Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
61. Hero Class VS Beast (part 2)



Pertandingan pertama telah selesai. Ketiga pemuda itu pun sedang di rawat sekarang. Zion melangkah ke tepi arena dan seketika tanah yang sempat retak akibat pertempuran kembali seperti semua.


Selanjutnya ia memandang daftar nama yang ia pegang.


"Baiklah, selanjutnya, Kei Vandelous dan Ice Vlict dari Hero Class melawan Sheelda Wellhuer dari Beast Akademi. Segera memasuki arena." Ujar Zion.


Kei dan Ice pun merjalan masuk ke arena. Di sisi lain, seorang gadis setengah elang berusia 16 tahun ber rambut coklat panjang di ikat dan membawa sebuah perisai berwarna perak dengan simbol elang di tengah nya pun berjalan memasuki arena.


"Perkenalkan, saya Sheelda Wellhuer mohon kerjasamanya dalam duel kali ini." Ucap Sheelda.


"Aku Kei Vandelous dan ini rekan ku Ice Vlict. Mohon kerjasama nya juga" Ujar Kei sambil sedikit membungkuk.


Zion yang melihat itu tersenyum. Setidaknya duel kali ini akan berjalan lebih lancar. Ya, itu yang ia harapkan.


"Baiklah, kalian sudah siap?" Tanya Zion memastikan.


Ketiganya menjawab mantap "siap!"


"Baiklah, bersedia.. " Zion memandang ketiga remaja itu yang mulai mengaktifkan sihir mereka. "Mulai!"


Ketiga nya pun langsung saling menyerang. Setidaknya kali ini lebih serius membuat Zion tersenyum melihat itu.


Walau perempuan, kemampuan Sheelda cukup hebat. Terlebih lagi ia bisa merubah bulu sayap nya menjadi senjata.


Sementara itu, Zion mendekati Yanata yang terlihat sedang menonton. Gadis itu yang menyadari sang kakak berjalan ke arahnya pun mendekati nya.


"Ada apa kak?" Tanya Yanata.


Zion sedikit berbisik. "Aku ingin meminta bantuan mu Yana."


"Boleh saja! Bantuan apa? "


"Aku mau kau dan Yiva sedikit mengacaukan serangan mereka. Apa bisa? Hanya sedikit saja. Anggap saja tantangan tambahan." Bisik Zion sambil mengedipkan mata.


Yanata tertawa kecil. "Baiklah kak! Aku dan Yiva bakal lakuin! Kalo gitu aku kasih tau Yiva dulu!!" Ujar Yanata dan langsung berlari. Namun baru saja beberapa langkah ia berjalan..


"Eh awas Yanata nanti jat--"


Bruk


"Tuh..."


"Huaduh!!!"


Belum selesai Zion berbicara, Yanata sudah jatuh dengan tidak elit nya karena tersandung. Dengan cepat, gadis berikat dua itu pun langsung bangkit, membersihkan sedikit baju nya yang kotor terkena debu dan berjalan sambil menyembunyikan rona merah di wajah nya.


Malu habis!! Semoga gak ada yang lihat.


Zion yang melihat itu hanya bisa geleng geleng kelala sambil tertawa kecil melihat tingkah adiknya itu.


Sementara, duel terus berlanjut. Kei mengaktifkan sihir angin nya dan membuat cakram udara untuk menyerang Sheelda. Namun, gadis itu langsung menggunakan perisai nya untuk menahan serangan itu.


"Perisai nya benar-benar merepotkan!" Keluh Kei melihat lagi lagi serangan nya dapat di patahkan dengan mudah.


Namun, secara tiba tiba beberapa panah es muncul dari belakang Sheelda. Gadis itu pun dengan cepat menghindar.


Selanjutnya ia mengepakkan sayap nya dan meluncurkan bulu bulu nya yang berubah menjadi besi.


Waktu yang terlalu cepat. Ice tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar.


"Awas Ice!!!!"


Dengan cepat, Kei langsung meluncur menuju ke arah Ice dengan angin putingbeliung sebagai pendorong dirinya.


Brug!


"Ice! Ice kau baik baik saja?" Tanya Kei.


Ice pun mengangguk. "Ya, aku baik baik saja. Terimakasih"


Namun, belum sempat mereka beristirahat, Sheelda sudah kembali menyerang.


"Rasakan ini!!"


Bulu bulu yang Sheelda lemparkan seketika mengeras menjadi lempengan besi dan dilemparkan nya bulu bulu itu pada Ice dan Kei.


"Awas!!"


Ice langsung menarik rekan nya itu untuk mrnghindar. Namun..


"Hua!!! Bulu nya ngejar!!"


"Jangan kira aku akan membiarkan kalian bersantai seperti itu!" Ujar Sheelda sambil menggerak kan tangan nya mengarahkan bulu bulu besi milik nya untuk mengejar kedua pemuda itu.


"[Sihir angin: piringan angin]!"


Angin berputar membentuk piringan dan Kei naik ke atasnya bersama dengan Ice yang ia tarik begitu saja membuat pemuda itu hampir terjauh.


"Mau kabur kemana kalian hah?! " Sheelda terus terbang mengejar Kei dan Ice sambil mengarahkan bulu bulu nya.


"Woy! Sudah lah tuh! Cantik cantik kejam amat!" Ujar Kei sambil menghindar.


"Jangan cepat cepat!! Takut jatuh Kei!! " Ice justru memeluk Kei erat. Dia memang takut ketinggian.


"Maaf maaf. Habisnya kalo gak kabur yang ada kena serangan nanti!"


"Kita harus cari cara untuk menyerang balik. Jika tidak, kita akan kalah nanti." Ujar Ice. Ia pun melanjutkan dengan berbisik pada Kei.


Setelahnya, Ice langsung melompat turun, sedangkan Kei terbang ke atas.


"[Sihir angin: pusaran tornado]!!!" Angin tornado berputar kencang membuat bulu bulu besi milik Sheelda ikut berputar di dalamnya.


Di sisi lain, Ice menembakkan panah panah es nya ke arah Sheelda yang lagi lagi berhasil di hindari nya. Sheelda mengendalikan beberapa bulu besi miliknya membuat panah milik Ice terlempar dan tanpa sengaja hampir mengenai Kei membuat pemuda itu hampir terjatuh.


"Woy Ice hati hati!!!" Protes Kei yang hampir terkena membuat tornado nya hilang kendali dan menjatuhkan bulu bulu besi Sheelda.


"Tapi ada bagusnya sih." Lanjutnya. Namun,


"Akh!!"


Brug!!


Kei langsung terjatuh terkena serangan dari belakang nya.


"Kei!!!"


Ice melepaskan banyak anak panah yang ia arahkan pada bulu bulu milik Sheelda dan membekukan nya lalu membuat nya terjatuh.


Tidak cukup sampai di situ, pemuda ber iris biru muda itu juga menembakkan meriam es yang membuat Sheelda terus menghindar. Beruntung gadis itu memiliki perisai yang membuatnya bisa dengan mudah memblokir serangan lawan nya.


Namun,


"[Sihir angin: Pusaran topan]!!"


Angin topan berhembus kencang memutari Sheelda membuat gadis itu kesulitan terbang.


"Sekarang Ice!!!"


"[Sihir es:tembakan es pembeku]!!!" Seru Ice dan menembakkan bola es yang menyebar membuat suhu dingin berputar dalam angin itu.


Sheelda yang ada di dalam pusaran angin itu terlihat kesal. "Sial. Jika begini aku bisa kalah"


Namun, ia tak memiliki kesempatan untuk keluar dari pusaran angin itu.


Pusaran angin itu menyempit dan suhu dingin yang bercampur dalam angin itu perlahan membekukan sayap Sheelda. Membuatnya terjatuh.


"Saatnya serangan terakhir!!"


"Kei melemparkan bola angin bersamaan dengan Ice yang menembakkan panah nya."


BOOOMM!!!


"AAAKKKHH!! "


ledakan terjadi dan melemparkan Sheelda hingga membentur pelindung.


"Waktu habis!" Ujar Zion menghentikan duel. Ia memandang ke arah Sheelda yang pingsan sedangkan kedua pangeran elemen masih sadarkan diri walau terlihat cukup kelelahan.


"Pemenang dari duel ini, Kei Vandelous dan Ice Vlict dari Hero Class!!" Ujar Zion mengumumkan pemenang.


Setelah itu beberapa healer datang dan membawa mereka bertiga.


Zion kembali memandang daftar nama nya. Entah mengapa ia cukup tertarik pada dua pemuda dengan sihir tertinggi di Akademi itu. Hali dan Sein. Tapi, ia justru bingung harus memasangkan mereka dengan siapa.


Ia memandang murid murid dari Beast Akademi. Setelah itu, pandangan nya kembali terarah pada daftar nama itu.


'Sepertinya hanya Sai dan Sheelda yang cocok untuk melawan mereka. Tapi kedua beast itu sedang terluka.' batin Zion memandang kedua remaja itu.


Terlihat Sheelda sudah sadar dan sedang duduk sambil meminum air untuk memulihkan kondisi nya. Sedangkan Sai masih belum sadarkan diri.


Setelahnya ia memandang para pangeran elemen yang sudah sadar bahkan terlihat mulai pulih dengan Kei, Leo dan Thory yang sedang bercanda.


'Ada yang aneh. Kenapa Sai masih belum sadar juga?' batin Zion dan menghampiri nya.


TBC