
Latihan terus berlanjut, hari berikutnya mereka kembali berlatih untuk mengontrol aliran sihir. Semuanya tampak lancar awalnya.
Zion yang sedikit membantu dan memberi penjelasan yang memudahkan mereka untuk mengontrolnya. Ditambah beberapa skill yang juga ia ajarkan.
Namun, mereka tidak menyadari jika ada seseorang yang sedang mengawasi mereka secara diam diam dari balik dinding.
Sosok itu terlihat menatap benci pada mereka. Tidak, tepatnya pada satu orang. Zion.
Gadis ber rambut hitam pendek mengepalkan tangan nya melihat para pangeran elemen yang sedang berlatih bersama Zion.
Dirinya yang sudah lama satu kelas dengan mereka dan selalu mencari perhatian saja selalu di tolak dan tidak bisa terlalu dekat dengan mereka, sedangkan Zion yang dimatanya hanya 'orang asing' bisa dekat, bahkan akrab dengan mereka semudah itu. Cukup menyebalkan baginya. Terlebih lagi Zion adalah orang yang mengalahkan nya.
Ya, orang itu adalah Neily Cirva. Sebenarnya Neily masih belum bisa terima kekalahan nya. Dan disinilah mulai muncul api dendam di hati gadis itu.
Membalas dendam kekalahan nya dan karena Zion sudah mempermalukan nya di depan umum. Itulah yang dipikirkan gadis itu.
"Kau bisa bersenang senang sekarang Zion, tapi lihat saja. Aku akan membalas dendam atas apa yang sudah kau lakukan!" Ujar Neily dan berjalan pergi.
Ia mengeluarkan sebuah kuas kecil dari saku nya dan menuju ke suatu tempat.
Entah apa yang akan dilakukan gadis itu. Tapi yang jelas bukanlah hal yang baik.
Namun, ia tidak tahu jika Zion sudah menyadari kehadiran nya. Berterimakasih lah pada Nero yang memberitahu tekanan aura dari gadis itu dan juga apa yang akan dilakukan nya.
'Gadis itu gila. Dia benar benar dibakar api dendam.'
Batin Zion dan menghela nafas. Baru saja ia memulai tugasnya dan sekarang harus bersiap menghadapi hal yang merepotkan seperti itu?
"Menyebalkan."
"Apa yang menyebalkan Zii?" Tanya Thory tiba tiba membuat pemuda ber iris ruby itu terkejut.
"Bukan apa apa kok. Um, aku ada sedikit urusan. Kalian bisa lanjutkan sendiri kan?"
Hali menghentikan kegiatan nya. "Urusan apa?"
"Ada lah... Sebentar ya..." Ujar Zion dan langsung berlari pergi meninggalkan ke enam pemuda yang masih menatap bingung.
Tapi mereka tak terlalu mempedulikan itu dan melanjutkan latihan mereka.
Zion berlari menuju ruangan Rendrano dan membukanya. Dilihatnya Rendrano tidak ada di sana. Ia berjalan menuju satu sisi di ruangan itu yang terlihat sedikit gelap. Ia menekan sebuah tombol tersembunyi di balik lemari dan sebuah tangga rahasia menuju ruang bawah tanah pun terbuka.
Lampu menyala begitu Zion melangkahkan kakinya menuruni anak tangga. Ruangan yang terlihat seperti penjara bawah tanah itu cukup mengerikan.
Ditambah lagi cahaya yang cukup redup dan beberapa patung Griffin yang seolah menatap ke arah Zion memberi kesan horor pada tempat itu.
"Hey, tidak ada hantu kan di sini?" Tanya Zion yang entah mengapa merasakan angin dingin bertiup dari belakang nya.
'Jangan mengada ngada. Mana ada hantu. Jangan jadi anak penakut.' Ujar Nero.
Zion berdecak kesal "siapa juga yang takut. Hanya merinding! Lagian hantu nya pasti takut duluan lihat kamu"
'Karena ke kerenan ku?'
"Bukan. Karena kau lebih mengerikan dari para hantu itu sampai membuat mereka ketakutan dengan wajah buruk mu itu."
Nero emosi. 'Jangan asal bicara bocah!! Kau lebih buruk!'
Menyeringai. "Masa? Banyak tuh yang bilang aku imut."
'Jadi artinya kau juga setuju dipanggil emak emak?'
"Jangan sembarangan!!"
'Sudahlah diam! Lebih baik kau cepat sebelum gadis gila itu membuat lingkaran sihir pemanggil.'
"Baiklah.... "
Zion terus berjalan. Dalam benaknya ia berfikir, seberapa jauh tempat itu dan seberapa luas ruang bawah tanah ini?
Zion melipat tangan nya. Semakin masuk ke dalam, udara semakin dingin dan patung patung Griffin yang tadi terpajang di dinding kini digantikan patung berbagai jenis monster yang terlihat cukup mengerikan.
"Nero, kenapa banyak patung di sini?" Tanya Zion.
Nero menjelaskan. 'Itu bukan patung biasa. Patung itu memiliki energi sihir dan ditugaskan sebagai penjaga di sini. Dengan kata lain, roh dari makhluk itu masih ada di dalam patung itu dan bertugas menjaga tempat ini.'
Zion pun mempercepat jalan nya. Ia tidak ingin berlama lama di tempat itu. Sama saja tempat itu berhantu bukan? Karena walau mencoba menutupi, bagaimanapun itu tetap tak akan bisa menutupi fakta sepenuhnya jika Zion itu takut hantu.
'Di persimpangan itu belok kiri dan masuk ke dalam ruangan. Letakkan tanganmu di sana untuk membuka pintu nya.' ucap Nero.
Zion mengangguk mengerti. Ia berdiri di depan sebuah pintu yang cukup besar dengan ukiran simbol bulan sabit di tengahnya. Ini mengingatkan nya dengan ras Inimicus dan kedua saudara nya yang tertangkap. Bagaimana nasib mereka sekarang?
Zion meletakkan tangan nya pada pintu itu dan pintu itu pun terbuka.
Sementara itu, di hutan dekat akademi, seorang gadis berambut hitam pendek terlihat sedang melukis sebuah lingkaran sihir di tanah. Lingkaran sihir dengan pola rumit dan ukuran yang cukup besar itu terlukis rapi dan hampir sempurna.
Setelah menambahkan beberapa pola, lingkaran sihir itu pun selesai. Gadis itu, Neily Cirva tersenyum puas.
"Wahai raja naga penghuni kegelapan. Atas perintah ku datanglah dan turuti semua keinginanku!" Ujar Neily.
Aura hitam pun mengelilingi lingkaran sihir itu dan berkumpul membentuk kubah dan saat aura hitam itu menghilang, seekor naga setinggi dua belas meter muncul di tengah lingkaran sihir itu.
Naga berwarna hitam pekat dengan sayap lebar berwarna hitam dan duri panjang di ujungnya. Selaput berwarna kebiruan pada sayap nya dan sepasang tanduk hitam di kepalanya. Di ekornya, ada duri duri beracun yang mengeluarkan aura hitam.
Seekor naga kegelapan, Black Mist Dragon muncul di hadapan gadis itu.
RRRROOOOAAAAARRRR!!!!!!!!!
Naga itu mengaum memekakan telinga orang yang mendengar nya.
"Hey Black Mist Dragon! Lihat ke sini! Akulah tuan mu! Kau harus tunduk dibawah perintah ku!" Seru Neily.
Naga itu mendekatkan moncongnya pada gadis itu. Menyemburkan nafas sedingin es membuat gadis itu menggigil. Entah mengapa badan nya bergetar ketakutan di hadapan naga itu. Tapi ia tak boleh terlihat takut jika ingin menjadi tuan naga itu.
Setidaknya itu yang Neily pikirkan. Ia melupakan satu hal penting. Bahwa Black mist dragon bukanlah naga kegelapan biasa yang akan tunduk pada manusia.
Sesungguhnya, Black mist dragon adalah naga yang terhormat dan cinta damai. Ia tak akan menyerang kecuali menganggap seseorang itu musuh. Dan lagi, Black mist dragon sangat membenci orang yang sombong dan egois seperti itu.
Dan itulah yang Neily tidak ketahui.
"Untuk apa aku menuruti perintah mu? Kau tak lebih dari seorang anak sombong dan tidak tahu diri. Kau tak layak menjadi tuanku. " Ujar naga itu dan berencana pergi.
"Keterlaluan! Aku yang sudah memanggilmu! Kau harus tunduk padaku!!!" Ujar Neily kesal.
ROOAAAARR!!!!!!
"Aku tak akan tunduk pada siapapun! Pergilah sebelum aku memakan mu!"
Black mist dragon pun mengepakkan sayapnya dan perencana pergi. Namun...
Syut
DUAR!!
ROAAARR!!!
Neily meluncurkan serangan dan tepat mengenai sayap Black mist dragon dan membuat naga kegelapan itu marah.
Naga itu menatap tajam pada Neily yang gemetar. Ia sudah salah langkah. Niatnya yang ingin menggunakan Black mist dragon untuk membunuh Zion kini berbalik pada dirinya sendiri.
Neily terduduk lemas. Badannya gemetar ketakutan dan kakinya seakan tak bisa bergerak. Ia menyesal sudah menyerang naga itu.
"Ini akibatnya jika kau berani berurusan denganku manusia!!"
Lingkaran sihir terbentuk di kedua sayap Black mist dragon yang siap meluncurkan serangan.
[Kabut kegelapan] adalah sihir level 7 yang dapat membunuh dan menyerap energi kehidupan siapapun yang terkena kabutnya. Orang itu akan langsung mati begitu terkena. Jika selamat pun, kemungkinan bertahan hidup nya hanya sekitar 10%
Neily memejamkan matanya tak bisa apa apa saat mengetahui kematiannya. Namun...
"[Shield]!!!"
Perisai berwarna merah pudar muncul di hadapannya bersamaan dengan seorang pemuda ber iris ruby yang mengaktifkan nya.
"Cepat lari dari sini!!" Ujar pemuda itu. Neily pun langsung lari meninggalkan pemuda itu.
TBC