
Langit yang mulai gelap dengan semburat jingga kemerahan menghiasi dan berpadu dengan hitam keunguan membuat suasana sore itu terkesan hangat dan menenangkan.
Di sebuah desa kecil di dekat hutan, Sosok pemuda ber rambut hitam dengan iris merah ruby keluar melalui sebuah portal sihir di dampingi seorang pria ber iris coklat yang terlihat begitu serius.
Terlihat beberapa orang sedang berkumpul dan raut wajah mereka terlihat serius. Namun, ada juga beberapa orang yang terlihat ketakutan atau khawatir.
Mereka menyadari kehadiran kedua orang itu dan sempat memberi hormat.
"Bagaimana situasi sekitar?" Tanya Rendrano pada orang di hadapannya.
"Warga sudah bersembunyi di tempat yang aman. Mereka pergi. Tapi, sudah jelas mereka akan kembali lagi. Ada iblis di antara mereka. Kami cukup kewalahan menghadapi nya." Ucap Ren, pria itu.
'Iblis? Semoga bukan anggota ras Inimicus.' batin Zion. Entah kenapa dirinya khawatir akan hal itu. Terakhir kali mereka hanya mengirim monster untuk menyerang. Itu saja jumlahnya sudah sangat banyak dan tergolong monster level atas. Bagaimana jika iblis? Jelas akan sangat merepotkan.
Namun, secara tiba tiba Zion merasakan hawa keberadaan beberapa makhluk di dekatnya.
Bukan, bukan hanya iblis atau monster. Ada juga manusia.
'Nero, coba kau deteksi sekitar. Ada makhluk apa saja yang mengawasi kita.' batin Zion.
'Baiklah.... Sudah dapat. Ada 113 monster level 4 sampai 6. Lalu 23 iblis level 4 sampai 7 dan 123 penyihir dengan energi sihir cenderung negatif. Sepertinya pikiran mereka dikendalikan oleh para iblis itu. Dan mereka ada di semua tempat. Dengan kata lain, kalian dikepung' Jelas Nero.
Mata Zion membulat. Apalagi kondisi beberapa orang disini yang bisa dibilang tidak terlalu prima. Ditambah ada beberapa yang terluka jelas akan merugikan.
Rendrano yang melihat raut wajah Zion yang entah mengapa menjadi gelisah, "ada apa Zion?"
Zion menoleh "kita dikepung. Iblis, monster dan penyihir yang sudah dikendalikan. Total ada 259, dan itu memiliki level dari level 4 sampai 7." Jelas Zion.
Raut wajah Rendrano berubah. Sebanyak itu dan mengepung mereka. Tapi kondisi sekitarnya masih kurang baik.
Seakan mengetahui apa yang pria itu pikirkan, "biar aku coba sembuhkan mereka"
"Baiklah. Lakukan dengan cepat."
Zion mengangguk dan menuliskan kata kata di buku skill nya. "[NonMagic:Heal]" Cahaya merah pudar terlihat di kertas yang Zion tulisi kata kata itu dan tulisan beransur ansur menghilang.
Selanjutnya, cahaya merah pudar juga mengelilingi tubuh orang orang di dekat nya dan luka di tubuh mereka mulai menutup, serta tenaga mereka mulai kembali.
Semua orang di sana terkejut dan menoleh pada sosok anak kecil di sisi Rendrano.
Mereka semua berpikir, apa anak itu yang melakukannya? Kemampuan yang hebat.
Namun...
ROAR!!
Terlihat beberapa monster level 4 muncul dari balik pohon dan bebatuan berniat menyerang ke arah mereka. Saat itu juga, semua orang langsung siaga. Mereka langsung bersiap untuk menyerang monster yang datang.
"Zion" Panggil Rendrano. Tatapannya serius namun tak memandang ke arahnya.
"Ya Lord?" Jawab Zion.
"Ada yang perlu kau tau. Disini, juga akan menjadi latihan untuk mu. Latihan sebagai pembunuh. Beberapa dari mereka memang manusia, " Memegang pundak pemuda di sampingnya. "Mereka yang terpengaruh oleh iblis, tak lagi pantas untuk hidup. Jika dibiarkan, justru akan berbahaya. Ada perbedaan bagaimana membunuh monster dan manusia. Disinilah kau harus mempelajari nya."
"Siap Lord." Ucap Zion.
Monster monster mulai menyerang dari berbagai arah. Benar yang dikatakan Zion tadi. Mereka sudah dikepung.
Setiap orang bersiap untuk mengalahkan para monster yang berdatangan. Tak lama, penyihir lain pun mulai terlihat dan ikut menyerang. Entah mengapa, hal ini justru membuat Zion kembali teringat pada kejadian di medan perang saat itu. Saat dia kehilangan kendali dirinya karena kehilangan Zuka.
Iris mata Zion mendadak berubah menjadi merah darah dan pupil berbentuk pupil iblis.
"Tak akan ku biarkan hal yang sama terulang lagi... " Gumamnya, namun masih bisa didengar Rendrano yang berada di samping nya.
Tapi yang lebih membuatnya terkejut adalah pupil matanya yang berbentuk seperti pupil iblis. Itu menambah poin pertanyaan pada anak itu. Tapi, ini bukan saatnya memikirkan itu. Nyawa penduduk desa jauh lebih penting untuk saat ini.
RROAAR!!!
Seekor monster tipe harimau tiba tiba muncul dari balik rumah warga menuju ke arah mereka. Rendrano pun langsung menggunakan sihirnya untuk menyerang.
'Sesekali, biarkan energi negatif menguasai dirimu.' suara Nero terdengar di kepalanya. Zion tidak mengabaikannya, tapi juga tidak terlalu memikirkan nya.
Yang terpenting sekarang adalah membunuh mereka.
"Pistol sihir" Sebuah pistol muncul di tangan Zion. Ia pun mulai menyerang monster monster di hadapannya.
Energi sihir berkumpul di ujung moncong pistolnya yang kemudian ia tembakkan pada monster di hadapannya.
Skill sihir lain pun tak luput digunakannya untuk membuat serangan. Percikan darah menghiasi tanah saat itu. Dua, tiga, empat monster berhasil dikalahkan nya dengan mudah.
Namun, serangan nya berhenti saat berhadapan dengan seekor monster dengan tubuh cukup besar.
Monster itu berbentuk seperti serigala berwarna abu abu dengan dua kepala dan mata berwarna merah darah hanya berada lima meter di hadapan nya. Jarak yang sangat dekat.
Namun, seakan tak terlihat sama sekali ketakutan di matanya, Zion langsung mengarahkan pistolnya pada monster itu. Lingkaran sihir terbentuk di ujung senjata nya. "[NonMagic:tembakan petir]" Bola sihir dengan energi listrik diluncurkan, namin berhasil dihindari oleh monster itu.
Sepertinya ini akan sedikit merepotkan.
Monster itu menyemburkan api dari mulutnya. "Shield" Namun, Zion berhasil membuat perisai yang menahan api itu.
Zion merobek selembar kertas di buku skill nya dan menempelkannya pada pistol miliknya. Seketika, tulisan di kertas itu bersinar redup. [Sihir es]. Senjata Zion pun seketika berubah warna menjadi hitam biru dengan corak seperti bunga salju di sampingnya.
Beruntung sebelum sampai di tempat itu, Zion sempat menulis beberapa skill sihirnya dalam buku itu. Ternyata memang cukup berguna untuk menyamarkan sirihnya.
"[NonMagic:tembakan es]!!" Serunya dan peluru peluru es tajam terbentuk menuju ke arah monster itu. Namun, berhasil dipatahkan dengan semburan apinya.
Jika begini harus dengan cara lain.
Namun, tanpa ia sadari, monster itu sudah meluncurkan serangan ke arahnya. Zion yang tak sempat menghindar pun terlempar beberapa meter akibat serangan itu.
Seakan belum puas dengan yang dilakukannya, monster itu langsung meluncurkan serangan berikutnya. Bola api terbentuk yang diarahkan langsung pada Zion.
Pemuda ber iris ruby itu langsung membuat perisai dari es untuk melindungi dirinya. Namun...
BOOM
Ledakan terjadi akibat benturan dari dua unsur elemen yang berbeda. Debu mengebul akibat serangan itu dan membuat monster itu kesulitan untuk melihat lawannya. Namun, saat debu debu itu mulai menghilang, sosok pemuda itu tak ada di tempat itu.
Kemana ia pergi? Sejak kapan?
Namun, secara tiba-tiba tali berwarna putih dari benang laba laba mengikat tubuhnya. Semakin lama ikatannya semakin kuat. Monster itu mencoba untuk memberontak, tapi justru ia yg terluka karena gesekan benang yang cukup tajam itu.
Seketika Zion muncul di belakangnya dengan sebuah benang terikat di jari telunjuknya. Ia mendekati monster itu. Namun, saat itu juga monster tersebut langsung menyemburkan api kemana mana.
Suhu meningkat drastis. Zion berdecih kesal dan menggunakan pistol nya untuk memadamkan api dengan es nya.
"Harus ku akhiri" Ucapnya dan mengeluarkan satu pistol lagi di tangan kiri nya.
Bola api diluncurkan ke arahnya, namun, dengan cepat Zion terus menghindar, menangkis dan terus sampai saat jaraknya sudah semakin dekat dengan monster itu..
"MATI KAU!!!" Zion menembakkan sihirnya yang langsung membekukan seluruh tubuh makhluk itu. Setelahnya ia menarik sebuah benang kecil yang masih terikat di jarinya. Es perlahan retak dan hancur bersamaan dengan tubuh monster itu yang juga ikut hancur berkeping keping.
Satu lagi monster berhasil di kalahkan.
TBC