Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
130. Mengalahkan Orc



Pedang dan tombak saling beradu. Ditambah dengan sihir pelindung di dekat para Orc itu membuat Zion cukup kesulitan menyerang. Ia mengatur nafas nya yang mulai tak beraturan. Keringat mengalir melalui pipi nya.


'Pelindung nya merepotkan. Tapi... Melawan mereka seperti ini menyenangkan juga.' batin Zion. Walau melelahkan, entah mengapa ia cukup menikmatinya.


'Jangan terlalu bersenang senang, cepat kalahkan mereka sebelum mereka menyerang murid murid lain.'


Zion hanya mendengus kesal. Ingin rasa nya ia menggerutu. Mengacaukan kesenangan saja. Tapi sayang, yang Nero katakan ada benarnya. Ini bukan waktunya untuk main main.


Orc itu kembali menyerang Zion. Salah satu di antara nya mengangkat tangan nya kuat dan memukulkan gada yang di pegang nya dengan kuat ke arah Zion. Pemuda bermata merah ruby itu dengan cepat menghindar.


Tring!


Benturan antara pedang milik Zion dan gada Orc itu kembali terjadi saat kedua senjata itu saling berhantaman. Zion mengerahkan tenaga nya untuk menahan serangan itu. Lututnya sedikit menekuk menahan tekanan dari serangan itu.


Namun Zion tak hanya terfokus pada lawan yang sedang ia hadapi. Diam diam, ia juga memunculkan lingkaran sihir, mencoba membunuh Orc lain nya.


Sring!


Zion mendorong Orc itu, membuat sang Orc melepaskan serangan nya. Sedangkan dengan cepat Zion mengulurkan tangan nya ke depan. "[Sihir tanah: lumpur hisap]!!"


Seketika lingkaran sihir di bawah kaki para Orc itu bersinar redup, di susul dengan tanah yang mulai melembek berubah menjadi lumpur yang perlahan menenggelamkan mereka.


'Ternyata cukup mudah mengalahkan mereka.' ujar Nero yang hanya memperhatikan.


"Hanya tubuh mereka yang besar, mereka gak memiliki sihir yang kuat, jadi ku rasa wajar." Balas Zion.


Rooaarr!!! Rooaarr!!


'Semua Orc sepertinya sudah di kalahkan. Kerja bagus!' puji Nero.


Zion tersenyum. "Terimakasih."


Wuush!


Namun seketika Zion terhenti. Angin terasa berhembus di sekitar nya. Rambut hitam nya tertiup angin dengan rambut putih yang terlihat berkilau.


Huk... Huk...


Seketika tubuh Zion gemetar mendengar suara itu. 'Aku gak takut hantu.. Aku bukan orang yang takut hantu... Pergi lah hantu... Hush hush hush! Jangan kesini dong!!' batin Zion menahan rasa takutnya. Perasaan tadi ia seakan tak merasa takut sama sekali.


"Apa kau gak rindu keluarga mu? Apa benar kau mampu mengemban semua ini?"


DEG!


Zion menoleh ke belakang setelah mendengar suara itu. Ia mempertajam penglihatan nya, menyebar sihir nya untuk membantu dirinya merasakan sihir lain di sekitar nya. Namun, hasilnya nihil.


"Hey siapa itu?!" Seru Zion. Namun, tak ada jawaban seakan memang tak ada apapun di sana sebelumnya. Tapi Zion yakin, ada orang lain di sana selain dirinya. Ada yang mengawasinya. Apa memang... Iblis itu?


Zion sedikit termenung. Dari kata kata sosok itu, dia pasti yang membawa nya pada kematian. Tapi pertanyaannya, apa orang itu, dan iblis yang harus ia kalahkan merupakan orang yang sama atau dua orang yang berbeda?


Ah itu cukup membuatnya pusing. Seandainya ada petunjuk yang lebih jelas tentang sosok itu...


"Ck. Menyebalkan."