Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
111. Parasit part 2



"Ketahui lah, Zion. Ini baru permulaan."


"Saatnya menguji kemampuan mu, Zion Ravael."


Syut!


Tring!


Satu lagi tombak mengarah pada Zion dari belakang nya. Untuk kali ini Zion langsung menggunakan sihir manipulasi milik nya untuk menciptakan pedang dan menangkis serangan itu.


"Zion! Kau baik baik saja?" Tanya Zuka dengan raut wajah khawatir. Bagaimana tidak khawatir saat secara tiba tiba tombak yang entah berasal dari mana meluncur dengan cepat ke arah saudara nya itu. Terlambat sedikit saja, Zion pasti sudah tertusuk tombak itu.


"Ya, aku baik baik saja." Jawab Zion. Ia menarik nafas lega. Tadi itu nyaris saja.


Pemuda ber iris merah ruby itu mengedarkan pandangan nya ke sekitar, mencari asal serangan itu. Iblis itu jelas jelas mengincar diri nya. Tapi jika dengan cara seperti ini jelas akan mempersulit Zion mencari lokasi nya. Ditambah lagi dengan Nero yang tidak bisa mendeteksi nya kali ini. Iblis itu benar benar licik.


"Apa kau sudah menemukan nya, Zuka?" Tanya Zion. Zuka mengangguk sebagai jawaban.


"Atap akademi. Dia berdiri di dekat pagar pembatas."


"Baiklah, terimakasih!" Dengan segera, Zion langsung berlari menuju lokasi itu.


"Aku akan membantu mu!" Seru Avren dan langsung mengikuti Zion. Sedangkan Zuka sendiri menatap para murid Hero Class yang sedang sibuk melawan para monster parasit yang tidak ada hentinya terus berdatangan.


Mata nya beralih pada enam orang pemuda yang sedang melawan dengan sihir andalan mereka masing masing. Tatapan yang begitu serius tanpa menunjukkan rasa takut sedikitpun. Pengontrolan sihir dan serangga yang bisa di bilang hampir sempurna.


Mereka yang paling kuat di Hero Class, bahkan di STAMY. Kerjasama mereka cukup bagus. Saat melakukan serangan kombo atau sekedar menyerang bersamaan. Tapi... Ada yang aneh. Zuka sedikit menghela nafas nya. Ada hal yang mengganggu pikiran Zuka.


****


"[Sihir api: cakram api]!!!! "


Wush!!!


'AAAAAKKKHHHHH!!!!!'


Sebuah Cakram meluncur berputar dan memotong kepala para monster di hadapan nya. Cakram yang tadinya Leo lempar kembali berputar ke arah nya, mengenai beberapa monster sebelum ia tangkap kembali. 3 monster sekaligus tumbang setelah terkena serangan dari Leo. Pemuda itu sedikit mengibaskan cakram nya, memercikkan sisa sisa cairan hitam yang menempel di cakram milik nya.


"Lihat saja, mereka akan ku habisi tanpa sisa!!!" Ujar nya bersemangat. Kobaran api jingga muncul di tangan nya dan meluap semakin besar.


"Awas Leo di belakang mu!!!" Leo terkejut. Ia tak memperhatikan serangan dari belakang nya. Sungguh kecerobohan yang fatal. Namun...


SWUUSS!!


Akar akar tumbuhan berduri bermunculan dan mengikat tubuh monster yang hendak menyerang Leo dari belakang.


Tak jauh di belakang nya, seorang pemuda seusia nya dengan iris hijau Zamrud mengontrol sihir nya yang ia gunakan untuk menangkap monster tadi. Akar akar kembali masuk ke dalam tanah, lalu lingkaran sihir yang tadinya tercetak di tanah tempat muncul nya akar akar itu menghilang. "Kau baik baik saja? " Tanya Thory dengan raut wajah khawatir nya.


Leo mengangguk. " Tentu aku baik baik saja! Terimakasih, Thory!" Ujar nya lalu mengepalkan kedua tangan nya. "Sekarang, mari hancurkan mereka semua!!"


Thory mengangguk dan kembali mempersiapkan sihir nya.


Wusshhh!!!


Tak mau kalah, lingkaran sihir berwarna hijau muncul di permukaan tanah, mengeluarkan sulur sulur dan akar tumbuhan yang kemudian bergerak seperti ular di bawah perintah Thory yang ia arahkan untuk menyerang monster monster itu.


KYAAAAA!!!!


Lengkingan kesakitan terdengar dari mulut monster monster yang berhasil Thory tangkap lalu di bakar sampai habis oleh Leo.


"Yey berhasil!!!" Seru keduanya lalu saling menyatukan kepalan tangan.


"Jangan terlalu cepat." Angin dingin berhembus, bersamaan dengan suara berbisik dan tangan yang memegang baju mereka. Biasanya di film film, hal ini berarti...


"HANTU!!!!!!"


"Woy!! Seenaknya saja kau memanggil ku hantu!! Aku Kei lah!" Ujar Kei kesal. Apa dirinya terlihat seperti hantu? Mana mungkin orang tampan sepertinya disamain sama hantu.


Leo dan Thory hanya menggaruk belakang kepala nya yang tak gatal. "Canda canda. salah sendiri main nongol sambil bisik bisik kek hantu gitu. Bikin kaget tau gak! Tapi boleh sedikit ku sangkal? Tentu yang paling keren itu aku lah!" Balas Leo.


"Sudah kalian!! Sekarang kita harus kalahkan semua monster itu, kalo kalian gak mau di makan!"


Tunggu, di makan?


Keduanya menoleh dan mereka baru menyadari jika para monster itu sudah semakin dekat!! Beberapa lingkaran sihir muncul di sekitar mereka, dan rombongan monster parasit berjalan keluar seperti zombie yang mulai mengepung mereka.


"Waduh, kalo sebanyak ini gimana kalahin nya??" Tanya Leo.


Ya... Salah sendiri pake debat segala. Sekarang justru mereka yang terpojok. Namun, baru saja mereka mau melawan,


BZZZTTT!!!


DUAR!!!


Aliran listrik berwarna merah terlihat, lalu menyambar dan menghancurkan mereka semua dalam sekejap.


"Apa yang kalian lakukan?! Kita sedang di serang, ini bukan waktunya untuk bersantai!!" Ujar Hali dengan raut wajah kesal. Tiga pemuda yang awalnya diam karena terkejut langsung memasang pose hormat.


"Baiklah tuan geledek!!" Ujar ketiganya bersamaan.


Hali menghentikan serangan nya. "Apa kalian bilang tadi??"


"A-tuan geledek. Lagian apa salah memanggil mu geledek? kan.... "


Duk!


Namun belum sempat Kei menyelesaikan kalimatnya, sebuah pukulan sudah lebih dulu meluncur ke kepala nya. Seakan tanpa rasa bersalah, Hali langsung berjalan meninggalkan ketiga pemuda itu.


"Sakit!!!!" Seru Kei.


TBC