
Duel antara Hero Class dan Beast Akademi sudah berakhir. Semua murid sudah tau kemampuan dan kelemahan masing masing dan terus melatih serta mencoba memperbaiki nya.
Melatih para Beast pun tidak terlalu sulit. Walau kemampuan sihir mereka tidak sekuat Hero Class, tapi kemampuan fisik mereka sangat baik dalam menyerang.
Namun, disamping semua itu, ada hal lain yang cukup mengganggu pikiran nya.
Zion kembali mengingat apa yang Nero katakan saat duel kemarin.
'Ada seseorang yang sudah membuat lingkaran sihir pemanggil di sekolah ini. Tapi bukan makhluk yang dipanggil, melainkan manusia. Penyihir level 7 yang merupakan bawahan Avren. Lebih baik kau hati hati dan cepat menemukan serta menangkap mereka sebelum membuat kekacauan. Nyawa murid murid sekolah ini dalam bahaya.'
Zion menghela nafas. Apakah dirinya harus berpatroli malam ini? Sepertinya tidak ada pilihan lain bukan?
Ingatkan jika dirinya takut dengan hantu. Itu akan mempersulit nya jika bertemu dengan mereka malam ini.
Tapi tidak ada pilihan lain lagi...
*****
Malam pun tiba. Bulan purnama bersinar terang di malam itu. Bintang bintang turut berkedip menghiasi langit tanpa awan. Suara binatang malam terdengar jelas di malam yang sepi.
Di saat semuanya sedang ada di kamar masing masing, Zion justru berjalan seorang diri di Koridor sekolah.
Udara dingin menusuk kulit saat itu membuat nya merinding seolah ada sosok astral yang mengawasi nya.
'Kenapa kau terlihat gemetar begitu?' tanya Nero tiba tiba nyaris saja membuat nya terkejut.
"Kau tau sendiri alasannya. Aku takut!!!" Ujar Zion. Ia tak ingin berbohong kali ini. Ia memang cukup ketakutan dan sejak dulu ia benci harus berhadapan dengan hal berbau horor seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi? Sudah menjadi tugasnya untuk memastikan semuanya aman.
'Bukannya bukan hanya kau penjaga sekolah di sini?'
Zion justru menghela nafas mendengar pertanyaan itu. "Iya. Lainnya kabur. Emang gak bisa di harap tuh mereka." Keluh nya. Ia kesal karena Alex dan Reon malah mencari alasan untuk tidak ikut berpatroli. Ada sesuatu yang penting katanya.
'Nasibmu.'
Sungguh jawaban yang membuatnya jengkel.
"Setidaknya ada kau. Jadi sama saja aku tidak sendiri bukan?"
'Aku mau tidur. Bye'
Perempatan imajiner langsung muncul di dahi Zion.
"Dasar familiar menyebalkan!!!!!!!"
Apa boleh buat? Ia benar-benar sendiri sekarang. Suasana semakin mencekam begitu angin yang cukup kencang berhembus entah dari mana membuatnya menggigil dan merinding di saat yang bersamaan.
Namun, Zion menghentikan langkah nya seketika. Ia mengeluarkan selembar kertas dari saku nya.
"[NonMagic:shield]"
Cahaya merah pudar mengelilingi tubuh Zion seketika dan lenyap tidak terlihat. Zion melanjutkan jalan nya sampai ia mendengar suara seseorang berbisik di suatu tempat.
"Nero." Bisik Zion dan memerankan suara langkah nya.
'Ada dua orang di Koridor depan. Mereka sedang membuat lingkaran sihir. Cepat hentikan mereka!'
"[NonMagic:Bola api]!!" Seru Zion sambil menembakkan bola api dari pistol nya. Dan mengenai orang itu. Ia memandang lingkaran sihir yang masih belum sepenuhnya jadi.
"Siapa kau berani membuat lingkaran sihir di sekolah ini hah?" Tanya Zion sambil memperberat tekanan sihir di sekitar nya.
"Bukan urusan mu!" Seru nya dan mencoba melarikan diri.
Zion yang mencoba untuk menangkap orang itu...
Wush!
"Akh!"
Rintih nya saat sebuah bola api berwarna biru mengenai nya dengan telak hingga membuatnya terdorong menabrak dinding. Api biru terlihat masih sedikit menyelimuti tubuh nya sebelum kemudian hilang.
Tidak ada sedikitpun luka atau kerusakan di pakaian nya. Beruntung Zion sempat membuat pelindung tadi. Tapi hal itu justru memancing emosi sang pelaku penyerangan itu.
"Rupanya kau kuat juga ya bocah? Jadi kau yang dikatakan oleh nya ya.." Ucap seorang pria yang menutupi wajah nya dengan tudung jubah nya itu.
Zion menatap tajam orang itu. "Siapa yang menyuruh mu melakukan ini?"
"Kau tidak perlu tahu. Kami hanya diberi tugas untuk membunuh mu!!!!" Ujar nya dan langsung saja mencoba menusuk Zion dengan belati yang beruntung dapat dihindari oleh Zion.
Tidak cukup sampai situ, Zion juga langsung meluncurkan tendangan yang mengenai kepala pria itu dan membuatnya terjatuh.
Namun, dari sisi lain, sebuah bola api meluncur dan nyaris mengenai Zion. Pemuda ber manik ruby itu langsung menembakkan bola cahaya pada nya.
"[NonMagic: tanah pengikat]" Ujar nya dan tanah langsung muncul dibawah kaki pria itu dan memerangkap nya di dalam lalu mengeras. Pria itu mencoba melepasnya, namun gagal dan berakhir harus merasakan tendangan dari si pemilik sihir.
Namun...
Wusshhh!!!!
Angin berhembus membuat Zion berbalik terkejut melihat lingkaran sihir itu sudah terlukis sempurna. Cahaya putih bersinar dari lingkaran sihir itu. Dengan cepat Zion langsung menembakkan sihir pada lingkaran itu. Ledakan besar terjadi, namun tidak ada kerusakan pada dinding. Hanya lingkaran sihir yang telah hilang dan sedikit bekas terbakar.
Zion berbalik hendak kembali menyerang pria itu. Namun, belum sempat ia melakukan nya,
"AAAKKHHHHH!!!!!" Jeritan kesakitan terdengar dan pria itu pingsan seketika.
Angin dingin berhembus membuat bulu kuduk Zion berdiri. Ia tau jelas aura siapa ini.
"Jadi ini rencana mu..." Gumam nya.
Ia memunculkan lingkaran sihir berukuran kecil di dekat telinga nya.
"Disini Ravael. Aku ingin melaporkan dari koridor sebelah selatan akademi, terjadi penyerangan. Mereka membuat lingkaran sihir pemanggil. Makhluk yang di panggil, Estra. Hantu dengan kemampuan sihir yang tinggi. Salah satu panglima dan anggota penting klan Inimcus. Dua orang tertangkap, tapi salah satunya pingsan karena makhluk itu sendiri. Menunggu perintah berikutnya." Ujar Zion memberikan laporan pada Rendrano.
"Bawa mereka ke penjara bawah tanah akademi. Sisanya biar aku dan Reon yang mengurus nya. "
"Siap, my Lord"
Zion pun langsung memunculkan lingkaran sihir di bawah kedua pria itu dan berteleportasi.
TBC