Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
58. Serangan Kejutan



Matahari mulai terbit memancarkan sinar hangat yang menghangatkan udara kala itu. Sorotan cahaya dari sang surya yang mengenai awan awan membuat corak warna tersendiri bak lukisan di langit.


Ditambah lagi dengan angin sepoi sepoi yang bertiup sejuk dan kicauan burung yang mulai terdengar bagaikan musik pagi yang menyambut hari.


Seorang pemuda bermanik ruby menatap lembut pada jalanan kota di luar gerbang akademi. Dirinya yang bersandar di pagar pembatas di atas atap membuatnya dapat melihat pemandangan itu dengan jelas.


Lampu masih menyala menerangi jalanan dan rumah rumah di sana. Beberapa orang yang mulai berlalu lalang menuju tempat tujuan masing masing mengingatkan nya dengan dunia nya dulu.


Sungguh pemandangan yang indah...


Namun, tidak seindah suasana hati nya.


Ia kesal. Marah. Tapi tidak bisa ia ungkapkan seenaknya.


Bulatan di bawah mata Zion semakin menebal menandakan Zion bergadang lagi malam tadi. Matanya yang masih memandang pemandangan itu hanyalah pengalih dari hal buruk yang terus terbayang dalam pikiran nya.


Zion menghela nafas mengingat apa yang raja dan putri Wiver katakan tentang dirinya.


"Anak cebol ini yang melatih mereka??!!"


"Apa anda sedang bercanda? Lihat lah dia hanya anak cebol."


"Bahkan lebih pendek dari anak anak seumuran nya."


"Apa anda yakin anak cebol ini bisa melatih murid murid kami? "


Cebol... Cebol... Cebol...


'Aku tidak cebol! Aku hanya kurang tinggi sedikit saja!!!'


Zion menghela nafas. Ayolah, apa jadi masalah jika dirinya sedikit kurang tinggi?? Lagipula untuk anak seusianya bukankah wajar?


Ia benci kata itu. Andai saja tinggi tubuhnya sama dengan saat ia masih hidup di dunianya dulu, pasti akan lain cerita nantinya.


Mungkin kata 'cebol' itu akan berganti jadi 'keren'?


"Nero... Apa ada sihir yang bisa menambah tinggi badan dalam sekejap? "


Nero yang mendengar pertanyaan Zion,


Apa dia benar-benar ingin lebih tinggi?


'Tidak ada. Jika ada pun, itu sama saja penyalahgunaan sihir.'


Zion menggembungkan pipi nya kesal. "Bantulah tuanmu ini...."


'Tidak mau!'


"Dasar familiar menyebalkan!"


Ia semakin kesal. Di saat seperti ini familiar nya tidak bisa di ajak kerjasama sama sekali!


"Disini kau rupanya Zion? Aku sudah mencarimu kemana mana." Ucap sebuah suara yang tak lain dan tak bukan adalah Alex.


Baru sebentar saja Zion tenang, sudah datang satu pengacau suasana lagi.


"Hey, apa kau tidak mendengar ku? " Tanya Alex sekali lagi, melihat tidak ada respon dari anak itu.


"Zion? Kau baik baik saja? Apa kau sedang ada masalah? Mungkin aku bisa bantu." Ujar Alex yang mulai khawatir. Tidak biasanya sahabatnya itu seperti itu. Jadi wajar saja bukan jika ia khawatir?


Alex melanjutkan. "Apa ini ada kaitan nya dengan apa yang dibicarakan dengan raja beast?"


Tepat sasaran. Ia semakin kesal sekarang.


Zion menghela nafas. 'Akan sangat membantu jika kau diam sekarang!'


" Zion? "


Lagi-lagi Zion menghela nafas nya kesal. Ia pun berbalik sambil tersenyum manis.


"Ya? Ada apa? Aku hanya ingin menikmati suasana pagi saja dan membiarkan diriku tenang untuk sementara. Jadi, jika tidak ada urusan penting, biarkan aku sendiri ya? " Jawab Zion lembut sambil tersenyum. Entah mengapa itu justru mengerikan.


"B-baiklah. Aku... Pergi dulu. Jangan terlalu lama. Ingat, kau harus menyambut murid murid beast akademi nanti. Dan, para murid Hero Class memanggilmu ke Colloseum." Ujar Alex sebelum berjalan pergi.


Zion hanya mengangguk sambil melambaikan tangan nya.


"Menyebalkan! "


Walau yang Alex katakan tidak salah, tapi tetap saja menyebalkan. Tapi sebentar, kenapa murid murid Hero Class memanggilnya ke sana? Ada apa?


Zion pun segera menuju Colloseum. Entah apa yang akan terjadi saat ia berada di sana nanti.


Awalnya Zion berfikir jika murid murid Hero Class akan berkumpul dan menyambutnya, namun yang terjadi justru sebaliknya.


Kosong.


Tidak ada siapa siapa di sana.


Alex tidak sedang mengerjai nya bukan?


Zion berjalan ke tengah Colloseum. Namun, mendadak ia merasakan tekanan sihir di sana.


Zion tersenyum tipis. 'Jadi ini yang mereka rencanakan.' ia langsung mengeluarkan pedang nya saat itu juga dan..


Duar!!


Sebuah bola cahaya langsung meluncur ke arah Zion dengan cepat. Namun berhasil ditebas dengan mudah nya.


"Jadi ini serangan kejutan dari mereka ya? Menarik. " Gumam Zion.


Setelah nya angin bertiupan kencang membuat debu debu dalam colloseum itu beterbangan mengaburkan pandangan Zion.


'Sial. Aku tidak bisa melihat apa apa! Tapi sihir mereka terasa jelas. Nero, beritahu aku jika akan ada serangan yang datang.' batin Zion.


'Baik. 6 detik dari belakangmu! '


Saat itu juga Zion langsung berbalik dan menebaskan pedang nya. Kali ini bola api yang mengarah pada nya.


'Tepat di bawahmu, sulur tumbuh akan tumbuh!'


Zion sedikit terkejut membuatnya terlambat menghindar. Saat itu juga sulur sulur tumbuhan mengikat tubuh nya. Zion mencoba untuk memotong sulur tumbuhan itu, namun hasilnya nihil. Sulur itu terlalu kuat.


"Kemampuan mereka sudah meningkat rupanya." Gumam pemuda bermanik ruby itu.


Tidak cukup sampai di situ, besi besi bermunculan dari tanah membentuk jeruji yang membuat pedang Zion terlempar dan nyaris saja mengenai nya.


Ia benar benar terjebak sekarang.


Debu yang menyebul menutupi colloseum mulai memudar membuat Zion dapat kembali melihat apa yang ada di sekitarnya. Dan itulah yang membuatnya terkejut sekarang.


Tekanan sihir yang besar dan dua ekor belut air raksasa berada tak jauh dari dirinya.


"Hai Zion! Bagaimana serangan kejutan kami? " Tanya Ice yang ada di atas kepala salah satu belut itu.


"Kami melakukan ini untuk membuktikan jika kami masih ingin berlatih denganmu dan pantas mengikuti perang." Ujar Hali yang ada tepat di belakang kedua belut raksasa itu.


"Jadi, rasakanlah serangan dari kami!!!" Seru Ice dan langsung mengarahkan belut air nya pada Zion.


Awalnya Zion tidak terlalu khawatir karena itu hanyalah belut air. Namun, ia terlalu meremehkan mereka saat Hali meluncur ke atas dan melemparkan pedang nya yang merubah belut itu menjadi belut listrik berwarna merah.


"Sial! Aku tidak bisa bergerak!"


Bestt


DUAR!!!!


Petir menyambar dengan keras nya bahkan sampai terdengar ke seluruh akademi.


Kaca sampai bergetar dan para beast yang baru sampai pun langsung terkejut. Bahkan raja Girori pun sampai melompat sambil menutupi telinga nya.


Ketahui lah telinga beast itu lebih sensitif. Mendengar suara keras mendadak, apalagi sampai seperti itu jelas membuat mereka terkejut.


"Apa yang terjadi?"


"Apa ini latihan murid Hero Class?"


"Mengerikan.."


Ucap beberapa dari mereka.


Sementara itu, di Colloseum, semua orang sedang menunggu kebulan debu menghilang dari lokasi serangan mematikan itu. Mereka penasaran apa serangan mereka berhasil mengenai Zion atau tidak.


Namun, hal pertama yang merek lihat saat itu adalah kubah pelindung berwarna merah pudar.


Entah mengapa mereka kecewa. Padahal serangan tadi sudah cukup bagus. Dan jika dihitung, kekuatan nya hampir sama dengan penyihir level 9. Tapi bahkan tidak bisa menggores pelindung yang Zion buat.


Apa artinya rencana mereka gagal? Serangan kejutan yang mereka buat untuk meyakinkan dan membujuk Zion agar kembali melatih mereka gagal.


Prok prok prok


Semua mengalihkan pandangan mereka pada suara tepukan tangan yang terdengar. Pelindung yang melindungi Zion menghilang dan pemuda itu keluar dengan keadaan yang baik baik saja bahkan tanpa luka sedikitpun di tubuhnya.


"Serangan yang cukup hebat." Puji Zion sambil berjalan mendekat.


Thory sedikit tertunduk. "Tapi kami masih gagal mengenai mu..."


"Tak apa. Ini saja sudah cukup membuktikan. Mulai dari serangan, tapi yang paling penting adalah kerjasama dan kekompakan kalian. Apa kalian benar benar ingin ku latih? " Tanya Zion sambil memandang murid murid Hero Class yang sudah berkumpul.


"Ya! Tentu saja! " Jawab mereka mantap.


Zion tersenyum melihat ekspresi dan tatapan mereka. Mengatakan itu dengan penuh keyakinan. Tapi.. Apa mereka benar benar yakin?


"Baiklah. Latihan berikutnya akan lebih berat. Dan lagi, kalian tak akan berlatih sendiri. Mulai hari ini, murid murid Beast Academy juga akan berlatih bersama kalian. "


"AAPPAAA????? "


Jelas mereka terkejut. Sebelum ini tidak ada pemberitahuan apapun dan langsung mengatakan itu. Tapi sampai murid murid Beast Academy juga ikut dilatih, apa sekuat itu musuh mereka? Dan setinggi apa kemampuan Zion?


Sungguh buruk membuat Zion marah.


Sedangkan Zion malah tersenyum manis. "Yap! Mereka sudah datang. Jadi, mari kita temui mereka sekarang! Sekaligus memberitahu duel yang akan ku adakan. "


"Baik! " Seru semuanya serentak dan mengikuti Zion keluar Colloseum.


TBC