dan melesat ke arah Zion dengan kecepatan penuh. Zion pun menembakinya, namun berhasil di hindari.
"Kalah lah kau!!!" Ujarnya sambil memunculkan sabit berwarna hitam. Zion membentuk perisai dengan sihirnya. Namun, perisai yang ia miliki tidak cukup kuat untuk menahan serangan Zion dan hancur. Beruntung Zion berhasil menghindar sebelum sabit itu mengenai dirinya.
Ia melihat ke arah Alex yang terlihat memaksakan diri dengan nafas yang mulai tak beraturan. Tapi dari tatapan matanya, terlihat jelas ia masih belum mau mengalah.
'Sepertinya aku harus mengakhiri ini' batin Zion dan bersiap meluncurkan serangan terakhir nya.
Lingkaran sihir berukuran besar terbentuk di atas pemuda ber rambut hitam itu saat ia mengangkat tangannya. "[NonMagic:sambaran halilintar abadi]!!" Ujarnya.
Alex membelalakkan mata. Halilintar abadi merupakan sihir level 9 yang juga merupakan sihir tingkat tinggi. Bagaimana bisa anak seusianya menggunakan sihir tingkat tinggi seperti itu? Berapa level sihirnya sebenarnya?
Sementara itu, langit berubah menjadi gelap dan petir mulai menyambar. Buru buru Alex berlari menghindar. Namun terlambat. Kilat besar berwarna merah menyambar. Alex langsung membuat perisai bayang untuk melindungi dirinya.
Sambaran petir itu pun berhenti bersamaan dengan Zion yang terduduk lemas dengan nafas yang tak beraturan. Serangan seperti itu cukup menguras tenaganya dan membuatnya kelelahan. Walau dengan sihir sekalipun, tetap memerlukan waktu untuk mengembalikan tenaganya.
Sementara, Alex membuka pelindungnya. Nafasnya tak beraturan karena kelelahan. Sepertinya ia juga sudah menggunakan seluruh tenaganya untuk memperkuat pelindung tadi. Namun, ia masih kuat berdiri dan berjalan mendekat ke arah Zion.
Di lihat dari itu, sudah jelas "pemenang dari duel ini, Alex Holiano!" Ujar Rendrano.
Alex pun tersenyum angkuh. Namun, "uhuk! " Mendadak rasa sakit muncul di dadanya. Apa ini karena dia terlalu memaksakan diri? "Tidak... Masih belum."
Alex mengangkat tangannya dan aura gelap menutupinya. "[Panah bayangan]" Alex masih saja meluncurkan serangan. Panah panah bermunculan ke arah Zion. Sementara pemuda bersurai hitam itu sudah tidak bisa menggunakan sihir lagi.
'Gunakan Penghentian. Tipe sihir yang bisa menghentikan sihir lawan. Cepat!' ucap Nero. Zion pun mengangguk.
"Penghentian!!" Serunya dan seketika sihir Alex menghilang. Bahkan aura dan energi sihirnya tak terasa sama sekali.
"A... Apa apaan ini? Dia bisa menghilangkan sihir?!" Ucap Alex terkejut. Namun...
Brug
Saat itu juga Zion pingsan. Alex yang melihat itu langsung menghampiri Zion.
"Zion! Maaf aku berlebihan. Zion sadarlah!! " Ucapnya panik. Apalagi melihat darah yang mengalir dari sudut bibir pemuda mungil itu.
TBC