Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
94. Sesuai Rencana



Cahaya bulan menyinari malam kalau itu. Darah berceceran di mana mana membasahi tanah dan pepohonan mati di sana. Serangan deni serangan, ledakan dan benturan antar sihir berbeda dan senjata terus terdengar mengisi kesunyian malam.


Bertaruh nyawa demi kemenangan. Menyelamatkan dan melindungi orang yang mereka sayang. Melindungi kerajaan dan berbagai alasan lainnya yang membuat mereka mengikuti perang.


Rasa ragu dan takut yang begitu menyelimuti saat awal dimulai nya perang tadi sekarang telah lenyap. Tak peduli tubuh mereka terbasahi cairan merah dari tubuh lawan yang mereka bunuh.


Kerjasama dan saling membantu, melindungi dan juga menyerang seperti semua strategi yang sudah mereka rancang sebelumnya mereka gunakan di sini.


Monster monster semakin banyak berdatangan membuat para pasukan keadilan mengerahkan lebih banyak kekuatan untuk menyerang. Para healer dengan cekatan dan cepat langsung membantu dan menyembuhkan orang orang yang terluka.


Zion dan para pangeran elemen yang baru sampai terlihat kagum. Terutama Zion. Apa yang ia pikirkan benar-benar sesuai dengan rencana nya. Murid murid Hero Class dan Beast Academy pun tidak mau kalah dan terus mengerahkan kekuatan mereka.


"Sesuai rencana." Gumam Zion.


Seorang pemuda ber rambut putih diikuti dua pemuda kembar di belakang nya berlari menghampiri Zion. Nafas mereka sedikit memburu karena kelelahan. Sepertinya mereka sudah terlalu banyak menggunakan sihir.


'[NonMagic:heal]' batin Zion. Selembar kertas dalam buku yang ada di saku jaket nya bersinar redup lalu mengaktifkan sihir yang langsung menyembuhkan ketiga pemuda itu.


"Zion! Bagaimana dengan penyerangan di Akademi? Apa yang terjadi? Kau baik baik saja kan?" Tanya Zuka khawatir. Tapi dilihat dadi situasi saat ini, bukanlah seharusnya Zion yang harus nya mengkhawatirkan kondisi Zuka?


"Aku baik baik saja. Estra kembali. Tapi... Wujud nya sudah di ubah oleh Avren. Mungkin operasi plastik?" Jawab Zion.


Ren dan Rio mengerenyitkan dahi. "Yakali operasi plastik." Ujar Ren.


"Lebih tepatnya daur ulang. Dah di hancurin tapi di bentuk lagi. Cari hemat kali ya?" Ucap Rio. Sungguh, mereka kira Estra itu apa sih?


"Sudahlah, apa sudah ada tanda tanda kemunculan Avren?" Tanya Zion yang mulai kembali serius.


Ketiga pemuda itu menggeleng. "Belum. Sepertinya dia masih menunggu waktu yang tepat untuk menyerang." Jawab Zuka.


Zion terdiam. Tapi ia yakin jika ketua ras Inimicus itu sedang mengawasi mereka sekarang. Ditambah peringatan. Yang ia katakan tadi, pasti Avren sudah menyiapkan sesuatu untuk mengalahkan mereka nanti.


Zion mengedarkan pandangan nya. Cukup banyak orang yang terluka dan monster juga semakin banyak berdatangan. Jika terus begini, ada kemungkinan mereka juga akan kalah.


"Sekarang bantu lainnya mengalahkan monster monster itu. Tak perlu menahan diri untuk membunuh. Tapi ingat juga untuk kerjasama dan memperhatikan sekitar. Jangan sampai serangan kalian mengenai rekan sendiri." Ujar Zion.


"Baik!!" Jawab mereka serentak dan langsung maju ke medan perang.


Ia memandang Zuka yang masih berada di samping nya. Tak akan Zion biarkan kejadian dulu terulang kembali. Ia harus memenangkan perang ini untuk menyelamatkan keluarga nya.


"Ayo. Tunjukkan kekuatan mu pada mereka, pahlawan."


Zion terkekeh. "Jangan menyebutku begitu."


Zuka hanya membalas dengan senyuman lalu berlari kencang menyusul yang lain.


Sementara Zion mendekati sekumpulan orang yang sepertinya terluka dan sedang di rawat oleh beberapa orang healer.


"Kerja bagus. Terimakasih sudah mengikuti perang ini." Ucap Zion lembut sambil menggunakan sihir penyembuh nya yang langsung menyembuhkan luka luka di tubuh mereka dengan cepat.


Terkejut, tapi juga kagum. Itulah yang mereka pikirkan saat itu juga.


"Terimakasih bantuan nya Zion. Kami tak akan menyerah sebelum meraih kemenangan." Ucap seorang beast tipe cheetah.


Mereka langsung kembali melanjutkan perlawanan. Beruntung Zion memiliki kemampuan sihir penyembuh yang tinggi, jadi bisa membantu dengan cepat.


'Masih belum ada tanda tanda kedatangan ketua ras Inimicus itu.'


Zion terdiam saat secara tiba tiba mendengar suara dalam pikiran nya. Ya, kali ini Nero terus mengawasi dan memperhatikan setiap sihir di dekat tuan nya dan juga terus mengirimkan informasi pada tuan nya itu.


Tentu saja hal ini sangat membantu bagi Zion untuk lebih memperhatikan situasi sekitar nya.


"Terus awasi. Beritahu kalo kau sudah menemukan nya." Jawab Zion.


'Baiklah. Tapi... Apa aku boleh mengambil alih dirimu nanti? Bantuan dari ku tentu akan sangat berarti bukan?'


Zion terkekeh mendengar permintaan familiar nya itu. "Tantu saja. Aku juga membutuhkan bantuan mu saat menghancurkan nya nanti."


"[NonMagic:pistol sihir]!" Lingkaran sihir berwarna merah pudar terbentuk dan memunculkan sebuah pistol berwarna hitam dengan corak merah di tepi nya.


Zion langsung berlari kencang dan menembakkan peluru sihir mengenai monster monster itu.


'Awas di belakang mu!'


Sesaat setelah mendengar peringatan familiar nya, salah satu tangan Zion bergerak memunculkan sebuah pedang katana berwarna merah hitam yang langsung ia gunakan untuk menebas kepala monster itu.


Tepat sasaran. Kepala monster yang ada di belakang nya langsung terpotong dan tubuh monster itu ambruk seketika.


'Arah jam 8, dua monster tipe serigala mengarah padamu.'


Trang!


Dentuman dua benda terdengar begitu gigi tajam monster itu mengenai pedang milik Zion. Salah satu tangan nya sibuk menahan serangan monster itu, dan satu tangan nya lagi ia gunakan untuk menembak monster yang mencoba menyerang dari samping nya.


"[NonMagic:sihir api]" Api berkobar menyelimuti pedang milik Zion, membuat monster serigala itu langsung mundur.


Errrr...


Geraman kesal terdengar dari mulut monster itu yang kemudian kembali menyerang. Dengan cepat Zion menghindari serangan nya dan kembali menyerang dengan menegaskan pedang milik nya. Serangan itu berhasil menggores tubuh monster itu.


Tapi serangan Zion tak cukup sampai di situ. Seringaian terbentuk dan begitu Zion menjentikkan jari nya, api langsung berkobar membakar tubuh monster itu sampai habis.


Aksi barusan tentu saja menarik perhatian dari orang orang yang ada di dekat nya. Mereka baru tau jika sihir api bisa digunakan seperti itu.


Sementara itu, pemuda ber manik merah terlihat dengan lincah menegaskan pedang petir milik nya. Listrik terlihat mengalir di tubuh nya. Seekor monster tipe harimau berlari kencang dari belakang nya. Dengan cepat Hali langsung berbalik dan berlari kencang sambil mengayunkan pedang nya.


Monster itu mencoba menghindar dan berbalik menyerang menggunakan kuku nya. Dengan cepat Hali menghindar lalu meluncurkan tendangan yang tepat mengenai kepala monster itu.


Saat melihat pertahanan lawan nya goyah, tanpa membuang kesempatan Hali langsung menegaskan pedang nya pada monster itu. Petir menyambar mengalir dan menghancurkan tubuh monster itu seketika.


Hali menghela nafas. Ini masih belum selesai. Ia menyeka keringat yang mengalir di dagu nya. Semakin banyak monster yang berdatangan.


TBC