
"Sebenarnya... Kami dulu tidak sebahagia sekarang." Ucap Hali yang membuat Zion makin penasaran.
Zion langsung memasang posisi duduk yang nyaman menurut nya dan bersiap mendengarkan cerita Hali.
Hali yang melihat itu sedikit terkekeh. Melihat Zion seperti itu seperti melihat anak kecil yang mau mendengarkan dongeng saja.
"Kami memang sudah bersama sejak kecil, setelah keluarga kami mengetahui kekuatan besar yang kami miliki, mereka mulai melatih kami dengan keras. Bahkan sampai mendatangkan pelatih khusus." Hali menjeda ucapan nya. Ia memandang Zion yang masih menatap nya penasaran.
"Terkadang aku benci memiliki kekuatan yang besar. Sebagaimana keluarga bangsawan, tentu saja banyak yang menghormati kami. Di depan umum kami terlihat seperti keluarga yang baik tanpa masalah. Tapi berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di dalam."
"Kami di latih begitu keras. Aku yang bahkan tidak diperbolehkan istirahat dan berlatih melawan kesatria kesatria terbaik di Kerajaan. Aku tidak terlalu memikirkan itu, tapi saudara saudara ku yang lain, khusus nya adik ku Kei."
"Kenapa?" Tanya Zion.
"Aku tidak pernah memikirkan kondisi ku. Mau bagaimana pun aku tidak peduli. Tapi Kei tidak sekuat diriku. Apalagi karena sihir angin nya, ia sering berlatih di udara dan tak jarang jatuh dari ketinggian. Melihat nya yang sampai kesakitan begitu cukup membuat ku marah." Hali menjeda ucapan nya. Terlihat jelas kesialan di wajah pemuda bermanik merah itu.
Wajar saja jika Hali marah. Siapa juga yang tidak marah jika saudara, apalagi adik kandungnya sampai seperti itu bukan?
Hali pun melanjutkan cerita nya. "Walau terlihat ceria, Kei selalu menyembunyikan kesedihan nya. Ia menutupi itu dengan senyuman dan sikap jahil nya yang membuat kebanyakan orang tidak sadar jika dia sedang bersedih. Tapi ada kala aku melihat senyuman itu benar-benar hilang. Melihat nya menangis, membuat ku merasa sakit."
"Selain itu lainnya juga tidak jauh berbeda. Leo memiliki kondisi fisik yang paling baik dari yang lain. Dengan kemampuan sihir api nya, dia sering melakukan latihan tanding dengan kesatria kesatria. Tapi, jika dia gagal atau mengeluh sedikit saja pasti langsung di pukul. Itu yang membuat ku tak tega melihatnya. Dengan sikap nya yang mirip berandal, Leo sering mencoba kabur walau selalu berhasil tertangkap."
Zion yang mendengar itu sedikit murung. Ia benar-benar tidak menyangka tentang ini.
Hali melanjutkan cerita nya. "Lalu Ice. Kau tau sendiri dia cukup pemalas. Tapi sebenarnya tidak begitu. Ice dan Leo saling bertolak belakang. Ice memiliki kondisi tubuh yang buruk dan sering sakit. Dia juga tidak tahan dengan suhu panas. Tapi untuk membantu mengurangi beban Leo, Ice selalu berlatih keras dan mengerjakan tugas Leo. Seingatku dia pernah tidak berhenti berlatih selama tiga hari. Walau setelahnya tiga hari juga dia tertidur."
"Tiga hari tertidur?" Tanya Zion cukup terkejut. Ia memikirkan bagaimana bisa seseorang tidak mandi 3 hari? Ah lupakan itu.
Hali mengangguk mendengar pertanyaan Zion. " Tau lah Ice itu tipe orang yang bisa tidur di manapun dan kapan pun. Julukan polar bear memang cocok kurasa."
Zion menyetujui itu. " Ada benarnya. Mengingat dia yang tertidur saat latihan atau saat mau bertanding, kurasa tidak heran lagi. Lalu bagaimana dengan Thory dan Sein?"
"Untuk Thory... Kau tau sendiri dia yang paling polos. Terlalu lugu menurut ku. Dia pengendali sihir tumbuhan, sihir yang cukup langka sebenarnya. Karena sihirnya itu Thory sering berlatih di hutan. Pelatih nya membiarkan dia berhadapan dengan monster sendiri dan hanya akan menolongnya saat situasi yang benar-benar tidak bisa Thory atasi. Makanya tak jarang Thory pulang dengan keadaan terluka. Tapi dibalik sifat polosnya, ada kala Thory bisa jadi sangat kejam jika ada yang berani melukai saudara saudara nya, khusus nya Sein adiknya."
"Thory yang polos itu bisa jadi kejam? Aku sedikit sulit membayangkan nya." Ucap Zion mengingat betapa manis dan polos nya Thory. Bahkan sepertinya kelembutan nya melebihi anak perempuan. Ditambah lagi wajahnya yang paling imut di antara uang lain dengan mata besar dan iris zamrud yang menawan, apalagi ditambah senyuman lebar nan manisnya sudah jelas membuat semua orang gemas dan terpesona.
Jadi sudah jelas ia sedikit sulit membayangkan sosok itu menjadi kejam. Kira kira akan seperti apa ya?
"Oke, selanjutnya Sein. Dia itu ilmuan gila. Saudara nya sendiri saja dijadikan percobaan. Harga diri nya yang setinggi langit dan gaya nya yang over narsis apalagi gila popularitas cukup sulit membayangkan sebenarnya si jenius itu menyembunyikan banyak masalah."
Zion sedikit terkekeh mendengar itu. Sekesal itulah Hali pada Sein sampai menjabarkan sikapnya seperti itu? Tapi sepertinya tidak salah juga sih...
"Setelah orang tua nya tau kejeniusan Sein dalam ramuan dan sihir cahaya, mereka selalu memaksa Sein untuk membuat berbagai obat obatan untuk di jual. Mereka mengancam akan melukai saudara saudara mua jika Sein tidak mau melakukan itu."
"Ya... Setidaknya itu berakhir. Aku mulai muak dengan semua itu dan diam diam menyelipkan kode saat menghadiri pertemuan untuk meminta bantuan. Tapi sayangnya mereka menganggap itu hanya gurauan. Sampai akhirnya suatu malam ada seseorang yang memahami kode ku. Orang itu sangat membenci keluarga ku sejak dulu dan kami bekerja sama dengan jaminan dia akan membantu kami bebas jika bisa menghancurkan keluarga Vandelous. Aneh memang menghancurkan keluarga ku sendiri. Tapi aku sudah muak dengan semua itu. Aku tidak ingin saudara ku tersiksa lebih lama lagi."
"Dan akhirnya kau setuju?"
Hali mengangguk. "Malam itu aku memberitahu semua rencana ku pada saudara ku yang lain dan berhasil kabur dengan bantuan nya. Setelah itu kami pergi ke rumah kakek dan nenek kami di desa dan tinggal di sana selama 3 tahun sebelum mulai masuk Star Magic Academy. Setidaknya hanya butuh waktu singkat untuk lainnya dapat ceria lagi." Ujar Hali.
Zion kini memahami alasan kenapa Hali memiliki jiwa pemimpin yang besar. Melalui pengalaman dan hidup nya, kepedulian dan berani mengambil langkah maju sudah bisa membuktikan dirinya pantas menjadi pemimpin.
"Tapi setidaknya sekarang kalian sudah aman. Hal seperti itu tidak akan terjadi lagi." Ujar Zion tiba tiba sambil tersenyum. Entah mengapa melihat wajah imutnya membuat Hali tenang.
"Ya... Setidaknya semuanya sudah selesai sekarang." Ucap Hali setuju. Namun...
Kruyuk...
Seketika Zion langsung memalingkan dan menutup wajah nya uang memerah. Ia baru ingat mereka belum makan apa apa sejak terjebak di sini. Sedangkan Hali yang mendengar itu tertawa kecil.
"Iya juga. Kita kan belum makan apa apa." Ucap nya. Zion hanya mengangguk. Ia memandang sekitarnya. Sepertinya mustahil menemukan buah buahan di tempat seperti ini.
Tapi bagaimana jika di kolam? "Ikan?"
"Itu bukan monster kan?" Tanya Hali. Ia mengamati ikan yang berenang di kolam. Ya, sepertinya bukan. "Baiklah aku akan menangkap nya."
"Oke, aku akan menyiapkan api nya." Ujar Zion. Hali pun mengangguk mengerti. "Eh tapi bagaimana-"
Byur!
Terlambat. Hali sudah terjun masuk ke kolam. Zion menggeleng geleng kan kepala nya melihat itu. Dan setidak nya kini mereka sudah saling memahami.
*****
Di suatu ruangan labolatorium terlihat seorang pemuda ber rambut putih yang sedang tertidur dengan jarum infus yang menancap di lengan nya. Terlihat perban mengikat leher dan tangan nya.
Wajah pucat terlihat jelas pada pemuda itu, membuatnya terlihat cukup memprihatinkan.
Secara tiba tiba, seorang pemuda ber iris hitam masuk ke dalam ruangan itu. Ia menatap lembut pemuda yang masih terlelap itu dan berjalan mengambil sebuah suntikan dan cairan yang ditambahkan sihir milik nya.
"Kurasa sudah saatnya." Ujar nya sambil menyeringai kejam.
TBC