Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
118. Penjelasan Nero



Langit biru di siang hari. Angin berhembus pelan menggugurkan kelopak bunga sakura yang jatuh menghiasi jalanan. Seorang pemuda berjalan santai sambil memainkan ponselnya. Seakan tak memiliki beban hidup, ia begitu menikmati suasana di sekitar nya.


Pemuda itu adalah Zion, yang saat ini berdiri sembari menunggu warna lampu lalu lintas berubah warna. Namun, secara tiba tiba ada seseorang yang mendorong nya dari belakang, bertepatan dengan sebuah truk yang melintas ke arah nya.


Brak!


Tabrakan tak bisa di hindari, pemuda itu tertabrak truk dan terbaring di jalan. Darah mengalir dari kepala nya dan orang orang mulai mengerumuni nya.


Di samping itu, seorang pemuda menyeringai melihat kejadian itu. Seringaian yang begitu jelas Zion lihat. Seakan ia melihat rekaman kejadian saat dirinya meninggal dan berakhir bereinkarnasi ke dunia fantasi.


"Sudah saatnya pahlawan datang ke dunia fantasi." Ujar pemuda itu dan berjalan menjauhi kerumunan, menuju sebuah gang sempit di sekitar pertokoan.


Tak ada yang menyangka, pemuda itu memunculkan sebuah portal di sana dan memasuki nya. Itu terlihat seperti portal teleportasi, tapi bukan. Portal itu sedikit berbeda. Itu adalah portal dimensi.


Ingin rasanya Zion berlari mengejar pemuda itu namun tubuhnya seakan tak bisa di gerakkan. Wajah pemuda itu pun tak bisa ia lihat dengan jelas. Siapa sebenarnya pemuda itu? Apa. Maksudnya dengan pahlawan?


Zion tau setelah mengalahkan ras Inimicus dirinya di sebut sebut sebagai seorang pahlawan yang menyelamatkan dunia. Tapi... Sepertinya apa yang di maksud pemuda itu lebih dari yang ia pikirkan. Ada sebab lain kenapa dirinya di kirim menuju kematian.


Ah, benar juga. Zion teringat. Ia masih belum mengungkap siapa orang yang mendorong nya dulu. Tapi... Siapa pemuda itu sebenarnya?


Tes...


Suara air menetes memasuki pendengaran Zion. Kini ia berada di tempat yang cukup gelap dengan genangan air di bawah kaki nya. Namun seakan kakinya tak menyentuh air itu, ia tak merasakan basah sama sekali.


"Zion..."


Zion menoleh ke belakang nya, dan mendapati Nero berada di sana. "Aku... Di alam bawah sadar ku? Kenapa kau membawa ku kemari?" Tanya Zion pada Nero.


Nero memandang tuan nya lekat. "Kau sudah melihatnya bukan? Itu informasi yang ku dapatkan tentang mu."


"Artinya orang itu sengaja membuatku terlahir di dunia ini? Tapi... Apa maksudnya dengan pahlawan? Hanya karena aku mengalahkan ras Inimicus?" Tanya Zion masih penasaran.


Nero menggeleng. Ia sendiri tak menyangka hal ini sebelum nya. Tapi dari apa yang di dapatnya dengan kekuatan nya yang mampu menembus dimensi dan waktu, sepertinya memang tidak salah lagi. Zion lah sang pahlawan yang sudah di takdirkan untuk menyelamatkan dunia ini.


"Menurut ramalan, akan ada pahlawan yang di kirim ke dunia ini untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran. Sepertinya yang di maksud itu kau, Zion. Kau dibangkitkan dari kematian dengan kekuatan yang besar. Lalu apa yang kau lakukan dan tugas yang kau jalani, itu sudah membuktikan nya bukan?" Jelas Nero.


Yang naga itu katakan ada benarnya. Ia tak akan bereinkarnasi tanpa tujuan. Dirinya telah di takdirkan sebagai pahlawan untuk dunia lain. Siapa sangka, seorang anak sekolah biasa yang kebetulan bisa beladiri dan hobi menonton anime dan bermain game justru ditarik masuk menuju dunia sihir dimana ia di berikan tanggung jawab besar untuk keselamatan dunia itu.


"Aku pikir hanya ras Inimicus ancaman yang harus ku selesaikan. Tapi ternyata... Ada hal lain." Zion menundukkan kepala nya. Tugas nya masih belum selesai. Masih ada iblis yang berkeliaran di Kerajaan dan siap menyerang kapan saja. Ia harus membuat dirinya dan murid murid Hero Class lebih kuat lagi.


"Jadikan survival camp itu sebagai ujian dan pelatihan mereka juga, Zion. Kemampuan mereka di perlukan untuk melawan iblis itu. Musuh kuat sudah menanti mu."


Zion mengangguk mengerti. Ia mulai memikirian metode latihan lainnya untuk melatih Hero Class. Dengan latihan langsung melawan monster, itu akan membuat pengalaman baru bagi mereka.


Perempatan imajiner muncul di dahi Nero. "Apa kau bilang dasar bocah??"


Zion hanya tertawa. "Maaf maaf aku bercanda. Terimakasih sudah membantu dan membimbingku selama ini, Nero." Zion tersenyum kali ini senyuman yang benar-benar tulus ia tunjukkan. Jika bukan karena Nero, iya tak akan sampai sejauh ini.


Nero pun ikut tersenyum. "Selain melatih Hero Class, kau juga harus melatih kemampuan mu. Khususnya untuk elemen tanah."


Zion menaikkan alis nya. "Elemen tanah? Kenapa?"


Nero menghembuskan nafas nya. "Sekarang hanya sedikit atau bahkan hampir tak ada penyihir pengendali elemen tanah. Menurut rumor yang beredar, mereka secara tiba tiba menghilang. Tak ada yang tau kemana mereka menghilang. Dikatakan mereka akan muncul saat dunia sedang dalam masalah besar. Mau juga memiliki sihir elemen itu, jadi lebih baik kau juga melatih nya."


Yang di katakan Nero ada benarnya. Zion sendiri juga sudah mendengar itu dari Zuka dan teman teman nya yang lain. Mungkin ia bisa mulai melatih sihir itu juga.


"Baiklah! Aku akan mencoba melatih nya." Ujar Zion serius. Nero tersenyum dan mengangguk.


"Baiklah, sekarang saatnya kau bangun. Banyak tugas yang harus kau selesaikan, Zion Ravael!"


Zion mengangguk mengerti. Ia kembali memejamkan mata nya, mencoba mengumpulkan kembali kesadaran nya.


"Zion..."


Sesaat ia mendengar seseorang memanggil nama nya.


"Zion bangun Zion..."


Zion membuka mata, mencoba menyesuaikan cahaya yang memasuki penglihatan nya. Namun, hal pertama yang di lihatnya justru membuat pemuda ber iris merah ruby itu terkejut bukan main.


"Huwa!!! Apa yang kau lakukan di sini?!" Zion langsung mendorong sosok hitam yang ada di hadapan nya. Tangan kanan nya menyentuh dada mencoba mengontrol detak jantung nya yang memburu.


Huf!


Seekor anjing... Ah tidak, serigala kecil duduk di kasur nya sambil mengibas kibaskan ekor nya.


Darimana makhluk itu masuk?


Di ambang pintu, seorang pemuda menatap nya sambil menyandarkan punggung nya pada tembok. Ia adalah Alex, yang kemudian melangkah masuk. "Kau benar benar membuatku terkejut All!" Keluh Zion.


"Salah mu sendiri gak mau bangun. Lihat, sekarang sudah jam 7 pagi. Satu jam lagi bel masuk berbunyi. Ingatlah sekarang kau murid." Ujar Alex.


Mata Zion membulat sempurna. Ia benar benar melupakan itu! "Aku mau mandi dulu!!!" Dengan cepat Zion langsung menyambar handuk dan melesat menuju kamar mandi. Sedangkan Alex hanya bisa menghela nafas sambil geleng geleng kepala melihat tingkah sahabat nya itu.


Namun... Tak biasanya Zion bangun terlambat. Apa ada masalah?