
"Kenapa kau menyerang makhluk imut seperti dia?? Dimana rasa kemanusiaan mu Alex! Kasihan tau!"
"Haa??? Kenapa malah nyalahin sih? Jangan lupa, dia makhluk yang sama! Walau jadi kecil, bukan berarti dia tidak berbahaya!" Ujar Alex. Ketahui lah, walau kecil atau besar, menggemaskan atau tidak, Alex tetap membenci monster!
"Tapi kan kasihan tau! Dia cuma makhluk kecil imut, manis dan menggemaskan yang terluka karena manusia seperti mu!!"
"Bodoamat! Emang aku peduli! Dan aku bukan manusia, tapi Vampir! Ingat itu!" Tegas Alex mengingatkan. Ya, Zion lupa saat itu jika teman nya itu Vampir. Lagipula, hanya karena perubahan fisik, bukan berarti juga merubah kepribadian makhluk itu bukan?
"Intinya kasihan Alex!!" Bantah Zion tak mau kalah sambil menggembungkan pipi nya.
Alex berdecak kesal. Di saat seperti ini kenapa teman nya itu justru bersikap kekanak-kanakan sih?
Tapi, di antara pertengkaran mereka, kala itu mereka benar benar melupakan sosok makhluk kecil yang diam menonton dari atas dahan pohon dengan tatapan kesal.
"Ck! Bodoh." Ucap Demonic Wolfram pelan sambil berdecak kesal. Mata nya menatap tajam pada dua pemuda yang sedang bertengkar di bawah nya. Ekor nya terangkat dan sedikit ia goyangkan. Asap asap hitam mulai berkumpul di sekitar nya, memadat kemudian membentuk peluru peluru yang melayang di sekitar nya.
Sepertinya dua pemuda itu memang tidak menyadari jika Demonic Wolfram akan menyerang. Kesempatan bagus saat ia di abaikan untuk menyerang mereka berdua.
Peluru peluru itu di arahkan tepat pada kedua pemuda itu. Lalu bersamaan dengan ekor nya yang ia kibaskan ke depan, peluru peluru itu langsung melesat ke arah mereka.
'Hati hati! Serigala itu mulai menyerang!!'
Zion terkejut mendengar peringatan Nero. Dengan segera ia menoleh ke samping. Namun kecepatan peluru itu sepertinya melebihi sihir nya. Jika ia ciptakan pelindung sekarang pun hasilnya tidak akan sempurna. Zion menutup mata nya erat erat, namun,
"[Sihir kegelapan: jaring kegelapan]!!! "
Wush!!
Jaring jaring kegelapan bermunculan di hadapan Alex dan Zion, melindungi mereka dari peluru peluru itu.
Peluru peluru yang tadinya menabrak jaring itu, kini justru menyatu dengan jaring itu seakan sihir nya terserap begitu saja. Zion dan Alex yang melihat itu membulatkan mata. Sebenarnya ini tak terlalu aneh bagi Zion, karena jika sihir dengan tipe yang sama bisa saja saling menyerap.
Zion mengalihkan pandangan nya pada pemuda ber rambut hitam kebiruan yang berdiri tak jauh dari nya sambil mengulurkan tangan nya ke depan. Di hadapan nya, ada sebuah lingkaran sihir berwarna ungu terang yang bersinar redup yang kemudian menghilang.
Apa pemuda itu mengikuti nya tadi? Mengingat setelah mendengar suara lolongan itu, Zion langsung berlari meninggalkan pemuda itu di belakang.
"Apa yang kau lakukan di sini? Tempat ini berbahaya!" Ujar Zion. Tentu ia tak bisa membiarkan murid lain terluka karena masalah ini.
"Kalian terus bertengkar dan monster itu sudah siap menyerang. Jadi aku tak ada pilihan lain selain membuat pelindung. Lagian, memangnya kalian mau di serang oleh nya?" Tanya Erano. Ya, tentu saja mereka tidak mau.
Zion menghela nafas karena kecerobohan nya. Memang benar ia terlalu menganggap remeh monster itu hanya karena penampilan nya yang jauh berbeda dengan monster sebelumnya yang ia lawan, tapi bukan berarti kemampuan nya juga menurun.
Errrrrr!!
Tapi seketika pandangan mereka kembali terarah pada sosok makhluk berbulu di atas pohon. Demonic Wolfram menggeram kesal sambil menunjukkan gigi gigi tajam di mulut nya.
Erano yang melihat itu mendengus kesal. "Kenapa kau melakukan ini?" Tanya Erano pada makhluk itu.
Zion dan Alex mengerenyitkan dahi. Dalam pikiran mereka terbesit pertanyaan, memangnya monster itu bisa bicara?
Krik krik... krik krik...
seekor jangkrik numpang lewat...
Alex dan Zion sama sama terdiam. "MONSTER ITU BISA BICARAAAA?????" Tanya mereka sambil berseru.
"Tentu lah. Demonic Wolfram itu kan tipe monster tingkat atas yang memiliki kemampuan berbicara. Apa kalian tidak tahu tentang itu?" Jelas Erano.
Zion dan Alex saling berpandangan. Di saat ini mereka merasa seperti orang bodoh yang ketinggalan info. "Tidak." Jawab mereka singkat hampir bersamaan.
Demonic Wolfram menepuk dahi nya. "Hmph. Manusia memang bodoh."
Alex yang mendengar itu langsung emosi. "Apa kau bilang?!! "
"Bukan hanya bodoh rupanya. Tapi juga tuli. Bukannya aku mengatakan nya dengan jelas tadi."
"Bukan itu yang ku maksud dasar bola bulu!"
Zion yang melihat pertengkaran itu hanya terdiam. Ia jadi mengingat pertengkaran nya dengan naga itu dulu. Apa makhluk beda ras emang sering bertengkar di pertemuan pertama?
"Baiklah kalian berdua hentikan!" Larai Zion.
"Kau cebol tidak perlu ikut campur!!"
"C-Cebol??" Perempatan imajiner langsung muncul di pelipis Zion. Ketahui lah, ia paling benci dengan kata itu!!
Pandangan Zion mengelam, wajah nya sedikit tertutupi rambut poni nya, tangan nya mengepal kuat menahan emosi. Erano yang menyadari itu sedikit mengambil jarak, tidak ingin ikut terkena imbas dari kemarahan Zion.
PLAK!! PLAK!! DUK!! BRAK!!
"ADUH!!!!" Keluhan kedua makhluk berbeda ras itu dengan kepala benjol karena di pukul Zion.
Salah mereka sendiri karena mengatakan dirinya cebol. Sedangkan Erano hanya menatap ngeri tanpa berniat membantu atau mengatakan apapun. Jelas lah... Mana mau dirinya ikut kena serangan Zion?
"Jadi, ada yang mau bicara lagi?" Tanya Zion dengan nada suara yang lembut. Namun berbanding terbalik dengan tatapan mata nya yang menyorot tajam.
Keduanya langsung menggeleng cepat. Tentu mereka tidak ingin terkena masalah lagi. Seimut apapun Zion, saat sedang marah seperti itu bahkan jauh lebih mengerikan dan kejam dari monster atau iblis apapun di dunia ini.
Pandangan Zion beralih pada sang monster yang menundukkan kepala nya. Telinga nya turun ke bawah dan bulu bulu nya sedikit berdiri, menandakan dirinya merasa takut. Ditambah Zion yang berjalan ke arah nya, membuat Demonic Wolfram memejamkan mata nya.
Puk...
Ia terkejut. Awalnya ia pikir Zion akan memukul nya. Tapi yang di lakukan justru sebaliknya. Pemuda ber iris ruby itu justru mengusap pucuk kepala monster itu dengan lembut.
"Aku ingin bertanya beberapa hal pada mu. Tapi sebelum itu, apa kau punya nama?"
TBC