Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
68. Percaya



"KAK HALI NGGAK ADA!!!!"


Seketika semuanya terbangun mendengar suara teriakan yang menyakitkan telinga mereka. Pagi pagi sudah hampir jantungan dikagetin suara sekeras itu apa wajar?


Namun, tunggu, Hali tidak ada? Mendengar itu, para pangeran elemen pun berkumpul.


"Woy! Pagi pagi dah teriak kek toa gitu ada apa sih? Kak Hali nggak ada? Gak ada gimana?" Tanya Sein sambil berjalan mendekati pemuda ber manik blue sky yg berteriak keras itu.


"Kak Hali tidak ada di tenda! Aku sudah tanya Ice dan cari kemana mana gak ketemu lubang persembunyian nya."


Semua yang mendengar itu justru terdiam. Lubang? Memangnya dia tikus apa?


"Kau yakin sudah mencari nya dengan benar? Siapa tau ngumpet di pojokan atau di dalam tas." Ucap Leo.


Serius deh, nih mereka kira Hali itu apa sih?


"Atau coba kasih ikan asin aja kak.. Siapa tau nanti datang." Tambah Sein yang malah ikut ikutan.


"Memangnya ada yang jual ikan asin di hutan gini ya?" Tanya Thory yang malah bingung.


"Kak Zion juga gak ada!!!" Seru Yanata tiba tiba menarik perhatian para pemuda itu.


"Apa?! Gak ada?! Kau jangan bercanda Yana! Apa kau sudah mencari ke sekeliling? Siapa tau jalan jalan." Tanya Kei.


Yanata dan Yiva menggeleng. " Kami sudah mencarinya kemana mana tapi enggak ada.. Jaketnya saja gak ada. Aku khawatir..." Ucap Yanata.


"Tunggu tunggu!! Mereka berdua tidak ada, di dalam hutan, jangan jangan terjadi sesuatu! Atau jangan jangan di culik!? Atau jangan jangan..."


"Wush! Jangan mikir aneh aneh... Di waktu gini kita harus berfikir positif!!" Ujar Kai.


"Baiklah, kita coba cari sekali lagi. Aku juga mau kasih tau kak Alex buat bantu." Ujar Yanata, mereka pun setuju dan mulai mencari.


****


"Hali awas di belakang mu!" Seru Zion. Seketika Hali langsung berbalik dan menebaskan pedang pada monster di belakang nya.


Dengan cepat Zion langsung membuka buku nya dan core dari makhluk itu langsung terhisap ke dalam buku sihir nya.


Zion menyeka keringat yang mengalir di dagu nya. Sudah berjam jam sejak mereka tertarik masuk ke dalam portal. Kini mereka sedang berada di dalam jurang yang entah berapa dalam.


Suhu dingin menusuk kulit cukup membuat nya terganggu. Ditambah pencahayaan yang minim membuat mereka harus jeli dalam melihat, atau jika tidak mereka akan jadi makanan monster di sini.


"Hali, kita istirahat dulu." Ucap Zion. Hali pun mengangguk sebagai balasan. Mereka pun berjalan menuju sebuah gua kecil dan duduk di sana.


Ia tau bahwa pemuda pengendali petir itu sudah kelelahan, tapi pemuda itu sengaja menutupi nya.


Zion dapat mengubah sihir nya menjadi tenaga, jadi ia bisa bertahan lebih lama. Tapi tidak untuk Hali. Lagipula tidak seharusnya pemuda itu ikut terjebak dalam situasi ini. Ditambah keberadaan nya membuat Zion harus berhati hati dalam menggunakan sihir agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Namun ia juga tidak bisa menyangkal jika keberadaan pemuda itu cukup membantu nya. Ia tidak menyangka kemampuan bertarung Hali cukup tinggi juga.


"Kau cukup kelelahan ya. Maaf ya, karena aku kau juga ikut terjebak." Ucap Zion. Jujur, ia benar-benar menyesal.


"Tidak, lagipula aku harus melindungi mu bukan?" Hali menjeda ucapan nya. Ia memandang pemuda yang bersandar di samping nya itu. "Dan mana mungkin aku membiarkan mu sendiri."


Zion tersenyum mendengar itu. Setidaknya ada yang menemani nya.


Zion mendekatkan tubuhnya pada Hali dan diam diam menyalurkan sihir nya. Setidaknya itu bisa membantu pemulihan tenaga Hali agar lebih cepat.


'Tidak bisa. Kau berada di sarang peliharaan Avren. Tempat ketua Inimicus itu menaruh semua monster liar milik nya. Untuk seberapa dalam aku sendiri tidak tahu. Ada penghalang sihir di atas membuatku sulit untuk mendeteksi.' jawab Nero.


Zion menghela nafas. 'Baiklah terimakasih.'


Jika di lihat lagi ini memang jurang yang cukup dalam. Bahkan bibir jurang saja tidak terlihat. Cahaya matahari saja tidak sampai ke tempat nya. Zion berfikir keras bagaimana cara keluar dari tempat ini?


"Zion?" Panggil Hali tiba tiba membuatnya tersadar dari lamunan nya.


"Ah iya?" Tanya Zion.


"Boleh aku bertanya? Tentang Zuka.. Jika tidak salah ingat, kau juga menyebut nama itu saat setelah melawan Lady Spider bukan? Sebenarnya dia siapa?" Tanya Hali. Zion justru terdiam mendengar pertanyaan itu.


"Ah, jika kau tidak mau menjawab nya tidak apa kok!" Lanjut Hali. Ia takut pertanyaan nya membuat Zion tidak nyaman.


Zion menggeleng. "Tidak apa. Zuka itu.. Sudah ku anggap seperti keluargaku sendiri. Ya... Kira kira begitu. Orang pertama yang juga ku percaya. Dan ku anggap sebagai keluarga ku." Jawab Zion.


"Keluarga? Boleh aku tau lebih banyak?" Tanya Hali lagi.


Zion terdiam. Apa harus ia mengatakan nya? Tapi jika Zuka saja mempercayai nya sepertinya tidak masalah bukan?


"Cukup sampai apa yang pak Rendrano tau saja ya?"


Mendengar itu Hali mengangguk.


"Jujur saja aku tidak punya tempat tinggal di dunia ini. Pertama kali aku bertemu dengan nya saat di gua. Sejak itu kami bersama. Tapi saat mau ke kerajaan nya, kerajaan Zuka hancur di kuasai Ras Inimicus. Kami ditangkap bersama satu lagi teman kami saat itu. Tapi untungnya aku berhasil kabur." Zion menjeda sedikit ucapan nya.


"Aku bertemu pak Rendrano saat perang. Dia yang membawaku ke rumah nya dan merawat ku. Walau lebih tepatnya melatih sih... Tapi mereka sudah seperti keluarga bagiku." Jelas Zion panjang lebar.


Hali mengangguk mendengar itu. Sungguh, ia tidak menduga jika Zion telah melalui hal seperti itu. Walau tidak terlalu rinci, Hali sudah cukup memahami nya.


Banyak hal yang telah Zion alami dan sisi lain yang masih belum ia pahami. Kurasa itu masuk akal kenapa Zuka meminta nya untuk melindungi Zion.


Juga alasan kenapa Zion sangat menyayangi Zuka. Ia jadi penasaran bagaimana jika mereka sudah bertemuagi nanti.


ROARR!!!!


Namun sayangnya para monster itu tidak bisa membiarkan nya tenang walau sebentar saja. Zion menghala nafas kesal.


"Anggap saja panggilan untuk kita kembali beraksi." Ujar Zion sambil berdiri dan mengulurkan tangan nya pada Hali.


"Baiklah, kali ini akan ku habisi merek semua!" Ucap Hali sambil menggapai tangan Zion.


Sementara itu, karena Zion dan Hali tidak juga di temukan, Yanata dan Yiva akhirnya memutuskan untuk kembali ke Star Magic Academy.


"Loh? Bukannya masih beberapa hari lagi? Kenapa pulang sekarang?" Tanya Ocho yang kebetulan sedang ada di depan gerbang.


"Niatnya gitu, tapi karena kak Zion dan kak Hali hilang, jadi kami pulang saja." Jawab Yanata.


"ZION HILANG?!" Seru Ocho terkejut sampai berteriak membuat Yanata dan Yiva menutup telinga mereka.


"Iya. Gak usah teriak juga kali... Kasihan telingaku kak" Keluh Yanata.


"Oke baiklah kita harus beritau pak Rendrano dulu sekarang." Ucap Ocho. Lainnya pun setuju.


TBC