
"Bagaimana dia bisa tau? Harusnya aku lebih berhati hati saat itu. Sekarang mereka sudah tau keberadaan ku. Meraka pasti akan mengirim monster untuk menyerang sekolah ini! "
"Zion tenanglah... "
"Bagaimana bisa tenang jika semua orang yang ada di sini terancam?!"
"Tolong tenang! Banyak penyihir berpengalaman di sini. Kita pasti bisa menghadapinya!"
"Yang kita hadapi bukan lawan yang bisa di anggap remeh! Lady Spider panglima perang ras Inimicus! Kemampuan nya tidak bisa di anggap remeh! Dia juga orang kepercayaan ketua ras Inimicus!"
"Tapi jangan seperti ini! Setidaknya tenangkan dirimu Zion!!"
Rendrano langsung memeluk Zion erat. Pemuda itu langsung menangis di pelukan nya. Rendrano tak mengira akan jadi seperti ini. Zion pasti mengalami hal yang berat di masa lalu nya sampai mengalami trauma seperti ini.
"Sudah Zion... Tenang dulu... Semuanya akan baik baik saja..." Ucap Rendrano lembut sambil membelai rambut hitam Zion.
"Aku... Hiks.. tak ingin kembali ke tempat itu lagi..." Ucap Zion pelan di tengah isakan nya.
"Kau tak akan kembali ke tempat itu... Ayah akan melindungi mu... Kami semua akan melindungi mu..." Ucap Rendrano dan membaringkan Zion di Sofa.
"Aku benar benar tak ingin kembali ke sana..."
"Tak akan. Kami akan perkuat keamanan akademi. Sekarang 'tidurlah'. Kau juga harus istirahat..."
Seketika cahaya hijau muncul mengelilingi tubuh Zion yang kemudian melemas dan tertidur. Rendrano menatap khawatir sosok pemuda ber rambut hitam di hadapannya itu. Ia melihat ke arah baju nya yang sedikit terbuka memperlihatkan simbol bulan sabit yang terikat rantai dan beberapa bintang kecil di sekitarnya.
Simbol yang selalu mengingatkan nya pada kenangan buruk dan bagaimana pertemuan pertamanya dengan anak itu.
Namun, ada juga yang membuatnya penasaran sampai sekarang. Bagaimana Zion bisa mengetahui semua itu? Tidak ingin kembali ke tempat itu? Apa yang sebenarnya telah dia alami? Siapa Zion sebenarnya?
Pertanyaan itu selalu saja berputar di kepala Rendrano. Tapi ia tak pernah menemukan jawaban nya. Ia ingin bertanya, tapi mengetahui trauma yang dialami Zion, Rendrano lebih memilih untuk menyimpan pertanyaan itu.
Sementara, waktu terus berjalan dan langit yang sebelumnya biru cerah dengan awan putih menghiasi kini telah berganti warna menjadi jingga dengan matahari yang mulai terbenam.
Di asrama pangeran elemen, kelima pemuda tampak duduk tenang di ruang tamu sambil melakukan kegiatan masing masing. Semua masih cukup terkejut dengan hal yang terjadi saat latihan tadi.
Namun ada hal lain yang juga mereka khawatir kan.
"Hey.. Apa Thory masih belum keluar kamar juga? Dia belum makan apa apa sejak tadi siang kan?" Tanya Kei khawatir.
"Aku sudah memanggilnya dan membujuknya, tapi kak Thory tidak mau keluar kamar." Jawab Sein.
Leo yang awalnya sedang membaca buku langsung membanting buku itu ke atas meja dan berjalan ke kamar Thory. Lainnya pun langsung mengikuti pemuda itu takut ia akan melakukan hal buruk nanti.
Leo pun langsung mengetuk pintu kamar Thory keras. "Woy Thory!! Sampai kapan kau mau di sana terus?! Mau mati kelaparan? Setidaknya isi perutmu sedikit!"
Namun tidak ada jawaban dari si pemilik kamar.
Leo pun semakin emosi. "Thory buka!!" Ujarnya sambil mendobrak masuk.
Namun, ia terkejut saat tak menemukan si pemilik kamar di dalam. Ruangan benar benar kosong dengan kasur dan meja yang sedikit berantakan dan jendela yang terbuka.
"D-dimana kak Thory??" Tanya Sein panik.
Ice tampak sedikit berkeliling kamar memeriksa ruangan itu dan menemukan seutas benang di dekat jendela.
"Kak Hali." Panggil Ice sambil menunjukkan apa yang ditemukan nya.
Hali yang melihat itu sedikit terkejut. Lalu ia teringat tentang serangan yang terjadi di lapangan tadi. " Mungkinkah orang yang melakukan penyerangan itu pelakunya?"
Semua saling pandang satu sama lain, seakan ber telepati, mereka mengangguk dan langsung berlari menuju lapangan.
Sesampainya di sana, mereka tidak bisa untuk tidak terkejut dengan apa yang mereka lihat.
Thory menempel di tengah jaring laba laba raksasa dengan tangan, kaki dan mulut terikat benang putih. Tubuhnya sedikit bergerak gerak mencoba melepaskan ikatan benang itu dari tubuhnya.
"Thory!!!" Seru mereka terkejut.
Thory yang mulutnya tertutup benang justru terlihat panik. "Hmp!! Hmm mm!!"
"Jangan khawatir kami akan menyelamatkanmu!" Ujar Sein.
Thory menggeleng kuat dan saat benang di mulutnya terlepas, "JANGAN MENDEKAT!! INI JEBAKAN!!"
BRUSH!!
Tiba tiba seekor manusia setengah laba laba muncul dan berjalan di jaring raksasa yang mengikat Thory. Hal itu jelas membuat ke lima pemuda itu terkejut.
Ya, itu adalah lady spider, Krmya yang mengarahkan kuku tajam di tangan nya ke leher Thory.
"Jika kalian mendekat, anak ini akan mati!" Ancamnya.
Sementara, Zion yang tadinya tertidur langsung terbangun begitu merasakan tekanan sihir dari Krmya. Ia berjalan menuju jendela dan melihat Lady spider yang mengikat Thory dari kejauhan. Tangan nya mengepal kuat. Dengan cepat ia pun langsung berlari keluar tak mempedulikan rasa sakit dan takut yang masih tersimpan di benak nya setiap kali teringat akan kenangan buruknya dulu.
'Tak akan kubiarkan ada korban lagi'
Sementara itu ke lima pemuda itu masih terdiam melihat salah satu saudara mereka yang menjadi sandra makhluk tidak tahu diri itu.
"Hahahahaha!!!! Bukankah kalian penyihir terkuat di akademi? Bahkan kalian tidak berani mendekatiku kan? Payah!" Ujar Krmya sambil menggoreskan kuku tajam nya di leher Thory.
"Akh" Rintihan lolos dari bibir pemuda ber netra hijau itu saat kuku makhluk itu berhasil menggores kulit nya dan membuat darah segar mengalir dari sana.
"THORY!!" Seru ke lima pemuda itu dan langsung berlari mendekat. Namun, baru berapa langkah mereka berjalan,
"KKYYYIIIIIII!!!!!!!!!" Lengkingan keras terdengar dan seketika Krmya menjauhkan tangan nya yang berlumuran darah. Tidak ada yang melihat apa yang terjadi. Namun, tidak ingin menyia nyia kan kesempatan itu, Hali pun langsung menggunakan kekuatan nya dan memotong serta menyelamatkan Thory dari ikatan benang itu.
"Kau sudah mengambil keputusan yang salah dengan datang ke sini, Krmya."
Semuanya menoleh pada sosok pemuda yang menatap tajam pada sosok monster itu. Mata merah nya berkilat marah terlihat lebih mengerikan. Apalagi tersorot cahaya bulan yang menerangi malam itu.
"Akhirnya kau datang juga. Lama tak berjumpa Zion." Ucap sang Lady Spider.
"Aku tak akan membiarkan mu melukai mereka, Krmya." Balas Zion. Ia langsung mengeluarkan padang nya dan berlari menuju laba laba hitam itu dan menebaskan nya.
Namun, Krmya langsung menghindar dengan cepat dan melemparkan pedang tipis dari kaki kaki nya. Zion pun langsung menangkis pedang tipis itu dengan pedang nya.
Pertarungan yang cukup cepat membuat para pangeran elemental hanya bisa menonton.
Namun,
...'Jangan kau lari dari kenyataan...'...
Kling kling
Seketika Zion berhenti. Tubuhnya tak bisa di gerakan. Suara rantai yang kembali di dengarnya, ditambah lirik lagu yang seketika membuatnya membeku. Melihat hal itu, Krmya langsung meluncurkan serangan yang mengenai Zion dengan telak.
"Akhh!!" Rintih Zion saat terkena serangan yang membuatnya terlempar dan juga membuat luka di dada nya.
Tak cukup sampai di situ, Ledy Spider kembali meluncurkan serangan dengan menembakkan jaring laba laba nya. Zion yang melihat itu langsung menutup mata nya.
"[Sihir es:Pelindung es]!!"
Zion kembali membuka mata nya dan melihat Ice di depan nya membuat pelindung. Waktu yang sungguh tepat. Jika tidak, jelas dirinya akan terluka lebih parah karena serangan dari laba laba itu.
"Zion kau baik baik saja?" Tanya Ice. Zion hanya mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Ice.
Thory dan Hali pun langsung membantu Zion menuju tempat yang aman.
"Hey kau laba laba buruk rupa! Jangan berani kau melukai sahabat ku!!" Ujar Leo sambil menunjuk laba laba itu.
"Siapa yang kau bilang buruk rupa hah?! Lihat dirimu sendiri! Apa kau tidak pernah bercermin?? Aku ini wanita cantik di kerajaan!" Jawab Krmya.
"Aku selalu bercermin dan dari dulu sampe sekarang aku selalu ganteng tuh."
"Woy woy!! Aku lebih ganteng tau!" Sahut Sein sambil sedikit bergaya.
"Iya ganteng kalo dilihat dari dalam sedotan."
"Apa kau bilang? Kau tak tau ya? Aku laki laki paling populer di akademi!"
"Yang ada paling narsis! "
"Mending daripada tak punya penggemar!"
"Apa kau bilang?! "
"Oh gak dengar ya? Makanya telinga itu jangan di jadiin cantelan panci!"
"Cantelan panci? Berani kau!! Ngajak berantem hah?!"
"Oo... Boleh boleh. Mari lawan!"
Sedangkan yang lain hanya menatap datar karena pertengkaran kedua pemuda itu. Ini kenapa malah mereka yang berantem bukannya melawan Lady Spider?
"Woy woy sudah lah tuh.. Lawan di depan jangan malah berantem!" Larai Kei. Tapi justru Kei yang di kacangin
Krmya yang melihat kejadian itu,"Dasar anak kecil"
Duri duri di kaki nya pun berdiri dan langsung ia tembakkan pada ketiga pemuda itu.
"Awas!!!!" Seru Thory membuat ketiganya menoleh dan terkejut saat melihat duri duri itu yang mengarah kepada mereka.
TBC