Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
88. Kekuatan Sesungguhnya



Awal Zuka mengenal Zion saat dirinya tanpa sengaja ber teleportasi ke gua itu. Saat itu dirinya langsung jatuh ke sungai yang ada di sana. Sialnya Zuka tidak bisa berenang dan itu membuatnya hampir tenggelam.


Beruntung, Zion menyelamatkan nya saat itu. Itu kali pertama dirinya bertemu dengan Zion. Pemuda imut dengan iris mata merah ruby dan rambut hitam yang indah. Tapi yang membuatnya tertarik dan cukup aneh sebenarnya, sejumput rambut hitam di sela sela rambut putih nya. Sangat jarang ada orang yang memiliki rambut seperti itu.


Setelahnya Zion menceritakan hampir semua tentang dirinya. Awalnya Zuka tak ingin percaya semudah itu, namun di lihat dari bagaimana polos nya Zion dan ketidaktahuan nya dengan dunia ini, ia mulai percaya.


Namun ia tidak menyangka jika orang yang baru saja ia temui akan menjadi salah satu orang yang paling ia percaya dan selalu ada untuk nya. Melebihi seorang sahabat tapi seperti keluarga.


Ia beruntung bertemu dengan Zion saat itu.


Saat melawan monster monster sepanjang perjalanan nya, Zuka sudah bisa melihat jika Zion memang memiliki kekuatan yang besar. Ditambah apa yang Rio katakan dan Zion yang melatih murid murid unggulan di Akademi sudah membuktikan kemampuan nya.


Tapi ia sungguh tak mengira jika kekuatan pemuda itu sebesar ini.


"Ne... Zuka. Ada yang belum ku beritahu padamu. Seperti yang Rio bilang, aku membuat kontrak dengan naga legendaris yang ku temui di gua itu. Dia yang membantu ku selama ini. Selain itu, level sihir ku sekarang jauh di atas penyihir lain di dunia ini. Maaf, tidak memberitahu mu sebelumnya."


Jadi memang benar...


Zuka tersenyum memandang saudara nya itu. "Tidak masalah kok! Terimakasih sudah memberitahu ku."


Zion menarik nafas lega mendengar jawaban Zuka. Ia pikir pemuda ber rambut putih itu akan marah padanya karena merahasiakan semua ini. Tapi ternyata tidak.


"Baiklah, kita selesaikan saja semua ini!" Ucap Zuka dan langsung menyiapkan sihir nya.


Zion mengangguk sebagai jawaban. Ia mengalihkan pandangan nya, menatap tajam pada monster monster di hadapan nya. Dengan segera, Zion mengeluarkan pistol nya dan langsung menembakkan peluru sihir tepat pada kepala monster itu. Namun sayangnya, ada semacam pelindung yang menghentikan serangan nya.


'3 detik lagi akan ada serangan dari belakang mu.'


Terlalu cepat!!


Zion berdecak kesal. Tanpa ia sadari, dari belakang nya ada seekor monster berbentuk seperti gorila yang berdiri dengan tangan penuh cakar tajam mengarah pada nya.


"[Sihir api: tembakan api]!!"


Zion langsung menunduk saat mendengar itu. Dan tepat saja, bola api berukuran sedang meluncur dengan cepat mengenai punggung monster gorila itu.


ROAR!!!


Monster itu meraum kesakitan. Tercetak jelas luka bakar pada punggung monster itu akibat serangan Zuka. Namun belum cukup sampai situ, Zion langsung menembakkan peluru sihir tepat pada kepala monster itu.


"Satu monster berhasil di kalahkan." Zion mengalihkan pandangan nya pada para monster lain yang kini mengelilingi nya. "Tapi lainnya langsung mengepung."


"Monster memang selalu main keroyok ya? Gak adil banget." Ucap Zuka sambil menyiapkan mana nya.


'Tidak perlu menahan diri lagi sekarang. Habisi mereka semua sekarang.'


Zion menyeringai mendengar suara itu. "Baiklah."


"[NonMagic:sihir area, kristal es]!! " Lingkaran sihir berukuran besar muncul di bawah Zion. Kristal kristal es tajam tampak terbentuk dan melayang di sekitarnya. Terlihat ada 3 monster yang berdiri di dalam lingkaran sihir itu mulai terkena serangan saat Zion memerintahkan kristal kristal itu untuk bergerak.


Gerakan yang terbilang cukup acak membuat monster monster itu kesulitan menebak pergerakan serangan Zion dan berakhir tubuh mereka yang terkoyak kristal itu.


Di sisi lain, Zuka menatap kagum aksi Zion. Jarang ada yang bisa menggunakan sihir area. Ini cukup langka juga.


Namun seketika ia terdiam. Lingkaran sihir berwarna emas berukuran kecil muncul di belakang Zuka. "[Tembakan mana]"


KYYYIIIIIIII!!!!!!!!


Jeritan yang memekakkan telinga terdengar dari sosok lady spider di belakang nya. Tembakan itu telat mengenai dia bola mata nya yang kini berlumuran darah. Monster itu tampak menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya, berniat menutup luka agar darah tak terus keluar.


"Awalnya ku kira dia Krmya."


"Dia sudah mati." Sahut Zion yang kini sedang berhadapan dengan 3 ekor monster serigala.


"Ya, kau yang membunuh nya dengan kejam. Sadis amat." Zuka melompat menghindari serangan manusia laba laba itu. Kali ini ia tak akan membiarkan dirinya kembali tertangkap oleh jaring lengket itu.


Sementara Zion terkekeh mendengar ucapan Zuka. "Makhluk busuk seperti mereka tak perlu di kasihani."


Ya, itu memang benar. Apa gunanya mengasihani makhluk mengerikan dan perusak seperti meraka?


Lady spider itu terus meluncurkan serangan nya, namun berhasil di hindari oleh Zuka. "[Sihir api: rantai api]!!"


Rantai rantai merah membara bermunculan dari bawah monster itu. Sang monster yang tidak menyadari kemunculan rantai rantai itu menjerit kesakitan karena panas nya. Ia langsung saja melemparkan duri duri tajam di tubuhnya ke sembarang arah membuat Zuka harus menghindar.


"Zuka menunduk!!!"


Mendengar itu, dengan cepat Zuka langsung menunduk. Dari belakangnya, sebuah bola api meluncur melewati nya dan mengenai lady spider itu, menyatu dengan rantai milik Zuka dan menghanguskan sangat lady spider.


KKKKYYYYYIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Zuka menarik nafas lega melihat itu. "Terimakasih bantuan nya Zion." Ucap Zuka sambil memandang saudara nya itu.


"Tidak juga, tadi serangan nyasar dari monster itu. Jadi aku cuma memperingatkan mu." Ucap Zion sambil menunjuk seekor monster mirip singa dengan dua kepala yang terlihat mengerikan. Tubuhnya terpotong potong dengan darah yang menggenang di sekitarnya.


Sungguh, cara membunuh Zion benar-benar kejam.


Tapi ini bukanlah waktunya untuk kagum pada sesuatu. Monster masih saja terus menyerang mereka.


'Ini saatnya.'


Zion mengangguk. "[NonMagic:elemen tanah]!!" Cahaya merah terbentuk mengelilingi tubuh Zion. Sebuah pedang berwarna coklat dengan corak retakan emas dan merah muncul di hadapan Zion.


Pemuda itu langsung berlari menuju seekor monster seperti gorila setinggi 3 meter dengan dua tanduk besar di kepala nya dan langsung menegaskan pedang itu padanya.


Darah langsung menyembur dari tubuh monster itu. Belum cukup sampai di situ, tanah tanah tajam bermunculan menusuk tubuh monster monster lainnya.


Zuka tersenyum melihat aksi Zion. "Aku tak boleh kalah."


..."Mengarahkan... menuju kebaikan... ...


...Kendalikan... Semua emosi... ...


...Hilangkan keraguan...


...Kekuatan dalam jiwa......


...Tunduk lah pada perintah ku..."...


Tampak dua ekor monster yang belum benar benar mati kembali bergerak mengikuti apa yang Zuka perintahkan. Dalam kendali nya, monster monster itu menyerang monster lain tanpa ampun. Tak memberikan celah bagi mereka untuk melawan.


Sementara itu, Hali, Ren dan Rio masih memikirkan cara untuk menghancurkan rantai yang mengurung Zion dan Zuka. Beragam cara sudah mereka lakukan, tapi hasilnya nihil. Semua serangan mereka gagal.


"Sebelum ini bagaimana cara kalian menghancurkan rantai ini? Apa tidak ada cara?" Tanya Hali. Dirinya semakin khawatir dengan keadaan kedua teman nya.


"Kami selalu bisa kabur, jujur saja kemampuan ketua Inimicus itu semakin kuat." Jawab Ren.


"Lalu bagaima-"


DUAR!!!!


Ledakan secara tiba tiba terjadi membuat ketiganya terkejut.


"[Sihir kegelapan: pelindung kegelapan]!!" Beruntung, Rio langsung membentuk pelindung yang melindungi mereka dari dampak serangan itu. Saat dirasa aman, Rio menghilangkan pelindung nya dan berapa terkejutnya mereka saat melihat rantai rantai itu sudah hancur.


Namun, kedua pemuda itu justru tidak terlihat di sana.


"Tunggu, kemana Zion dan Zuka?" Hali terlihat panik.


"Bukannya tadi-"


"BOO!!"


"HUA!!!! AMPUN TUYUL!!!!" Teriak Rio saat secara tiba tiba Zion mengejutkan nya dari belakang.


"Ahahaha lucu deh lihat ekspresi kalian." Tawa Zion melihat ekspresi terkejut teman teman nya. Sementara Zuka hanya tertawa di belakang Zion.


Rio yang dilagetin malah langsung emosi. "Kau mau buat aku jantungan apa hah?! Punya dendam apa sih sebenarnya?"


"Sabar bro.. Bercanda doang" Ucap Zion.


Namun Rio justru terdiam. Ia terlihat mengamati Zion. "Kau benar-benar tidak apa kan?"


"A... Ya aku baik baik saja kok! Tenang saja."


Rio menarik nafas lega. "Syukurlah..."


'Hati hati. Aku merasakan banyak energi sihir negatif. Sepertinya monster monster sudah mulai menyerang. '


Kwaaakkk!!


Seketika mereka mendongak. Betapa terkejutnya mereka saat melihat banyak monster tipe burung berbagai jenis terbang di atas mereka menuju suatu tempat.


"Banyak sekali... Kemana mereka mau pergi?" Tanya Zuka.


Zion dan Hali membulatkan mata begitu menyadari nya. " Itu menuju Star Magic Academy!!!"


TBC