Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
122. Memilih tim



Langit telah berubah menjadi gelap sepenuhnya. Bintang bintang terlihat jelas bertaburan menghiasi angkasa. Sebuah bulan sabit pun turut menghiasi langit, membuat suasana jadi tak terlalu gelap.


Di tepi hutan, para murid Hero Class sudah bersiap untuk memasuki hutan untuk melakukan uji nyali. Di sana juga sudah ada Reon yang membawa sebuah kotak berisi gulungan dengan nama nama para murid.


"Baiklah, sekarang kita mulai saja mengundi nama. Namun sebelum itu," Reon memandang ke arah Zion. "Zion, karena kau sudah tau semua jebakan dalam uji nyali kali ini, kau di larang untuk ikut." Ujar Reon. Zion hanya mengangguk mengerti, karena dirinya pun tak berniat untuk ikut. Lain halnya dengan elemental prince, Zuka dan Avren yang justru menggerutu.


Sudah jelas, karena jika salah satu dari mereka satu tim dengan Zion, itu akan mempermudah mereka untuk menyelesaikan uji nyali itu.


Dalam hati Zion bersyukur, bukan karena tak ikut, tapi karena itu bisa menjadi alasan untuk menutupi ketakutan nya pada makhluk astral. Kan gak lucu kalo Zion yang terkenal berani dan tak takut pada monster atau iblis sekalipun tapi takut dengan hantu. Mau di taruh mana wajah nya?


Satu persatu murid mulai mengambil gulungan secara acak dan berkumpul dengan tim masing masing.


Hali memasukkan tangan nya dan mengambil sebuah gulungan. Di buka nya gulungan itu yang seketika membuat ekspresi datar nya berubah jadi kesal. Bagaimana tidak? Nama Sein tertulis di sana yang artinya ia harus satu tim dengan saingan terberat nya.


"Ck. Kenapa harus dengan si tuan sok populer itu sih?" Gerutu Hali kesal. Sein yang mendengar itu mendengus tak terima.


"Kalo bukan karena terpaksa, aku mah ogah satu tim dengan harimau galak bin pemarah kaya kau." Ledek Sein.


Perempuan imajiner muncul di dahi sang pengendali sihir elemen petir itu. "Siapa yang kau bilang harimau geledek hah?! Lebih baik, daripada kau yang ilmuan gak jelas!"


"Ha? Ilmuan pintar dan keren seperti aku kau kata gak jelas? Kayaknya kau perlu kacamata deh."


Dan... Begitulah saat dua pemuda pengendali sihir petir dan cahaya itu bertemu, pasti akan ada perdebatan panjang dan lebar yang terjadi.


Zion hanya menggeleng geleng kan kepala nya melihat tingkah kedua pemuda itu. Ia berharap semoga akhirnya mereka tak saling serang saja.


Selanjutnya, giliran Kei yang mengambil gulungan. Di buka nya gulungan itu dengan sangat lambat seperti adegan slow motion dalam film. "Siapa yang akan berpasangan dengan pangeran ganteng seperti ku? Jeng jeng jeng jeng jeng... Penasaran gak?? Ada yang penasaran? Siapa yang penasaran? Ah pasti pada penasaran ya~" Ujar nya sengaja mengulur waktu.


"Ish cepat lah Kei! Tinggal buka aja lama banget." Gerutu Leo kesal.


"Baiklah baiklah... Yang akan berpasangan dengan ku adalaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh.........." Kei menjeda ucapan nya dan membaca nama yang tertulis di sana. "Zuka!!!! Hore!! Aku satu tim dengan Zuka!!" Ujar Kei dan langsung berlari menuju ke arah Zuka.


Selanjutnya giliran Avren mengambil gulungan. Ia sedikit ragu membuka gulungan itu awalnya. Namun akhirnya ia tetap membuka nya. "Leo.." Pandangannya teralih pada Leo yang sedang memainkan bola api di jari nya. Seringaian lebar langsung di tunjukkan pemuda ber iris jingga itu.


"Yosh!! Kita pasti menang Avren!! Tak perlu takut, jika ada hantu, kita akan hancurkan saja mereka!!" Ujar Leo bersemangat dengan api yang berkobar di kedua tangan nya.


Avren hanya mengangguk. "Baiklah.. Tapi jangan sampai lari di tengah nanti..."


Leo lantas langsung merangkul rekan nya itu. "Seorang Leo tak mungkin melakukan itu. Kau tenang saja!" Ujar nya percaya diri. Tidak, terlalu percaya diri.


"Jika begini artinya aku dengan kak Ice! Hore!!" Thory berseru senang sambil melompat dan memeluk Ice, membuat pemuda yang hampir ketiduran itu terkejut dan hampir terjatuh.


"Ugh... Pelan pelan Thory..." Keluh Ice.


"Baiklah, sekarang ambil lentera dan seperti sebelumnya, temukan gulungan yang akan menjadi petunjuk dari apa yang harus kalian lakukan selanjutnya. Pastikan untuk bekerjasama dengan baik. Kalian akan di nyatakan lulus setelah menyelesaikan tantangan dalam gulungan itu. Semua paham??"


"Paham!" Ujar semua tim, dan mereka mulai masuk ke hutan sesuai urutan pengambilan gulungan.


Sampai semua tim sudah masuk, ekspresi Reon seketika berubah. Ia menatap Zion yang sedang bersandar pada batang pohon. "Aku merasakan hal aneh. Apa tak masalah melakukan tantangan seperti ini?" Tanya Reon sedikit ragu.


Zion membuka mata nya. Iris merah ruby nya terlihat berkilat. "Tidak. Ini di perlukan untuk melatih mental dan kekuatan mereka. Aku yakin, mereka bisa mengatasi rintangan nanti."


Reon menghela nafas, kemudian mengangguk. "Baiklah. Lalu, bagaimana dengan iblis itu?"


"Aku masih belum mendapat informasi lagi, tapi lebih baik kita juga berjaga jaga. Aku yakin, dia sedang mengawasi dari suatu tempat."


TBC