
"[Sihir tumbuhan: ikatan akar tumbuhan]!" Akar akar tumbuhan bermunculan dari bawah kaki Thory dan langsung meluncur ke arah bola bola api itu dan menjerat nya. Namun,
Wushh!!
"Huwaa!! Sukur nya kebakar!!!" Teriak Thory sambil mengibas kibaskan sulur milik nya.
Ice yang melihat itu menepuk dahi nya. "Api dikasih tumbuhan ya malah jadi makin besar karena dapat bahan bakar lah... Apa kau lupa kombo yang kau lakukan bersama Kei dan Leo?"
Thory hanya menggaruk belakang kepala nya yang tak gatal sambil nyengir kek kuda. "Hehehe maaf lupa."
"[Sihir es:dinding es]!"
Es es tajam bermunculan membuat dinding yang melindungi mereka. Namun, tak butuh waktu lama untuk bola bola api itu mencairkan es itu kembali menjadi air.
"Menyebalkan." Umpat Ice dan kembali menggunakan sihir nya. Kali ini ia fokuskan lingkaran sihir nya pada portal di belakang bola bola api itu. Setidaknya ia harus menghancurkan nya dulu untuk mencegah makin banyak nya bola api yang muncul.
"Thory! Bantu aku atasi bola bola api itu dulu!" Seru Ice. Thory langsung mengangguk.
"Baik! Saatnya main sama tumbuhan!!" Thory kembali menggunakan sihirnya. Akar akar berduri bermunculan di mana mana, mencoba mengikat, menebas, membelah semua bola bola api itu. Ada yang berhasil, tapi banyak juga yang gagal dan berakhir dengan sulur tumbuhan nya yang terbakar habis.
Thory menghentikan serangan nya. Tak ada gunanya terus menyerang seperti ini. Walau berhasil pun, hanya sedikit yang bisa ia hancurkan. Sementara, jumlah bola api itu sangat banyak mengelilingi mereka. Keringat mengalir dari pelipisnya karena suhu di sekitar mereka yang semakin meningkat.
Jujur saja Thory tak terlalu suka api. Alasannya, karena api dan tumbuhan tak selalu bisa bersatu. Kebakaran hutan, hancurnya alam dan tumbuhan yang indah membuatnya cukup emosi
Namun di sisi lain, itu juga menjadi kelemahan terbesar nya karena tak bisa melakukan banyak hal.
Thory memandang ke arah Ice. Keringat sudah membanjiri tubuh pemuda bermanik aquamarine itu. Ia tau Ice sangat benci dengan suhu panas. Jelas saja, karena elemen es sangat berlawanan dengan elemen api. Kadang ia heran, bagaimana bisa Ice dan Leo menjadi saudara kandung padahal elemen mereka bertolak belakang?
Tapi bukan saatnya ia memikirkan itu sekarang. Ia harus memberi jalan bagi Ice untuk menghancurkan portal itu, maka bola api itu akan berhenti berdatangan dsn yang mereka lakukan setelah hanya menghabisi yang tersisa di sini.
"THORY AWAS!"
Sring!
Secara tiba tiba dinding es muncul di belakang nya, membentuk perisai yang melindungi dirinya dari bola api yang secara tiba tiba meluncur ke arahnya.
"Terimakasih kak Ice. Biar aku yang hadapi mereka!" Ujar Thory. Ice yang melihat kobaran semangat dalam mata zamrud itu mengangguk setuju.
"Baiklah!" Ice kembali menyiapkan sihir nya. Lingkaran lingkaran sihir bermunculan di bawah portal itu yang akan ia gunakan untuk menghancurkan nya.
Sedangkan Thory sendiri mulai mengaktifkan sihirnya. Tak ada gunanya takut atau terpancing emosi sekarang.
Thory mengulirkan tangan nya ke depan, bersamaan dengan muncul nya lingkaran sihir berwarna hijau. "Wahai pengendali elemen alam dan tumbuhan. Berikanlah kekuatan alam mu untuk menghancurkan musuh di hadapan ku!" Cahaya dalam lingkaran sihir nya makin terang tanda sihir yang di gunakan nya semakin banyak.
Tumbuhan bergoyang seakan merespon permohonan Thory, membuat aliran sihir masuk ke dalam dirinya. "[Sihir tumbuhan:tusukan akar berduri]!!" Akar akar berduri dengan jumlah yang sangat banyak bermunculan menghancurkan setiap bola api yang ada. Akar itu pun lebih kuat dari sebelumnya dan tak mudah terbakar.
Di sisi lain Ice sudah siap dengan sihir nya dan langsung menghancurkan portal nya. "[Sihir es:pembekuan]" Lingkaran sihir itu bersinar dan es muncul menghancurkan setiap portal yang terbentuk. "Hancurkan!"
Prang!!!
Portal portal itu hancur seketika dengan sihir nya.
Tanpa membuang waktu, Ice pun ikut membantu Thory menyerang bola api yang tersisa. Ice tajam muncul dimana mana berpadu dengan serangan Thory.
Sampai akhirnya,
Duar!!
Semua bola api berhasil di kalahkan.
Ice langsung menjatuhkan dirinya sembari bersandar di batang pohon. Thory yang melihat itu langsung menghampiri nya. "Ice! Kau baik baik saja?" Tanya Thory panik.
"Aku baik baik saja hanya sedikit kelelahan dan kepanasan saja." Ujarnya membuat Thory menarik nafas lega.
"Baguslah... Kukira kau mau pingsan tadi."
"Tidak lah, aku tidak selemah itu tau."
Ice memandang sekitar nya. Semua bola api sudah hancur. Mereka berhasil. Ice bisa menarik nafas lega sekarang. Jujur saja, ia cukup kepanasan tadi.