Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
86. Serangan Di Desa (Part 2)



"ZION!!"


Zuka langsung berlari menangkap tubuh Zion yang tumbang sebelum menyentuh tanah. Darah mengalir dari luka di perutnya di ngga menetes ke tanah. Dengan cepat Zuka langsung menggunakan sihir penyembuh dan mana nya untuk menyembuhkan luka itu.


Sedangkan Zion berusaha menahan sakit dan menggunakan sihir penyembuh dengan sisa sisa kekuatan nya. Sungguh, sudah berapa kali ia seperti ini?


"Zion kau baik baik saja?" Tanya Zuka dengan raut wajah khawatir sekaligus panik di saat yang bersamaan.


"Salahku... Ini semua salahku. Jika aku lebih hati hati kau tidak akan seperti ini..." Ujar Zuka yang malah menyalahkan diri nya sendiri.


Bagaimana tidak? Jika saja Zuka bisa menghindar atau menahan serangan itu, Zion tidak perlu terluka seperti ini karena harus melindungi nya. Melihat keluarga nya terluka seperti itu tentu saja membuat nya khawatir dan merasa bersalah.


Zion menggeleng lemah. "Tidak, ini bukan salah mu."


"Tapi-"


"Zuka! Bawa Zion menjauh dari sini! Di sini berbahaya!!" Seru Hali. Zuka mengangguk dan berusaha membawa Zion menjauh. Mengingat lokasi dan kondisi mereka sekarang, cukup berbahaya jika mereka terus ada di sana.


Namun, Baru saja mereka berdiri, rantai rantai bermunculan dari dalam tanah, bergerak ke atas dengan cepat membentuk kubah yang mengurung mereka berdua di dalam nya. Zuka membulatkan mata melihat itu. Di saat seperti ini.. Sudah jelas akan menyulitkan nya.


Ketua Inimicus itu tidak tanggung tanggung. Apa dia benar benar ingin mengakhiri hidup mereka di sini?


Sementara itu, Ren, Rio dan Hali menatap terkejut kubah yang baru saja terbentuk itu. Mereka langsung saja mencoba menghancurkan rantai rantai itu, namun hasilnya sia sia. Rantai itu terlalu kuat.


Selain itu, ada masalah lain yang juga menanti mereka.


ROAR!!


Manticore itu masih belum di kalahkan. Setidaknya mereka harus mengalahkan makhluk itu terlebih dahulu. Semoga Zion dan Zuka baik baik dana.


Manticore itu mengaum dan menggunakan ekornya untuk menyerang. Dengan cepat, mereka langsung melompat menghindari nya.


"[Sihir petir: sambaran halilintar]!!!" Hali mengangkat tangan nya dan lingkaran sihir berukuran besar tercipta di langit. Gemuruh petir terdengar, kemudian halilintar merah menyambar dengan muatnya telat ke arah monster itu.


ROOAAAARRR!!!!!


Raungan kesakitan terdengar jelas dari monster itu. Namun, itu masih belum cukup untuk melumpuhkan sang manticore. Makhluk itu langsung menggerakkan ekornya bersiap meluncurkan serangan dan langsung menghantamkan ekor beracun nya ke arah Hali.


Pemuda ber iris merah itu langsung melompat menghindari serangan maut itu. Dan kembali meluncurkan serangan nya.


"[Sihir kegelapan: tombak kegelapan]!!" Lingkaran sihir terbentuk di hadapan Rio. Sebuah tombak tajam keluar dari dalamnya. Langsung saja, Rio mengambil tombak itu dan melemparkan nya pada sang manticore.


Aura hitam berkumpul membentuk seperti bor mengitari tombak itu yang memperkuat serangan nya.


DUAR!!


Ledakan besar terjadi ketika serangan itu mengenai sang monster. Kebulan debu dan asap membumbung tinggi, disusul hembusan angin kencang yang tercipta akibat serangan itu.


Rio mempertajam penglihatan nya, menunggu debu itu menipis untuk melihat bagaimana hasil dari serangan nya. Namun saat debu mulai menghilang, kekecewaan yang muncul saat melihat monster itu tidak ada di sana.


"Dimana manticore itu? " Tanya Hali sambil mengedarkan pandangan nya ke sekitar mencari keberadaan monster itu.


Wush!


Suara kepakan sayap terdengar bersamaan dengan hembusan angin yang membuat debu debu berterbangan. Hali sedikit menutupi wajarnya dengan tangan nya bermaksud untuk menghalangi debu agar tidak masuk ke mata nya.


Setelah ia rasa aman, Hali memandang ke atas. Ia sedikit terkejut melihat sepasang sayap berwarna hitam yang ada di punggung Ren. Pemuda itu terbang melesat sambil membawa panah dan busur yang akan ia gunakan untuk menyerang monster itu.


Seketika Hali jadi teringat materi latihan yang Zion akan ajarkan pada murid murid Hero Class dan Beast. Pemadatan aliran sihir membentuk sayap sama persis seperti yang pernah Yanata tunjuk kan.


Hali sedikit terkekeh. Terlihat jelas perbedaan tingkat sihir antara mereka. Seperti nya diri nya harus lebih sering berlatih jika tidak ingin tertinggal.


Sementara itu, Ren menarik busur nya dan mengarahkan nya pada manticore itu. Saat dirasa sudah tepat, ia melepaskan anak panah yang kemudian langsung bermunculan ratusan anak panah lain menghujani manticore itu.


Makhluk itu mencoba untuk terbang menghindari, namun ia terhenti saat melihat Rio yang sudah menghadang di hadapan nya.


"Wah wah... Mau kemana kucing kalajengking?" Tanya Rio yang sudah siap dengan bumerang nya sambil menyeringai kejam.


Tidak ada jalan lain, makhluk itu langsung terbang menghindar, namun sayang. Hasilnya sia sia. Serangan itu justru mengikuti kemanapun ia pergi. Sampai akhirnya ia terpojok dan mau tidak mau harus menerima serangan mereka.


Luka luka mulai terbentuk di tubuh manticore itu membuat nya menggeram kesakitan. Tenaga dan sihirnya sudah banyak terkuras. Ditambah dengan ras Inimicus yang justru mengendalikan nya membuat tubuh nya semakin lemah.


Bagaikan balon yang terus di isi dengan angin tanpa henti, lama lama akan meletus. Begitu juga dengan tubuh manticore itu yang terus di paksa melawan meskipun sudah kelelahan, lama lama juga akan hancur.


Manticore itu berusaha menangkis setiap serangan dengan ekor dan cakarnya, namun sayangnya dia sia. Salah satu bumerang Rio memotong salah satu sayap monster itu, membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur di tanah.


Belum cukup sampai situ, Hali yang berada tepat di hadapan monster itu memukul mukul tangan nya pelan.


"Tenaga mu sudah habis ya..." Ujar Hali dengan nada yang cukup mengerikan. Ia mengangkat tangan nya ke udara dan lingkaran sihir terbentuk.


"[Sihir petir: sambaran halilintar]!!"


Bzzztt


DUAR!!!!


RAAOOORRRRRR!!!!!!!!!


Sambaran tepat ke tubuh monster itu membuatnya mengaum kesakitan. Semua sihir nya sudah habis, membuatnya tidak bisa bertahan lagi. Ditambah kekuatan listrik dari halilintar itu membuat tubuh nya hancur.


Sambaran petir berhenti menyisakan tubuh hancur monster itu. Hali menyeka keringat yang mengalir di pipi nya sambil mengatur nafas karena kelelahan.


Sementara itu, Ren dan Rio terbang turun menghampiri Hali dan menghilangkan sayap mereka. "Selesai!" Sorak Rio sambil menarik nafas lega.


"Tidak belum, Zion dan Zuka masih terkurung di sana." Ujar Hali sambil menunjuk ke arah kurungan rantai itu.


Rio mengalihkan pandangan nya. Ah benar juga, rantai itu masih menjebak mereka. Sekarang, bagaimana cara mereka menyelamatkan Hali dan Zion?


TBC