Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
48. Serangan Jebakan



Setelah meyakinkan Hali, Zion langsung berlari menuju gerbang akademi. Saat sedang menikmati hembusan angin tadi, secara tiba tiba ia merasakan tekanan aura yang cukup kuat. Dari aura yang ia rasakan, terasa jelas itu anggota ras Inimicus. Cukup berbahaya jika dibiarkan, bisa bisa banyak korban akibat serangan monster itu.


"Dari mana asal aura itu?" Tanya Zion pada Nero.


'Dalam hutan tidak jauh dari sini. Berhati hatilah.' jawab Nero.


Nero melanjutkan. 'Lebih baik kau gunakan sihir perpindahan untuk mempersingkat waktu.'


"Baiklah. [NonMagic:teleportasi]"


Seketika Zion langsung menghilang dan muncul kembali di sebuah hutan yang cukup lebat. Saat itu juga ia merasakan tekanan sihir yang cukup berat. Tak jauh dari sana dapat di lihat seekor monster seperti kadal yang sedang memakan tubuh manusia.


Zion sedikit memperhatikan monster itu sebelum kemudian ia terkejut melihat simbol di kepala nya.


Simbol bulan sabit yang terikat rantai, simbol ras Inimicus. Apa mungkin Avren yang memerintahkan monster itu untuk mencari nya?


Zion berniat langsung membunuh monster itu, namun Nero mencegahnya. 'Jangan terburu buru. Perhatikan sekitar, mungkin ini jebakan.'


Zion menghentikan langkah nya dan kembali mengamati sekitar. Namun, secara tiba-tiba seorang gadis kecil melewati tempat itu dan terkejut saat melihat monster kadal itu.


Gadis itu mencoba untuk mundur perlahan dan melarikan diri. Namun sayangnya, keberuntungan tidak memihak padanya. Ia menginjak ranting yang membuat monster itu langsung menatap tajam ke arahnya.


Gadis itu tampak ketakutan. Kaki nya gemetar dan akhirnya terjatuh. Melihat anak itu yang tak bisa lari lagi, monster itu pun langsung mendekat.


"Tolong!!!!!"


Sring!


Zion muncul di hadapan Monster itu dan menebaskan pedang ke arahnya membuat luka di mata kiri monster itu.


"Kau baik baik saja?" Tanya Zion pada gadis itu.


"Iya. Terimakasih kak... Aku takut..." Ucapnya sambil memeluk Zion erat. Namun, ia seperti meletakkan sesuatu di saku jaket Zion.


Monster itu tampak kesakitan. Namun setelahnya, monster itu langsung berlari ke arah Zion dan menebaskan ekornya. Dengan cepat, pemuda bet iris ruby itu menggendong gadis itu dan melompat. Ia menurunkan gadis itu ke tempat yang dikiranya lebih aman dan kembali menyerang monster itu.


"[NonMagic:ikatan sulur tumbuhan]!!" Sulur sulur tumbuhan bermunculan dan langsung mengikat tubuh monster itu.


"Saatnya selesaikan dengan cepat." Zion merubah pedangnya menjadi pistol dan mengarahkan nya pada monster itu.


"[NonMagic:bola api]!!" Pelatuk dia tekan dan nola api meluncur lalu menyebar dan membakar monster itu.


Sang monster mencoba membebaskan diri dengan terus memberontak dan memotong sulur tumbuhan dengan ekornya, namun gagal karena Zion terus menumbuhkan sulur lain yang mengikat sekaligus menjadi bahan bakar api.


Tidak butuh waktu lama, monster itu pun mati.


"Ternyata cukup mudah juga."


'Tidak, ini terlalu mudah. Tetap waspada.'


Ada benarnya juga. Ini terlalu mudah. Jika tekanan sihir yang di rasakan nya tadi cukup kuat, yang pasti bukan berasal dari monster itu. Ada yang lain. Tidak mungkin selesai secepat ini.


"Hihihihihi... Bagus bagus... Masuk perangkap."


Zion terkejut dan berbalik. Gadis kecil yang tadinya ketakutan kini bertingkah sedikit aneh. Iya tersenyum lebar tapi justru memberi kesan mengerikan.


"Semua itu hanya jebakan!!!" Ujarnya.


Tubuh gadis itu seketika berubah menjadi laba laba berwarna hitam dengan garis coklat di tubuhnya.


"KYIIIIIIIIIIIIII!!!!"


Suara melengking terdengar membuat Zion menutup telinganya. Namun, sebuah benang mengikat kaki nya dan menariknya ke atas. Membuatnya tergantung terbalik di hadapan gadis laba laba itu.


"Rupanya kau anak itu hah? Anak yang menjadi harta berharga tuan Avren? Mari lihat seberapa kuat dirimu!!!!"


Gadis itu langsung melempar Zion hingga menabrak sebuah batu besar tak jauh dari sana.


"Akh sialan laba laba ini!" Keluh Zion sambil mengusap belakang kepala nya.


'Jangan terlalu menunda. Cepat bunuh makhluk itu!'


"Iya baiklah..." Api berkobar di kaki Zion yang langsung melelehkan benang yang mengikatnya tadi.


Gadis itu menggeram kesal dan langsung melemparkan duri durinya pada Zion yang dengan mudah menghindar.


Zion berlari mendekati gadis itu dan langsung menggunakan benang baja nya untuk mengikat tubuh monster itu. Sang monster yang merasa kesal mencoba untuk melepas ikatan nya tapi hasilnya sia sia.


"Kukira kau cukup kuat tadi. Ternyata tidak." Ucap Zion sambil menatap remeh dan memainkan seutas benang di jari nya.


"Lepaskan aku dasar anak sialan!!!" Seru gadis itu.


"Hey, kau pandai membuat benang kan? Tapi kulihat kau tidak begitu mahir menggunakan nya. Biar ku tunjukkan bagaimana cara menggunakan nya."


Zion menarik benang yang terikat di jarinya yang kemudian langsung memotong tubuh gadis itu. Senyuman tipis tercetak di wajah Zion melihat tubuh tak bernyawa di hadapan nya.


"Merepotkan. Haah baiklah sekarang saatnya bersiap untuk melatih para murid Hero Class..." Ucap Zion sambil mengusap keringat yang menetes.


'Tapi, apa Avren sudah menemukan ku? Secepat ini? Kami masih belum siap. Bagaimana jika semua murid akademi juga menjadi korban?'


'Jangan berpikiran begitu. Kemana keyakinan mu? Hanya kau harapan dunia ini.' ujar Nero mencoba menghilangkan kekhawatiran tuan nya itu.


"Tapi apa aku mampu?"


Kling


Secara tiba tiba terdengar suara rantai. Zion langsung siaga dan melihat sekitarnya. Tak ada apapun. Tapi jelas sekali ia mendengarnya tadi. Darimana suara rantai itu?


'Hey, ada apa?'


"Aku... Mendengar suara rantai."


Zion mempertajam pendengaran nya. Ia mengamati sekitarnya dengan teliti tapi tak ada apapun di sana.


'Sudah lah jangan hiraukan itu. Mungkin kau salah dengar. Sekarang cepat kembali, lainnya mungkin sudah menunggu.'


Zion memejamkan mata nya dan menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya perlahan berusaha menghilangkan kekhawatiran nya.


"Baiklah, terimakasih Nero! Saatnya serius sekarang!" Ucap Zion dan kembali ber teleportasi menuju akademi.


Tapi sayangnya Zion tak menyadari ada sosok yang mengawasinya sejam tadi. Senyuman lebar tercetak di bibir merah darah sosok itu.


"Semuanya baru akan di mulai... Hihihihi..."


TBC