
"Zion"
Terdengar suara seseorang manggilnya tapi suara itu tak terlalu jelas.
"Zion!"
Suara itu kembali terdengar. Kini bersamaan dengan rasa sakit yang ia rasakan di sekujur tubuhnya.
Zion membuka matanya. Perlahan, cahaya memasuki penglihatan nya. Ia mengerjap kan matanya menyesuaikan cahaya yang memasuki penglihatan nya.
Hal pertama yang dilihat nya adalah pemuda ber iris blue sky yang menatapnya khawatir. Tapi Zion langsung memalingkan wajahnya yang memerah karena wajahnya terlalu dekat dengan pemuda itu.
Kei, pemuda itu mengernyitkan dahi. Ia menepuk pipi Zion pelan.
"Zion kau baik baik saja? Ada yang sakit?" Tanya nya khawatir.
Zion menggeleng kecil dan menutupi wajahnya. Melihat itu, Kei malah gemas sendiri. Tapi bukan waktunya untuk itu sekarang. Ia itu terlihat membuka sebuah botol kecil berisi air. Itu seperti air suci sihir penyembuh yang selalu Zion bawa.
Kei menyodorkan botol itu pada Zion. "Minum ini. Ini bisa memulihkan kondisi mu." Ucapnya.
Zion pun meminum air itu. Setetes dua tetes air mengalir dari sudut bibir nya. Perlahan ia merasakan luka di tubuhnya mulai menutup. Tapi itu masih belum cukup untuk menyembuhkan tulangnya yang retak akibat benturan dan serangan Black Mist Dragon.
Zion kembali menggunakan sihirnya. Ia menyerap sihir milik Kei untuk memulihkan kondisi nya. "[NonMagic:heal]"
Cahaya merah pudar mengelilingi tubuhnya dan menyembuhkan tubuh nya secara perlahan.
"Apa kau sudah merasa lebih baik sekarang?" Tanya Kei. Ia tidak menyadari saat aliran sihir nya diserap oleh Zion. Lagipula hanya sedikit dan itu tak menimbulkan dampak apapun pada Kei.
Zion mengangguk. Perlahan Kei membantu Zion duduk lebih nyaman dan bersandar pada nya.
Kini mereka sedang berada di atas atap akademi. Ketika Zion terjatuh, di saat saat sebelum tubuhnya menyentuh tanah, Kei menangkap tubuh Zion dan membawanya terbang pergi dengan kekuatan nya menuju atap akademi. Setidaknya berada di tempat yang lebih aman.
Dari kejauhan, terlihat jelas pertarungan para prajurit dari Kerajaan dan black mist dragon. Mata Zion menatap tajam pada pertarungan itu.
Walau jumlah para prajurit itu lebih banyak, tapi menenangkan black mist dragon yang mengamuk seperti itu jelas bukanlah hal yang mudah. Sudah banyak korban akibat serangan balik dari naga itu.
Kei memandang ke arah Zion. Melihat tatapan nya saja, Kei sudah bisa memahami apa yang dipikirkan pemuda mungil itu.
"Jangan lakukan. Kondisi mu masih belum sepenuhnya pulih." Ucap Kei khawatir.
Zion menunduk. "Maaf... " Ucapnya pelan. 'Tapi aku tak bisa membiarkan lebih banyak korban.' lanjutnya dalam batin.
RRROOOOAAAARRRRRRRR!!!!!!!!!!!!
Mereka mengalihkan pandangan pada Black mist dragon. Terlihat seorang pengendali monster yang mencoba menenangkan naga itu. Namun sayangnya, ia terjatuh karena Black mist dragon terus memberontak.
"Bahaya! Orang itu-"
Ucapan Kei terpotong saat Zion tiba tiba menghilang dan muncul di hadapan black mist dragon menolong orang itu.
"ZION!!!!!! WOY!!! APA KAU MAU DI MAKAN NAGA ITU?!! " Teriak Kei tapi sayangnya di abaikan oleh pemuda beriris ruby itu.
"Rupanya kau masih hidup bocah." Ucap Black mist dragon saat melihat Zion.
Kei yang awalnya mau membantu mengurungkan niatnya. Ia merasakan sihirnya mengalir memasuki tubuh Zion. Senyuman kecil terbentuk di bibirnya. Sepertinya Kei mengerti apa yang di pikiran anak itu. Lebih baik dirinya membantu mengamankan prajurit yang terluka agar tidak mengganggu Zion.
"Lawan mu adalah aku Black mist dragon." Ujar Zion. Iris matanya berubah menjadi merah darah dan bentuk pupil mata nya pun ikut berubah. Ia menatap marah pada seekor naga di hadapan nya.
'Untuk kali ini biar aku yang mengendalikan. Aku akan selesaikan ini dengan cepat.' ujar Nero. Zion hanya menurut. Lagipula ia ingin sedikit beristirahat. Biarkan Nero yang mengendalikan kesadaran nya kali ini.
Dengan cepat Black mist dragon menginjakkan kaki nya ke arah Zion. Pemuda itu pun langsung menghindar.
"[NonMagic:sulur pengikat]!!" Sulur sulur tumbuhan bermunculan mengikat tubuh naga itu. Black mist dragon mencoba untuk memberontak. Namun sulur tumbuhan itu jauh lebih kuat dari sebelumnya.
RRRROOOOAAAARRR!!!!
Suara keras nan menggema menarik perhatian semua orang. Mereka terkejut saat melihat seorang anak kecil melawan naga itu seorang diri. Beberapa orang pasukan berniat membantu tapi dicegah oleh Kei.
"Lebih baik bantu rawat pasukan yang terluka. Cukup berbahaya jika kalian ikut campur." Ujar Kei. Mereka pun akhirnya mengangguk.
Kembali pada Zion dan Black mist dragon yang mulai memberontak dan mematahkan beberapa sulur yang mengikatnya. Mulutnya terbuka dan api hitam kembali di semburkan.
Dengan cepat Zion mengaktifkan pelindung nya. Di saat yang sama, black mist dragon menggunakan api nya untuk membakar dan melepaskan dirinya dari sulur sulur itu.
Lingkaran sihir terbentuk tanda naga itu akan kembali menggunakan sihirnya. Dan benar saja, cincin hitam bermunculan dan meluncur ke arah Zion. Cincin yang sama dengan yang digunakan naga itu untuk menangkap dan menyerap sihir Zion tadi.
Zion langsung menghindarinya dan di saat yang sama melemparkan bola api pada naga itu. Sampai saat black mist dragon menggunakan duri duri nya untuk menyerang Zion, ledakan besar terjadi.
melihat lawan nya tak sempat menghindar, black mist dragon tertawa. "Hahahahaha!!!! Rasakan itu bocah!! Itulah akibatnya karena melawan ku!!"
Namun naga itu terlalu cepat mengumumkan kemenangan. Angin berhembus di bawah kaki black mist dragon dan bercampur dengan debu yang mengaburkan pandangan nya. Pusaran angin semakin kuat namun terkesan stabil.
Kei memandang ke arah kubah kecoklatan dari pusaran angin berdebu yang dibuat Zion. Cahaya biru pudar samar samar terlihat keluar dari tubuhnya. Senyuman kecil lagi lagi terbentuk.
"Dia benar benar membuat kejutan."
Sementara pusaran angin semakin kuat membuat Black mist dragon kesulitan mencari keberadaan pemuda ber iris merah darah itu. Kemampuan Zion meningkat pesat saat itu membuat sang naga kesulitan.
Zion mengumpulkan angin di bawahnya dan memukul naga itu ke atas.
Black mist dragon langsung membentangkan sayapnya dan terbang menghindari serangan Zion.
Jarak antaranya dan naga itu cukup jauh. Zion tidak menyukai situasi seperti ini. Tapi itu berlaku sebaliknya untuk sang naga. Black mist dragon menyemburkan api pada Zion. Pemuda itu terus mencoba untuk menghindari nya.
"Jika seperti ini akan semakin lama.." Keluh Zion sambil menyeka keringat yang mengalir di pipi nya.
"[NonMagic:sayap angin]!!!"
Angin berkumpul di sekitarnya membentuk sayap di punggung Zion.
Pemadatan sihir seperti yang dulu Yanata lakukan. Zion langsung melesat ke arah Black mist dragon. Tangan nya diselimuti angin puyuh kecil yang terlihat seperti bor.
"Rasakan ini!!!!"
Sayangnya naga kegelapan itu berhasil menghindar. Walau terlihat goresan kecil terbentuk di tubuh naga itu.
"Beraninya kau!!!!" Black Mist dragon marah dan langsung menyerang Zion dengan cakar dan ekornya. Pemuda ber iris merah itu mencoba menghindar. Namun sayang nya, ia terkena cakaran naga itu.
Luka yang cukup panjang dan dalam dari bahu kiri hingga perutnya membuat Zion mengeluh kesakitan.
Black mist dragon tertawa melihat hal itu. Namun, tawanya mendadak terhenti saat merasakan tekanan yang kuat dari pemuda di hadapan nya.
Darah mengalir keluar dari tubuhnya dan bergerak membentuk bola bola kecil yang kemudian berubah bentuk seperti peluru.
Black mist dragon terkejut. "Tidak mungkin! Ini pertama kalinya aku melihat ada seorang penyihir yang dapat mengendalikan darah."
Kekehan kecil terdengar. "Apa kau yakin aku mengendalikan darah? Aku hanya mengontrol angin untuk membentuk dan mengendalikan darah itu."
Entah kenapa angin dingin terasa begitu menusuk kulit keras Black mist dragon. Sosok di hadapannya benar benar berbeda dengan yang di hadapinya tadi.
Zion mengarahkan tangan nya ke depan memerintahkan darah darah itu untuk meluncur ke arah black mist dragon.
Naga itu mencoba menghindar, namun angin berhembus di sekitarnya menahan sayap nya membuat naga itu kehilangan keseimbangan untuk terbang dan peluru peluru darah itu mengenainya dengan telak.
Tak ada luka serius pada naga itu. Namun beberapa peluru yang mengenai kepalanya membuat naga itu tak sadarkan diri.
Dentuman keras terdengar saat tubuh besar naga hitam itu membentur tanah. Hal itu juga mengejutkan semua orang yang melihatnya.
Sementara Zion justru terlihat kelelahan. Nafas nya tak beraturan dan iris mata nya perlahan kembali seperti semula.
"Akh!" Zion memegang dada nya yang mendadak terasa sakit dan saat itu juga dirinya terjatuh. Sayap yang terpasang di punggung nya seketika menghilang bersamaan dengan dirinya yang kembali tidak sadarkan diri.
Kei yang melihat itu dengan cepat terbang menggunakan angin nya dan menyelamatkan Zion. Pemuda itu langsung membawa Zion ke salah satu tenda darurat.
TBC