Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
66. Melawan Estra



"Jadi kali ini harus berhadapan dengan hantu? Demi apapun, aku lebih suka melawan monster daripada makhluk spirit seperti mereka."


Zion membuang nafas kesal. Melihat gedung sekolah dari luar membuat nya merasa merinding. Sekolah diliburkan untuk beberapa hari kedepan sampai masalah ini selesai.


Tentu saja ini menjadi peluang manis untuk murid murid. Namun ada juga murid rajin yang mengeluh akan hal itu.


Zion melangkahkan kaki nya masuk dan mengaktifkan pelindung nya, jaga jaga jika saja akan ada serangan dadakan lagi yang akan mengarah pada nya.


Ia mulai melangkah memasuki akademi. Pelindung sudah terpasang di sekeliling gedung sekolah, mencegah murid lain untuk masuk ke dalam.


Suasana sepi nan mencekam membuatnya merinding. Memikirkan dirinya akan menghadapi hantu tidak pernah membuatnya tenang.


"Woy!"


"HUAAAA!!! AMPUN BANG HANTU!!!" Seru Zion terkejut sampai menunduk dan meminta ampun.


"Oi ini aku lah!"


Zion berbalik dan melihat landak ungu menghampiri nya.


"Woy bisa gak sih gak buat orang kaget! Beruntung aku gak punya riwayat penyakit jantung tau gak!!! Dasar landak ungu!!" Protes Zion.


Alex yang menjadi pelaku kaget nya Zion hanya tertawa. Ia tak akan pernah bosen untuk mengerjai anak itu. Apalagi melihat ekspresi ketakutan nya sungguh lucu!


Alex tersenyum sambil menggaruk belakang kepala nya yang tak gatal. "Maaf maaf.. Habisnya kaya takut banget gitu. Masih belum berubah ya, tetap saja takut dengan hantu."


Zion yang melihat itu cemberut. Menyebalkan sekali memiliki teman seperti nya. Namun,


"Zion awas!!"


Syut!!


Sebuah pisau meluncur ke arah Zion dan nyaris saja mengenainya. Jika tidak ada yang memperingati nya, pasti kepala nya sudah tertusuk pisau itu.


Terlihat seorang gadis menghampiri nya dan menatapnya khawatir.


"Zion kau baik baik saja? Apa ada yang luka?" Tanya gadis itu sambil memutar tubuh Zion memeriksa kondisi pemuda bermanik ruby itu.


"Aku baik baik saja Ocho... Tolong berhenti memutar ku, aku mulai pusing.." Ucap Zion. Gadis itu, Ochori Shaera pun melepaskan Zion dan tersenyum.


"Maaf maaf, aku khawatir kau kenapa napa. Kau benar baik baik saja kan Zion? "


Ayolah, dirinya baik baik saja sampai kapan gadis itu akan bertanya?


"Aku baik baik saja kak.. Tenang saja... Sekarang, lebih baik kita cari makhluk itu." Ujar Zion akhirnya mulai serius.


Tapi, sebenarnya kedua remaja itu masih bingung. Makhluk spirit seperti apa yang membuat Zion begitu khawatir?


"Zion, boleh aku tanya kenapa kau sekhawatir itu?" Tanya Alex.


Zion yang tadinya berjalan masuk langsung menghentikan langkah nya. "Estra. Salah satu bawahan dan kepercayaan ketua ras Inimicus. Lebih baik kita cepat. Entah apa yang akan dilakukan nya jika sampai menembus pelindung nanti. " Ujarnya. Kedua remaja di belakangnya hanya bisa mengangguk mengikuti Zion. Namun,


'Tiga detik dari sekarang kau akan menerima serangan dari belakang mu. Hati hati!! '


Mendengar peringatan itu, Zion pun langsung menghindar.


Boom!!


Benar saja, sebuah bola api berwarna putih meluncur dengan cepat ke arah Zion dan nyaris saja mengenai nya.


"Zion! Kau baik baik saja?" Tanya Alex khawatir.


"Ya. Semuanya waspada! Estra ada di sekitar sini! " Komando Zion tegas membuat kedua remaja itu langsung memasang posisi siaga.


Mereka mengamati sekitar mencari sosok spirit yang melakukan serangan itu. Tapi sayangnya mereka tak melihat apapun.


'Di belakang mu! Dua detik lagi kau akan menerima sarangan!'


Mendengar itu Zion langsung berbalik dan mengaktifkan pelindung nya.


Benar benar merepotkan!


"Dimana hantu itu? Aku tidak bisa melihatnya dimanapun." Keluh Alex yang sudah mempersiapkan sihir nya.


"Tetap waspada. Sebar aliran sihir untuk deteksi." Kata Ocho. Kedua pemuda itu pun langsung melakukan nya.


Angin berhembus pelan. Seorang gadis dan dua orang pemuda sedang mengamati setiap pergerakan kecil di sekitar mereka. Sihir sudah di sebar mempermudah mereka untuk mendeteksi keberadaan lawan. Namun,


"Kau mencariku?"


Trang!


Dua buah pedang saling beradu saat Estra menyerang nya secara mendadak dari belakang.


"Lama tak berjumpa. Kemampuanmu sepertinya sudah banyak meningkat, Zion?" Ujarnya. Samar samar terlihat simbol bulan sabit terikat rantai pada sosok itu.


Zion menatap tajam hantu di hadapan nya. Auranya cukup kuat membuat pemuda bermanik ruby itu cukup merinding.


"Terserah. Untuk apa kau ke sini hah?!" Cetus Zion.


"Membawamu kembali. Kau tau, Gold kesayanganmu itu sangat merindukan mu. Kenapa kau tidak kembali saja pada tuan Avren? Kehidupan mu akan lebih baik bersama mereka. Bukankah kau ingin kembali pada keluarga mu?"


Zion mengepalkan tangan nya kuat rasa benci dan emosi mulai mengendalikan nya. Seketika pupil mata nya berubah. Alex dan Ocho yang merasakan perubahan tekanan sihir di sekitar Zion terkejut. Tekanan yang sangat kuat. Mereka tau Zion memiliki sihir yang kuat, tapi mereka tak pernah menyangka akan sekuat ini.


"Yang kau katakan tidak sepenuhnya salah, tapi yang jelas aku tau, kami tak akan pernah bahagia jika bersama makhluk busuk sepertinya!!"


Dar!!!


Zion mengubah pedang nya menjadi pistol dan langsung menembakkan sihir pada Estra yang langsung menghindar, tapi Alex juga ikut menyerang nya yang nyaris berhasil mengenai makhluk itu.


Tapi sayang, Estra langsung menghilang dan muncul lagi di belakang Alex.


Bug!


"Akh!!"


Rintihan lolos dari bibir Alex yang terkena serangan dari belakangnya membuat nya terhempas ke tanah.


"Alex!!" Seru Ocho dan berlari menghampiri mate nya itu.


"[NonMagic: ikatan sulur berduri]!! " Seru Zion dan sulur sulur berduri langsung menuju ke arah Estra. Sosok itu pun mencoba menghindar sebaik mungkin. Sebelum kemudian menghilang dan kembali muncul di belakang Zion.


'Sial, dia selalu saja menyerang dari belakang! '


Zion kembali menembakkan pistol nya ke arah Estra.


Kling..


Namun seketika gerakan nya terhenti saat mendengar suara rantai. Suaranya begitu jelas...


"Hyaaaa!!!!!!" Zion berbalik. Matanya membulat saat rantai rantai berwarna hitam muncul dari dalam tanah dan bergerak dengan liar di sekeliling Estra.


Zion mengepalkan tangan nya yang sedikit gemetar. Ketua Inimicus itu turun tangan. Ia harus membunuh Estra secepatnya.


"Alex! Kita serang bersama! Ocho! Gunakan sihir mu untuk menangkap Estra!" Ujar Zion.


"Baik! " Jawab keduanya. Fang pun langsung bangkit dan mengaktifkan sihir nya.


"[Sihir bayangan: elang bayang]" Seru Alex dan lingkaran Sihir terbentuk. Dari dalamnya keluar seekor elang cukup besar dan Alex langsung naik ke atas nya.


Sementara Ocho tampak melukis sebuah lingkaran sihir di tanah untuk menjebak Estra.


"[NonMagic: panah es]!!" Lingkaran Sihir terbentuk saat Zion mengucapkan nya. Dan ratusan panah es langsung meluncur menuju Estra.


Tidak mau kalah, Alex juga ikut menyerangnya dengan bayangan miliknya.


Rantai rantai itu bergerak semakin liar dan membentuk sebuah sabit berwarna hitam dengan simbol bulan sabit di atasnya.


"Kita harus cepat!!" Seru Zion sambil menembakkan pistol ke arah Estra.


Namun pergerakan sosok itu juga semakin cepat hingga membuat Zion kewalahan. Ia memandang Alex yang mencoba mengatur nafasnya. Sepertinya tenaga anak itu sudah mulai menipis.


Zion mengalihkan pandangan nya pada Ocho. Gadis itu membeli kode menandakan jika sihirnya telah siap.


Yosh, artinya hanya perlu mengarahkan Estra pada lingkaran sihir itu dan semuanya selesai.


Zion memandang ke arah Alex. Pemuda vampir itu pun mengangguk mengerti.


Alex dan Zion menyerang bersamaan membuat makhluk itu sedikit menghindar. Namun sayangnya ia telah masuk perangkap.


"SEKARANG OCHO!!!" seru Zion dan Alex bersamaan.


Lingkaran sihir yang dibuat Ocho bersinar dan seketika tubuh Estra tidak bisa bergerak.


"Wahai pengendali seluruh alam dan cahaya yang suci."


Tali tali berwarna putih bersih langsung muncul dan mengikat Estra.


"Ikat dan kurung musuhku dari di dalam cahaya mu"


Sebuah pilar dengan cahaya putih dan kuning muncul dan memerangkap Estra di dalam nya.


"Hancurkan segala keburukan dan kegelapan yang ada di dalamnya!"


"HUAAAAAAAAAAAAAAAA" Estra menjerit begitu cahaya pada pilar itu semakin terang. Tubuhnya menggeliat liar dan rantai rantai rantai di sekitarnya mulai melemah.


"[Pilar cahaya]!!!"


Pilar itu bersinar menutupi sosok yang di dalamnya. Hanya terdengar jeritan dari dalam menandakan makhluk itu yang sedang tersiksa.


"Kita berhasil!" Ujar Alex. Zion tersenyum dan mengangguk. Setidaknya berkurang satu musuh mereka.


Namun, tanpa mereka sadari, rantai rantai mulai bermunculan. Secara perlahan bergerak mendekati mereka dan...


"Alex awas!!!"


BLAR!!


Alex dan Zion terjatuh. Beruntung mereka berhasil menghindari serangan itu. Mata merek membulat saat rantai bermunculan dari mana mana.


Estra juga menjerit histeris membuat Ocho semakin menguatkan sihirnya.


"Masih belum... Darimana asal semua rantai ini??" Tanya Alex kesa. Ia mandang Zion yang terlihat kesal namun badan nya sedikit gemetar.


Dalam pikiran nya terlintas apa Zion baik baik saja? Kenapa dia sampai gemetar begitu? Padahal Zion sudah biasa melawan musuh yang lebih kuat. Atau karena ini hantu?


Tapi sayang sekali Alex tidak menyadari ada hal lain selain itu yang membuat nya khawatir.


Dar!!


Alex terkejut saat tiba-tiba Zion menembak ke arahnya. Ia memandang ke belakang dan sebuah rantai yang hampir menusuknya.


"Jangan melamun! Tetap fokus!!" Ujar Zion.


Alex pun mengangguk dan kembali menyerang. Ocho yang melihat itu ingin ikut membantu, tapi sayangnya ia tidak bisa terlalu jauh dari pilar itu atau sihirnya akan melemah dan Estra akan bebas.


Sementara, rantai rantai itu semakin banyak menyerang. Keringat menetes dari pelipis Zion. Nafasnya mulai tidak teratur kelelahan. Sungguh menyebalkan!


"Ocho awas!!!!" Seru Alex saat melihat Estra mengarahkan rantai padanya.


Ocho yang mendengar itu terkejut.


Bagaimana bisa makhluk itu keluar dari pilar sihir nya?


Ocho yang tidak sempat menghindar hanya bisa menutup mata nya erat bersiap merasakan sakit.


" Akh "!! Mendengar itu Ocho membuka mata. Betapa terkejut dirinya saat melihat Zion yang ada di depan nya.


" ZION!!!!" Seru Alex dan Ocho.


Sementara Zion langsung tumbang dengan darah yang mengalir deras dari perutnya.


Ocho yang melihat itu langsung mendekati Zion dan menggunakan sihir nya untuk menyembuhkan luka Zion.


"KYAAAAAAAAAAA!!!"


Alex dan Ocho mengalihkan pada Estra yang menjerit. Terlihat rantai rantai yang mulai mengikat nya dan menghancurkan nya menjadi abu.


Keduanya tampak bingung. Kenapa ia. Menghancurkan tubuhnya sendiri?


"Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Ocho.


"Pikirkan itu nanti. Kita bawa Zion ke tempat yang aman dulu!" Ujar Alex. Ocho pun mengangguk setuju.


TBC