
"Jadi begitu... Keadaan semakin buruk sekarang." Rendrano tampak memijat pelipisnya.
Zion dan Avren baru saja melaporkan tentang penyerangan yang terjadi di Akademi, juga tentang iblis itu yang mengincar dirinya dan Hero Class.
Di ruangan itu hanya ada Zion, Rendrano dan Avren sekarang. Iblis itu semakin terang terangan dalam menyerang. Tapi apa tujuan nya masih belum di ketahui, yang jelas, dia mengincar Zion dan Hero Class. Jika hanya untuk mengendalikan mereka, sepertinya tak akan sampai seperti ini. Selain itu, Murid murid selain Hero Class juga bisa jadi korban. Tentu Rendrano tak bisa membiarkan itu terjadi.
Tapi di satu sisi, ia juga mengkhawatirkan Zion yang bekerja terlalu keras. Walau sudah terlatih, tapi dia tetaplah anak kecil.
"Untuk saat ini amati setiap murid dan langsung laporkan jika menemukan hal hal yang janggal."
Zion mengangguk. "Siap lord. Selain itu... Untuk Erano Holliano. Aku sedikit curiga padanya. Memang wajar memiliki dua elemen, tapi elemen yang sangat berbeda seperti itu, siapa dia sebenarnya?"
Rendrano menghela nafas nya. "Sejak dia mendaftarkan diri di sekolah ini, tak ada satupun hal yang mencurigakan darinya. Tapi tak ada salahnya juga untuk mengamati. Jika dia melakukan hal hal yang mencurigakan, baru kalian bertindak. Jangan sampai ada yang tau apa yang sedang kalian kerjakan. Akan berbahaya jika informasi ini sampai bocor."
"Baik!" Jawab Zion dan Erano bersamaan."
****
"Bagaimana?" Tanya Zuka yang sedaritadi menunggu di depan ruangan.
"Kenapa kau tidak masuk saja?" Tanya Zion.
Zuka menggaruk belakang kepala nya yang tak gatal. "Baru nyampe tadi."
"Untuk saat ini amati saja dulu. Kita juga perlu memperketat penjagaan." Ujar Zion. Zuka mengangguk mengerti.
"Selain itu kita juga harus tetap melatih murid murid Hero Class. Melihat mereka yang juga menjadi sasaran penyerangan tadi, kemampuan mereka juga perlu di latih."
"Khususnya di bagian kerjasama. Selain itu kemampuan bertarung mereka juga masih kurang. Walau pelatihan Hero Class untuk mengalahkan ras Inimicus dulu sudah bagus, tapi pengalaman mereka masih kurang. Di tambah lagi saat survival camp dulu juga gagal karena menyelamatkan ku bukan?"
Ujar Avren, disambung Zuka. Ada benarnya. Tujuan dari survival camp itu sendiri untuk menguji mental murid murid Hero Class. Tapi mengingat mereka dan dirinya yang di incar sekarang, menjauhkan Hero Class dari STAMY mungkin ide yang bagus untuk lebih mudah mengawasi pergerakan iblis itu.
Ditambah dengan monster yang ada di hutan, itu akan menjadi jadi latihan tersendiri untuk mereka.
"Sepertinya bagus. Aku akan memberitahu pak Rendrano."
"Baiklah! Kami akan memulai persiapan lainnya."
Namun secara tiba tiba langkah Zion terhenti. Ia sedikit menghela nafas, yang tentu menarik perhatian Zuka dan Avren.
"Apa ada masalah?" Tanya Zuka.
Zion menggeleng. Namun, senyuman kecil tercetak di wajah nya. "Ku jelaskan nanti." Zion merangkul kedua saudara nya dan berjalan pergi.
Di sisi lain, tiga orang pemuda terlihat mengamati Zion, Zuka dan Avren dari balik pot bunga. Secara diam diam mereka menguping pembicaraan Zion dan kedua rekan nya. Ya, walau sudah ketahuan sih.
Lelaki ber iris biru itu keluar dari tempat persembunyian nya. " Jadi mereka akan mengadakan survival camp lagi..."
"Ini justru hebat kan? Aku bisa tunjukkan kehebatan ku yang sempat tertunda!!" Sambung pemuda ber iris jingga.
"Thory bisa ketemu banyak tumbuhan lagi. Jalan jalan di hutan hore!" Sorak Thory girang.
"Tapi tentang iblis yang menyerang akademi... Ini masalah serius kan?" Leo tampak memasang pose berfikir. Ia masih kesal dengan kedatangan iblis iblis itu.
Munculnya iblis dan monster di Akademi secara tiba-tiba tentu bukanlah hal yang umum. Ia yakin jelas ada masalah yang sedang terjadi. Namun seperti sebelumnya, Zion pasti menyembunyikan itu dadi mereka.
"Kita amati saja dulu, lalu bantu Zion secara diam diam. Jika Zion tau, sudah jelas dia akan melarang kita ikut campur. Jadi, lebih baik jangan sampai dia tau." Ia tau bagaimana Zion. Walau terkenal cukup serius, tapi Zion bukanlah orang yang akan membiarkan teman teman nya bertindak gegabah seperti itu. Apalagi sampai melakukan hal yang bisa membahayakan diri mereka sendiri.
"Membantunya secara diam diam.. Sepertinya bagus." Ujar Leo disambung anggukan setuju Thory.
"Baiklah. Misi baru TTM, membantu Zion secara diam dia... Dimulai!"