Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
121. Rekan tim



Pukul 15.30 semua murid akhirnya sampai di lokasi camp. Berbeda dari lokasi mereka camp sebelumnya, kali ini suasana tempat nya lebih terbuka dan cukup indah.


Tak jauh dari mereka, ada danau yang cukup luas dan air terjun yang tak terlalu tinggi, namun memiliki diameter yang cukup lebar. Di belakang mereka, ada tebing yang tinggi dan terlihat curam, namun terlihat indah karena di tumbuh bunga bunga di beberapa bagian. Khusunya di bagian puncak tebing, yang di tumbuh bunga lili biru yang tergolong tanaman langka.


Di bawahnya terdapat hutan yang rimbun dan cukup gelap. Mereka menduga, Zion akan menjadikan itu sebagai tempat untuk latihan mereka. Hutan seperti itu pasti di huni banyak monster monster yang mengerikan. Bukan hanya monster, makhluk astral seperti spirit beast, monster atau hantu juga banyak terdapat di sana.


Mereka berharap Zion tak menjadikan itu sebagai tempat untuk mereka uji nyali malam ini.


Reon mulai membagi kelompok untuk membangun tenda. Tak seperti sebelumnya, kini mereka terlihat kompak bekerjasama tampan takut pada kotoran yang menempel di pakaian mereka. Walau beberapa dari mereka nampak mengomel karena lagi lagi mempermasalahkan siapa yang akan menjadi ketua di tim mereka.


Zion yang melihat itu hanya bisa menggeleng geleng kan kepala nya. Ia tak berniat sama sekali untuk ikut campur. Anggap saja sebagai hiburan...


Zion yang kala itu sudah selesai membangun tenda nya tersenyum. Kini ia berbaring di atas dahan pohon sambil memperhatikan teman teman sekelas nya dari atas.


Beberapa menit berlalu, akhir nya semua tenda berhasil di dirikan. Hari pun sudah mulai gelap, beberapa murid tampak mulai mengumpulkan kayu bakar untuk membuat api unggun. Sepertinya Zion tak perlu berbuat banyak kali ini.


'Akhirnya mereka mengerti juga. Rupa nya pengalaman membuat mental mereka lebih terlatih.' ujar Nero dalam pikiran Zion.


Pandangan pemuda ber iris mata merah ruby itu tak lepas dari para murid murid Hero Class yang saling membantu. 'Ya, benar. Mereka belajar banyak dari pengalaman.' Zion sedikit tersenyum.


Zion menggeleng kecil. 'Tentu tidak. Aku sengaja memilih bagian hutan ini karena banyak nya monster di daerah ini. Seperti kata pepatah, 'air yang tenang jangan di sanga tak ada buaya.' Walau tempat ini terlihat indah, tapi menyimpan hal yang mengerikan di dalam nya. Ini akan menjadi ujian tersendiri untuk mereka.'


'Baguslah. Aku menantikan itu. Mungkin... aku juga bisa sedikit membantu jika perlu. sepertinya akan menyenangkan.'


*****


'Cuit cuit cuit.. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Sekarang hanya tinggal menunggu waktu untuk kegiatan malam. Mungkin akan ada uji nyali lagi.'


Seekor burung bertengger di jendela kamar nya. Kemampuan nya untuk memahami bahasa binatang sungguh membantu. Pemuda itu tersenyum. Ia bangkit dari duduknya dan memandang ke luar jendela.


"Bagaimana jika kita buat ini lebih menyenangkan. Lepaskan beberapa orc dan kirimkan ke hutan tempat mereka berlatih. Itu akan menjadi hiburan tambahan untuk mereka." Ujar nya sambil sedikit menyeringai.


Burung kecil itu sedikit mengangguk dan mengepakkan sayapnya pergi. Sedangkan pemuda itu berjalan mendekati sebuah cermin dan menyentuh permukaan cermin itu, yang seketika berubah menampilkan kegiatan Zion dan para pangeran elemen.


"Pasti pertunjukan nya akan menyenangkan..."