Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
28. Latihan sebagai pembunuh part 3



Ah, sepertinya permainan ini sudah hampir berakhir.


Para iblis mulai berdatangan. Senyuman terukir di bibir pink pemuda itu. Senyuman yang terlihat manis jika saja tidak menyimpan niat membunuh yang kejam.


'Mereka datang' ucap Nero.


"Ah, ya... Saatnya habisi mereka. Hey, mau balas dendam?" Tanya Zion.


'Tentu saja, dengan senang hati.'


Senyuman Zion semakin lebar. Namun, Rendrano yang tanpa sengaja mendengar dan melihat itu sedikit bingung.


Dengan siapa Zion berbicara? Ditambah lagi dengan aura membunuhnya. Itu sangat berbeda dengan saat awal mereka datang ke mari. Aura gelap di sekitarnya benar benar mengerikan.


Di sisi lain, semua orang sudah bersiap dengan senjata dan sihir mereka untuk menghadapi iblis iblis itu. Ada beberapa yang terlihat ketakutan, namun ada beberapa juga yang terlihat begitu tenang.


Tekanan yang berat dari aura yang dikeluarkan oleh para iblis itu. Namun, ada yang berbeda.


Kling...


Zion mendadak mendengar suara rantai. Hal itu langsung memecahkan konsentrasi nya. Pemuda itu berusaha mencari arah suara itu, namun ia tidak menemukan asal dari suara rantai itu.


"Darimana suara rantai ini?" Gumam Zion sambil memegang kepalanya.


Rendrano yang kebetulan mendengar itu, "Zion, kau baik baik saja?" Tanya Rendrano khawatir.


"Aku baik baik saja. Hanya, suara rantai ini... Benar benar mengganggu." Ucapnya.


Rendrano mengernyitkan dahi. "Rantai? Aku tidak mendengar apapun." Ucapnya.


Saat itu juga Zion menyadari jika suara itu hanya ditujukan padanya. Ini pasti ulah ketua ras Inimicus itu.


Jangan sampai dia tertangkap kali ini.


"Zion? Ada apa?" Tanya Rendrano yang memecahkan lamunan Zion.


"Tidak apa apa. Suara itu... Pasti dari mereka. Lebih baik kita berhati hati" Ucap Zion.


Rendrano pun mengangguk. Para iblis dengan bentuk yang mengerikan itu mulai bergerak mendekat. Zion dan lainnya mulai mempersiapkan serangan.


"Disini kau rupanya... Ravael"


Terdengar suara berbisik dan satu iblis muncul di belakang nya. Iblis itu sudah bersiap menebaskan pedangnya ke arah Zion dan Rendrano di sana.


Melihat itu, Zion langsung mendorong Rendrano ke samping. Beruntung mereka berhasil menghindar sebelum serangan jarak dekat itu mengenai mereka.


"[NonMagic:shield]!!!" Di saat berikutnya, Zion langsung membuat pelindung yang menahan serangan iblis itu. Ia memandang pada Rendrano yang ada di belakang nya. "Anda baik baik saja?" Tanya nya.


Rendrano mengangguk. "Ya aku baik baik saja."


Setelahnya Rendrano langsung menyiapkan sihir apinya. Sedangkan Zion, secara diam diam menyelipkan benang dari bagian bawah pelindung yang ia buat sedikit terbuka untuk mengikat iblis itu. Beruntung, iblis yang kini sedang memukul mukul pelindung Zion tidak menyadari hal itu.


Zion memperhatikan benang benangnya. Terlihat benang itu sudah mengikat tubuh makhluk mengerikan itu. "Baiklah sekarang!" Zion menarik benang yang ada di tangannya dan benang itu langsung mengikat tubuh iblis itu dengan erat. Bahkan terlalu erat sampai menembus kulit kasar iblis itu.


Pelindung dilepaskan dan Zion mengarahkan pistolnya pada kepala sang iblis. "Ini akibat karena kalian sudah menahan saudaraku!"


DAR!!


Peluru sihir diluncurkan yang langsung menembus kepala iblis itu. Namun, tidak berhenti sampai di situ, Zion menarik kuat benang yang ada di tangannya dan tubuh iblis itu langsung terpotong.


Rendrano yang melihat itu langsung membelalakkan matanya. Seakan melihat dua sosok yang berbeda dalam tubuh yang sama. Begitu kejam.


Zion dapat mengalahkan iblis tingkat tinggi dengan dua serangan singkat? Apakah itu normal?


Tapi Rendrano tak ingin memikirkan hal itu dulu sekarang. Yang terpenting adalah menghadapi iblis iblis ini.


Lagipula, setelah apa yang ia alami dan lihat mengenai kemampuan anak itu, sepertinya sudah tidak terlalu mengejutkan jika Zion bisa mengalahkan iblis itu dengan mudah. Ditambah lagi, level sihir yang dimiliki anak itu.


Sementara, Zion terus melawan iblis iblis yang kembali menyerangnya. Entah mengapa, seakan mereka semua menargetkan Zion sekarang. Beberapa iblis yang sedang melawan orang lain pun langsung beralih kepadanya.


"Sial" Zion yang kini dikepung benar benar kesal. Namun mempelajari satu hal. Betapa liciknya mereka yang menyerangnya secara bersamaan seperti itu. Dia kan masih anak anak. Tapi...


Sayang sekali mereka tak memikirkan itu.


"NonMa-"


DUG


Saat hendak mengucapkan kode sihirnya, mendadak ia mendapatkan serangan dari belakangnya. Kepalanya terasa berdenyut sakit. Darah mengalir dari Luka di kepalanya akibat serangan itu.


Namun, masih ada waktu bagi Zion untuk menggunakan sihirnya. "[NonMagic:pusaran angin]" Angin kencang berhembus membentuk tornado yang membuat para iblis di dekat Zion terlempar.


Di dalam pusaran angin, Zion meletakkan tangannya ke tanah. "[NonMagic: akar menjalar ]!!!" Seru Zion dan akar akar muncul dari tanah. Zion mengendalikan gerak akar itu seperti ular dan memunculkan duri pada akar akar itu.


Para iblis yang melihat itu langsung melawan dengan memotong, membakar dan menghancurkan setiap akar yang menyerang mereka.


Akar pohon muncul di mana mana dan dengan jumlah dan ukuran yang lebih banyak dan lebih besar. Namun,


Sring!!


Tang!


Zion menggunakan pedangnya untuk menangkis serangan dadakan dari belakang nya.


Iblis berkulit merah dengan tanduk hitam seperti tanduk kerbau dan gigi yang tajam menatap tajam ke arah Zion. Sepertinya ia kesal karena serangannya berhasil di hindari.


"Lebih baik kau kembali pada Avren!" Ucap iblis itu dengan nada suara kasarnya.


"Aku tak akan pernah datang ke sana lagi!!" Ujar Zion kesal.


"Lihat saja. Saat kami pulang nanti dan memberitahu tuan Avren tentang ini. Ia pasti akan memerintahkan seluruh pasukan membuatmu!! Haahahahahaha!!!" Ucapnya dan tertawa kejam.


Emosi Zion mulai terpancing. Tapi ia harus menahan dirinya. Jangan sampai ia terbawa emosi oleh para iblis itu.


Namun, Zion yang kala itu sedikit kehilangan fokusnya tak menyadari jika iblis itu memiliki ekor dan meluncurkan serangan dadakan ke arah anak ber manik ruby itu, dan sayangnya Zion baru menyadarinya saat ekor dengan ujung seperti baja itu hampir mengenai nya.


Namun sayangnya, Zion sedikit terlambat dan ekor itu berhasil menggores dadanya. Zion sedikit melompat mundur. Rasa sakit dan perih muncul dari dadanya yang terluka dan mengalirkan cairan merah segar dari dalam tubuhnya.


Zion sedikit meringis kesakitan. Luka yang terbentuk sebenarnya cukup dalam, bahkan nyaris memotong tulang dada Zion jika saja ia tak menghindari.


Darah semakin banyak menetes. Jika dibiarkan, dirinya bisa kehabisan darah.


"[NonMagic:heal]" Cahaya merah pudar muncul dari buku yang dipegang Zion dan kemudian mengelilingi tubuhnya membuat luka di tubuhnya perlahan menutup.


Namun, akibat Zion yang mulai kehabisan darah dan kelelahan, proses regenerasi nya pun sedikit melambat.


Sungguh di waktu yang tidak tepat.


Selain itu, akibat luka yang diterimanya dan tenaganya yang sudah terkuras cukup banyak, bisa dibilang ia sudah hampir mencapai batasnya. Apalagi itu iblis dari Ras Inimicus. Jelas kemampuan mereka tinggal.


"Jika begini terus, aku bisa kalah..." Gumam Zion.


'Selesaikan dengan cepat. Gunakan Penghentian untuk menghentikan serangan iblis iblis itu. Dan petir kegelapan untuk menghancurkan mereka semua. Kau hanya punya satu kesempatan.'


Mendengar ucapan Nero, Zion pun mengangguk dan memfokuskan diri sambil mengatur aliran sihirnya.


"Penghentian!" Seru Zion dan semua iblis itu kehilangan sihirnya. Ya, Zion hanya mengarahkan skill nya pada para Iblis. Sedangkan lainnya tidak terpengaruh.


Namun..


"Ukh!" Rasa sakit tiba tiba terasa di dadanya. Tepatnya jantung, dan itu sempat membuat keseimbangan tubuh Zion goyah dan nyaris terjatuh. Namun, masih ada yang harus dia lakukan.


Zion mengangkat tangannya ke atas. "[NONMAGIC: PETIR KEGELAPAN]!!! "


Langit berubah menjadi mendung di penuhi oleh awan hitam dengan kilatan kilatan petir berwarna ungu. Zion menurunkan tangannya dan petir berwarna ungu kehitaman pun menyambar para iblis itu.


Jeritan kesakitan terdengar dimana mana, bersamaan dengan tubuh para iblis yang terbakar dan hancur.


Beberapa saat kemudian, serangan pun berhenti. Dampak dari serangan yang cukup kuat itu membuat beberapa pohon terbakar, bahkan menjadi abu dan tanah retak akibat serangan itu.


Semua yang melihat nya masih memproses kejadian yang mereka lihat. Sulit untuk mempercayai jika seorang anak kecil berusia 12 tahun memiliki kekuatan yang sungguh dasyat dan berhasil membunuh semua iblis level tinggi itu dengan sekali serangan.


Namun, mereka hampir melupakan kondisi anak yang telah melakukan itu. Darah masih mengalir dari luka di kepalanya. Bahkan kini juga dari hidung dan sudut bibirnya. Serangan tadi memberi luka dalam yang cukup fatal untuk tubuh kecil Zion.


"Aku berhasil..." Gumam Zion pelan. Tatapannya kosong dan mulai mengabur. Rasa sakit mulai terasa di sekujur tubuhnya. Keseimbangan tubuhnya goyah, ia pun jatuh tak sadarkan diri.


Rendrano dan beberapa orang lainnya yang melihat itu langsung menghampiri Zion dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan yang lebih lengkap.


Sementara, semua orang yang mengikuti pertempuran itu sepakat untuk merahasiakan apa yang terjadi di sana. Bukan karena tidak mau melibatkan Zion, namun untuk menjaga anak itu.


Jika hal ini tersebar, jelas kehidupan Zion akan sulit nantinya karena permintaan kerajaan atau hal lain yang mempersulitnya karena kekuatannya itu.


Namun, diantara apa yang terjadi pada malam itu, Zion berhasil memahami kata kata Rendrano. 'Latihan sebagai pembunuh' yang sebenarnya bertujuan untuk melatih mental menjadi lebih kuat dengan tujuan melindungi orang lain.


Nafsu membunuh saat berhadapan dengan musuh dan tidak takut untuk melakukan hal yang benar. Serta perasaan saat membunuh orang yang awalnya memang mengendalikan nafsu, tapi sebenarnya memiliki arti untuk bisa mengontrol nafsu itu sendiri untuk menyelamatkan nyawa orang lain.


TBC