Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
128. Melawan Orc



Zion bersembunyi di balik semak semak. Tak jauh dari nya, ada sekumpulan orc yang keluar dari sebuah portal berwarna abu abu. Tubuh mereka besar dengan tinggi sekitar dua meter. Kulitnya berwarna hijau tua pucat dengan telinga runcing dan sepasang gigi taring yang mencuat ke atas.


Orc Orc itu membawa tombak dan gada sebagai senjata. Zion berdecak kesal. Ia bisa merasakan sihir dari para monster itu yang cukup kuat. Jika di perhatikan, sepertinya para Orc itu setara dengan penyihir level 7.


'Berhati hatilah. Mereka memiliki pendengaran yang cukup tajam.' Nero memperingati Zion. Pemuda itu mengangguk mengerti. Ia harus mengalahkan para Orc itu agar tidak mengganggu latihan para murid Hero Class.


Lingkaran sihir terbentuk di dekat telinga Zion, pemuda itu sedikit berbisik. "Alex, bisa kau datang ke sini? Ada sedikit masalah, aku butuh bantuan mu." Ujar nya. Tanpa menunggu jawaban, Zion langsung menghilangkan lingkaran sihir nya. Ia tau Alex akan langsung paham dan datang secepatnya.


Zion kembali terfokus pada para Orc itu. Ada sekitar 20 Orc yang keluar dari portal sebelum portal itu kembali tertutup.


"[NonMagic:sulur pengikat]" Lingkaran sihir muncul di bawah para Orc itu dan mengeluarkan sulur sulur tanaman berdiri yang langsung mengikat tubuh para Orc itu.


ROOAARR!!


Para Orc itu mengaum dan mencoba melepaskan diri. Zion langsung menyiapkan sihir nya. Dua lingkaran sihir muncul di samping nya yang langsung memunculkan dua pistol berwarna hitam dengan corak merah terang di samping nya.


"[NonMagic:tembakan sihir]!"


DAR! DAR!!


Zion menembak tepat ke arah para Orc itu. Namun, sebuah pelindung muncul di hadapan mereka, memblokir serangan Zion.


Melihat manusia yang muncul, para Orc itu mulai marah dan mengerahkan kekuatan nya untuk melepaskan diri.


KRAK!!


Sulur sulur berduri yang tadinya mengikat tubuh para Orc itu terputus dan mereka kembali bebas.


Zion berdecak kesal.


'Ada sihir pelindung yang mengelilingi mereka dengan jarak satu meter dari tubuh para Orc. Kau harus hancurkan pelindung itu dulu untuk bisa mengalahkan mereka.' ujar Nero.


Zion mengangguk mengerti. " Baiklah jika begitu."


Dua Orc berlari ke arah nya sambil membawa tombak dan gada sebagai senjata. Zion memegang pistol nya erat. Lingkaran sihir merah muncul di depan moncong pistol nya. "[NonMagic:Tembakan sihir]!!"


DOR DOR DOR!!


Zion terus menembak ke arah Orc yang mendekati nya. Dengan cepat Zion menghindar saat Orc itu mulai menyerang. Tanpa membuang kesempatan, pemuda itu terus menembak tanpa henti.


Krekk


Pelindung mulai retak. Senyuman tipis terbentuk di wajah Zion. Pistol di tangan nya ia hilangkan dan sebuah lingkaran sihir kembali muncul. Kini ia menggunakan pedang sebagai senjata.


Trang!!


Pedang dan tombak saling beradu. Ditambah dengan sihir pelindung di dekat para Orc itu membuat Zion cukup kesulitan menyerang.


******


"[Sihir angin:bola angin]!!"


WUSHH!!


Angin berbentuk bola Kei lemparkan mengenai tubuh manekin itu. Beberapa benda seperti ranting dan batu kerikil mulai berjatuhan terkena serangan Kei. Namun tak lama, batu dan ranting itu kembali bergerak dan kembali menyatu dengan tubuh si hantu manekin.


"Merepotkan!" Keluh Kei kesal. Berkali kali ia berhasil menghancurkan tubuh makhluk itu, tapi tak lama kemudian tubuh makhluk itu kembali menyatu. Jika begini tak akan selesai selesai.


"Kita harus mencari kelemahan nya, cuma itu cara untuk mengalahkan mahluk ini." Ujar Zuka. Ya, ada benarnya. Tapi, apa kelemahan dari sosok hantu boneka yang bisa menggabungkan tubuhnya dengan benda benda lain di sekitar nya?


"[Tembakan mana]!!" Lingkaran sihir keemasan muncul dan menembakkan cahaya yang kemudian berubah seperti maring mengenai tubuh monster itu yang kemudian meledak. Namun sekali lagi, tubuh itu kembali menyatu.


Kei berdecak kesal. "Jika saja tak ada batu dan ranting itu, pasti akan lebih mudah."


"Itu dia!!" Seru Zuka membuat Kei sedikit terkejut.


"Apaan sih mendadak teriak?"


"Jika tak ada benda benda yang bisa menempel pada tubuh nya, itu akan mempermudah kita mengalahkan nya bukan? Setidaknya, menurunkan pertahanan nya." Ujar Zuka.


Ada benarnya. Mungkin cara itu akan berhasil.


"Baiklah, mari kita mulai serang!!!" Kei bersiap membuat tornado di sekitar nya yang membuatnya bisa terbang. Dengan cepat ia mulai menyerang dengan sihir angin nya.


Tak mau kalah, Zuka pun ikut menyerang dengan kekuatan mana yang dia miliki.


Krek


Krek


Ranting dan kerikil di tubuh monster itu mulai berjatuhan. Tampa buang waktu Zuka langsung menghancurkan nya agar tak bisa menyatu lagi dengan tubuh sang hantu.


"Beraninya kau!!" Pria itu berteriak dan mengulurkan tangan nya ke arah Kei. Kemudian ia menembakkan beberapa benda di tangan nya ke arah pemuda itu. Dengan cepat Kei terus terbang menghindar.


"Seberapa banyak kau menghindar, kau tetap akan jatuh!" Seru monster itu.


Deg!


Kata kata itu... Cukup familiar bagi Kei. Tanpa ia sadari, kendali pada sihir nya mulai goyah, membuat Kei nyaris terjauh. Beruntung dengan cepat pemuda itu kembali menstabilkan sihir nya.


Namun, konsentrasi nya yang sempat hilang berakibat cukup fatal baginya.


"Kei awas!!" Seru Zuka. Kei menoleh, tapi terlambat. Beberapa batu mengarah pada nya dan langsung mengenai nya, membuat pemuda itu kehilangan kendali dan terjatuh.