Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
120. Rencana Membantu Zion



Ruang gelap nan suram. Hanya cahaya remang remang dari bola cahaya kecil yang ada di atas meja. Enam orang duduk melingkar mengelilingi meja itu. Beberapa dari mereka ada yang menatap serius, namun ada juga yang tertidur santai atau malah memainkan kursi yang di duduki nya.


"Bagaimana perkembangan nya?" Tanya Leo pada Sein yang kemudian membetulkan letak kacamata nya dan menunjukkan sebuah rekaman. Di sana terlihat jelas Zion yang sedang merencanakan sesuatu dengan Zuka dan Avren setelah keluar dari ruangan pak Rendrano saat itu.


"Mereka sepertinya mulai merencanakan hal lain lagi. Apa kita perlu menyelidiki nya lebih dalam?" Tanya Sein.


"Jangan dulu. Kita masih belum mendapat banyak bukti dari tersangka." Ujar Kei dengan serius. Lalu pandangan nya teralih pada kakak nya yang hanya duduk sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain. "Kak Hali tau sesuatu?"


Hali memandang sang adik sebentar lalu kembali mengalihkan pandangan nya. "Tidak juga. Aku hanya penasaran dengan survival camp kali ini. Semoga tak ada itu lagi.." Jawabnya sedikit berbisik di akhir kalimat.


Sein mengernyitkan dahi. "Itu?"


"Bukan apa apa."


"Tuyul yang membawa balon?" Jawab Ice tanpa mengubah posisi nya sama sekali, yang masih nyaman membenamkan kepala nya di antara tangan nya di atas meja.


Pangeran elemen lainnya menatap heran. Seorang Hali Vendellous takut dengan hantu itu hal yang sangat jarang terjadi. Sebab, sang pengendali petir itu terkenal akan keberanian nya, tentu aneh jika dia takut dengan sosok astral kecil itu.


Namun, lain hal nya dengan Kei yang mengetahui rahasia sang kakak. Ia mencoba menahan tawa sambil sedikit menutup mulutnya dan memasang ekspresi aneh. Melihat itu, Hali langsung mengeluarkan percikan listrik di tangan nya sambil menatap tajam. Seketika Kei langsung mengalihkan pandangan nya.


"Tapi survival camp sebelumnya seru juga! Sayangnya... Sekarang kita gak bisa kerjasama sama murid Beast akademi lagi." Ucap Thory sedikit kecewa.


Leo memukul meja. "Justru bagus kan tak ada makhluk makhluk menyebalkan itu lagi? Aku muak dengan om pedo itu." Mengingat terakhir kali mereka terus bertengkar, wajar saja.


"Sudah sudah, kembali ke permasalahan utama. Apa yang akan kita lakukan sekarang? Waktu terus berjalan, kita juga harus bersiap siap bukan?" Ujar Ice akhirnya.


"Kejadian di lapangan, munculnya monster parasit sebanyak itu dan portal misterius. Hanya penyihir tingkat tinggi yang bisa melakukan itu. Ditambah masalah lainnya yang membuat Zion harus menyelesaikan nya, apa itu tak terlalu aneh?" Ujar Sein mulai ke inti masalah.


"Tidak, kita sudah membunuh semuanya. Atau... Iblis lain?" Kei menyangkal.


"Sejak dulu iblis dan ras lain memang bermusuhan, itu masuk akal. Apa karena kekalahan ketua mereka?" Kini Hali ikut menambahi.


Lainnya memasang pose berfikir. Jika benar begitu, apakah akan ada orang ketiga yang terjadi? Setelah perang di awal kemunculan ras Inimicus, perang yang baru baru ini mereka menangkan, lalu... Apakah akan ada lagi?


"Kalau iya, Zion mungkin juga akan dalam bahaya. Terakhir kali dia mencoba melindungi kita semua, dan sekarang sebagai pahlawan, mungkin dia akan di incar. Aku tak ingin melihat Zion terluka lagi..." Ujar Thory. Ia ingat jelas saat penyerangan Lady Spider, saat melawan Black Mist Dragon dan monster monster lainnya. Sosok yang selalu terlihat tegar dan serius, menyimpan sifat hangat dan ceria di dalam nya, tapi juga memikul beban yang berat seorang diri. Tentu ia tak bisa membiarkan itu.


"Ada benarnya. Aku tak ingin Zion kecil kita terluka lagi. Jadi, bagaimana jika seperti sebelumnya, kita bantu dia diam diam. Setidaknya, itu bisa mengurangi beban nya." Ujar Leo. Lainnya pun mengangguk setuju.


"Jadi, silahkan kak Hali, seperti biasa putuskan apa tugas kami." Semuanya lantas memandang Hali. Ah ya, dirinya yang selalu memutuskan langkah mereka selanjutnya.


Dalam hati Hali bersyukur, walau saudara saudara nya itu kurang waras dan selalu membuat nya emosi, tapi mereka selalu melindungi dan peduli satu sama lain. Itu juga termasuk pada orang yang mereka sayangi.


"Ice, Thory dan Sein. Kalian mencari tahu tentang penyebab munculnya serangan di Akademi. Kita juga memerlukan informasi itu untuk mencegah terjadinya penyerangan di kemudian hari." Hali menjeda ucapan nya dan memandang ketiga teman nya yang mengangguk setuju. Ia melanjutkan, "aku, Kei dan Leo akan menyelidiki tentang apa yang Zion rencanakan." Keduanya nampak setuju. Sebenarnya Hali sudah tau, tapi tak ada salahnya sedikit membantu.


"Baiklah, jika begitu.. Misi di mulai!" Teriak Kei di susul seruan lainnya.


Namun...


"Gawat! Sekarang jam berapa?? Kita belum bersiap!!!" Teriak Thory. Benar juga, mereka terlalu fokus membahas ini sampai lupa waktu.


TBC