Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
119. Pertanyaan menjebak



Pelajaran di mulai di kelas. Namun pikiran Zion teralih pada hal lain. Jari nya sibuk memutar-mutar bolfoin dan satu tangan nya lagi ia gunakan untuk menyangga kepala nya, mengabaikan guru yang sedang mengajar di depan.


Pikiran nya terfokus pada rencana nya dan Hero Class. Sebelum itu, Zion sudah membicarakan nya dengan Pak Rendrano bersama Zuka dan Avren. Mereka akan memulai kembali survival camp yang sempat kacau dulu, dan menyembunyikan niat sebenarnya, selain melakukan camp, juga sebagai latihan untuk melatih murid murid Hero Class.


Namun... Ia juga masih memikirkan apa yang di lihat nya dalam mimpi dan juga perkataan Nero saat itu. Siapa pemuda yang mendorong nya saat itu. Sudah jelas, dia tak berasal dari dunia nya. Karena sudah jelas, di dunia nya saat itu tidak ada yang nama nya sihir. Jadi portal dimensi yang sosok itu gunakan jelas menunjukkan sosok itu berasal dari dunia lain. Yaitu dunia nya saat ini.


Tapi bagaimana cara sosok itu melakukan nya, dan kenapa dirinya yang terpilih itu masih menjadi misteri.


Dari legenda yang di katakan dan juga ramalan yang beredar, bahwa akan ada pahlawan yang menyelamatkan dunia dari kehancuran serta para penyihir pengendali elemen tanah yang menghilang dan akan muncul kembali saat akan ada bencana atau malapetaka tentu saling berkaitan.


Jika begitu, semua yang Zion lakukan di sini sudah di takdirkan untuk nya. Selain itu, sosok misterius yang membawa nya pada kematian seakan sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Apa mungkin seorang time travel? Sepertinya tak mungkin." Gumam Zion sambil memejamkan mata nya.


Dari sihir yang di gunakan sosok itu saja sudah menunjukkan sosok itu orang yang kuat. Tapi... Sebenarnya dia ada di pihak mana?


Zion menghela nafas nya. Mata nya kembali terbuka dan kini memandang ke luar jendela. Kini dirinya berada di dunia fantasi, tempat sihir dan pedang. Dimana semua orang di dunia ini memiliki kekuatan.


Tapi... Bagaimana jika seandainya dunia ini tak memiliki kekuatan sihir? Apa serangan iblis itu tak akan terjadi? Ah, itu pemikiran yang sungguh konyol.


"Zion..."


Selain tentang dirinya, ia juga harus menemukan iblis itu. Selain itu karena sang iblis berada di sekolah, semua murid di Akademi ini tentu dalam bahaya.


"Zion."


Latihan yang sudah di rencanakan nya mungkin akan membantu, tapi tetap saja. Ia masih tak menemukan sedikitpun petunjuk tentang keberadaan iblis itu.


"ZION RAVAEL!"


"Ah siap pak! Eh, kak!!"


Zion terkejut saat seorang pria mendadak meneriaki nama nya. Ia benar-benar terjun dalam pikiran nya sampai mengabaikan situasi sekitar. Ingatlah, sekarang dirinya adalah salah satu murid di sekolah ini. Walau Zion sudah memahami setiap materi nya, tapi bukan berarti ia terus mengabaikan.


"Di saat saya menjelaskan, kau malah melamun! Jawab pertanyaan di papan tulis sekarang!"


Zion langsung memandang ke papan tulis dan melihat pertanyaan di sana. "Ada 5 ekor bebek di kandang, di kali dua. Berapa jumlah semua bebek nya?"


Zion terdiam sejenak. Pertanyaan mudah. Hanya perkalian seperti ini. "Jawabannya ada 10 ekor bebek."


Zion mengerenyitkan dahi. Lima kali dua sama dengan sepuluh bukan?


"Bagaimana bisa salah kak?" Tanya Zion bingung.


"Lalu, jawaban nya berapa?" Sein menambahi.


"Jawaban nya adalah 7!!"


Tunggu, bagaimana bisa?


"Karena kali \= sungai dalam bahasa jawa. Jadi, 5 ekor dalam kandang dan 2 ekor dalam sungai, total semua bebeknya adalah 7 ekor!!!"


Zion tak bisa berkata kata. Ada benarnya, tapi tak ada yang memberitahu kali yang di maksud itu sungai!


"Sudahlah, sekarang selesaikan soal halaman 25 sampai 27!" Ujar Leilas. Zion hanya bisa menuruti nya saja. Semoga pertanyaan nya tak seaneh tadi.


Lain kali, ingatkan Zion untuk tidak melamun saat jam pelajaran pak Leilas.


*******


Jam pelajaran telah usai, kini semua murid Hero Class di kumpulkan di lapangan. Pak Rendrano dan Reon sudah berada di sana mengumumkan akan di adakan nya survival camp lagi.


Selain untuk menguji kemampuan dan nyali para murid, survival camp kali ini juga di jadikan sebagai pertandingan, dimana pemenangnya akan menjadi ksatria kerajaan. Sebagai penyihir muda seperti mereka, tentu saja akan sangat senang menjadi ksatria kerajaan yang melindungi pemerintahan kerajaan terbesar di dunia itu.


"Selain menjadi ksatria kerajaan, kalian juga akan di rekomendasikan sebagai penyihir pelindung kerajaan yang tentu akan sangat populer di kerajaan. " Sambung Reon.


Zion menatap heran. Oke, untuk yang satu ini sedikit berlebihan.


"Kita akan berangkat pukul 14.00. Sekarang, semuanya bisa kembali ke asrama dan bersiap siap. Ingat untuk hanya membawa barang yang di perlukan."


Ya, setidaknya tidak akan ada lagi para gadis yang berpakaian terlalu modis.


Setelah itu semua di bubarkan dan para murid langsung menuju kamar asrama masing masing untuk bersiap. Keenam pangeran elemen mendekati Zion. Mereka tahu, Zion juga yang merencanakan ini.


"Zion, sebenarnya ada apa? Apa ada masalah lagi?" Tanya Kei dengan raut wajah penasaran bercampur khawatir.


"Tidak, aku hanya ingin menguji kemampuan para murid hero class sekali lagi." Jawab Zion. Maaf, ia tak bisa memberitahu kebenarannya sekarang.