
Ya, aku tak sendiri sekarang.
Mereka bersamaku, berjuang bersama ku.
Kali ini pasti bisa ku akhiri semuanya.
Membuat dunia ini... Benar benar menjadi damai.
Trang!
Pedang dan rantai saling berbenturan membuat percikan api saat kedua benda itu bertemu. Dari belakang ketua ras Inimicus itu, bola bola api meluncur membuat iblis itu menghindar.
Namun belum sempat ia kembali menyerang, pusaran angin di ikuti es yang membekukan kaki nya sehingga tak bisa bergerak.
"Hyaaa!!"
Rantai rantai bergerak liar seperti ular yang juga menghancurkan serangan itu. Beberapa serangan menuju ke arah pangeran elemen yang saat itu tak siap untuk menahan serangan. Namun,
"Sihir pelindung!" Secara bersamaan, dua orang gadis menggunakan sihir pelindung untuk melindungi para pangeran elemen. Sungguh waktu yang tepat. Sedikit saja terlambat mereka pasti akan terluka.
"Terimakasih." Ujar Sein.
Kedua gadis itu tersenyum. "Kami akan membantu kalian!"
"Baiklah, mari kita kalahkan makhluk itu!"
Serangan demi serangan di luncurkan setiap murid Hero Class. Kerja sama yang sangat baik, saat salah satu akan terkena serangan, yang lainnya membantu untuk melindungi nya. Mereka benar-benar mempraktikkan semua latihan yang sudah Zion ajarkan dengan sangat baik.
Bukan hanya dari latihan, namun juga praktek dan pengalaman. Ditambah dengan tantangan yang mereka hadapi saat uji nyali, membuat rasa takut mereka mulai menghilang. Tujuan mereka untuk mengalahkan ketua ras Inimicus itu, memusnahkan nya untuk selamanya dan membawa kembali perdamaian. Tak ada lagi rasa ragu dan takut.
"Serangan gabungan!" Berbagai serangan kombinasi juga mereka lakukan untuk semakin mendesak ketua ras Inimicus itu. Serangan mereka pun semakin kuat.
"Akh... Dasar manusia sialan!!"
DUARRR!!!!
Ledakan besar terjadi. Debu mengebul menghalangi pandangan mereka membuat mereka cukup kesulitan untuk melihat.
"Ugh mata ku kemasukan pasir!" Keluh Thory sambil mengusap mata nya.
"Tetap waspada, dia bisa saja menyerang secara tiba-tiba." Ujar Hali, membuat rekan rekan nya kembali waspada.
"Kalian semua akan mati!!"
DUAR!!
Untuk kedua kalinya ledakan besar terjadi. Namun kali ini berbeda. Sebuah perisai yang cukup besar melindungi mereka dari ledakan itu. Siapa lagi yang membuat pelindung itu jika bukan Zion?
"Ck. Dasar manusia menyebabkan!!" Ketua ras Inimicus itu berdecak kesal. Debu masih mengebul di sekitar nya membuat nya cukup kesulitan untuk melihat. Sampai saat debu debu itu sudah menghilang, justru ia di kejutkan dengan lingkaran sihir merah terang di bawah nya.
Iblis itu nampak panik dan mengedarkan pandangan nya. Sampai saat menoleh ke atas, ia terkejut melihat Zion yang melayang di udara.
Di punggung nya, terdapat sepasang sayap naga berwarna hitam kebiruan dengan kabut hitam tipis yang mengelilingi nya. Pupil mata Zion menjadi runcing seperti pupil mata kucing. Di tangan kanan nya, ia memegang pedang berwarna merah hitam dengan ukuran naga yang terlibat indah namun juga mengerikan. Sedangkan di tangan kiri nya memegang pistol yang biasa di gunakan nya untuk melawan monster monster sebelum nya.
Rambut hitam Zion berkibar tertiup angin, helaian rambut putih di antara rambut hitam itu terlihat bergoyang indah. Sungguh, penampilan yang berbeda dari Zion. Mereka dapat merasakan tekanan sihir yang begitu kuat, bahkan melebihi apa yang pernah mereka rasakan sebelumnya.
"Aku tidak akan main main lagi. Kali ini, aku benar-benar akan mengalahkan mu." Ujar Zion dingin.
Kini serangan sepenuhnya di tujukan kepada Zion. Rantai rantai dengan cepat bergerak mencoba menyerang Zion dari berbagai sisi. Namun Zion dengan mudah bisa menghindari nya.
Tidak hanya Zion sendiri, dari bawah, semua teman nya pun ikut membantu menghancurkan serangan rantai rantai itu.
"[NonMagic:sihir penghancur]"
Wushh!!
Lingkaran sihir di bawah ketua ras Inimicus itu aktif mengeluarkan sihir yang langsung menghancurkan rantai rantai itu.
"Akh!! Bagaimana bisa?! Sihir ini-"
"Sihir dari naga legendaris bukan?"
Trang!!
Tak memberi kesempatan lawan nya untuk kembali menyerang, Zion langsung menegaskan pedang nya lagi yang langsung di tahan. Namun tangan satu nya bergerak menembakkan peluru sihir yang langsung mengenai ketua ras Inimicus itu.
"Akh!"
"Saatnya mengakhiri ini." Lingkaran sihir merah berukuran besar muncul di hadapan Zion. Di saat yang sama, cahaya pudar berbagai warna keluar dari tubuh teman teman nya, sesuai dengan aura sihir mereka masing masing. Cahaya itu memasuki tubuh Zion yang kemudian ia gabungkan dalam sihir nya.
"[NonMagic:sihir penghancur]"
DUARR!!
Ledakan kembali terjadi. Tubuh ketua ras Inimicus itu perlahan hancur dan menghilang tanpa sisa.
Semua sudah berakhir. Ketua ras Inimicus itu benar-benar kalah sekarang. Erano tersenyum puas. Ia memang tak salah sudah memilih Zion.
Perlahan Zion terbang turun. Begitu kaki nya menyentuh tanah, sayap di punggung nya langsung menghilang. Ia berhasil.
"ZIOOOONNNNNN!!!!!!!!"
BRUK!
Secara tiba tiba Kei, Leo dan Thory menerjang nya membuat pemuda itu terjatuh.
"Ugh kalian cepat menyingkir! Berat tau!!" Keluh Zion sambil mendorong ketiga pangeran elemen itu.
"Sekarang semuanya benar-benar sudah berakhir bukan?" Tanya Zuka sambil berjalan mendekat. Zion sedikit terdiam, lalu mengangguk.
"Iya. Ketua ras Inimicus benar-benar sudah di kalahkan." Sahut Erano. Kini ia sudah melepas penyamaran nya. Sepasang tanduk di kepala nya dan ekor khas iblis terlihat jelas. Mata nya mulai berkabut. Air mata mulai menumpuk di pelupuk mata nya, namu ia terus menahan dirinya agar tidak menangis. "Terimakasih Zion..."
Zion membalas senyum Erano. "Sama sama."
"Masih belum." Semuanya langsung menoleh pada Sein yang sudah siap dengan buku dan catatan yang entah ia dapat dari mana.
"Kami masih butuh penjelasan. Tentang dirimu dan iblis itu." Ujar Sein menuntut penjelasan.
"A-haha.. Baiklah..."
Yeah.. Ia memang harus menjelaskan semuanya sih...