
Matahari telah terbit menyinari akademi. Burung burung mulai berkicau dan kupu kupu beterbangan dan hinggap di bunga bunga yang indah menambah warna di pagi itu. Semuanya terlihat semangat menyambut hari baru.
Namun sayangnya, itu suatu pengecualian untuk suatu para pangeran elemen.
Mereka justru masih tertidur dan asik dengan mimpi masing masing. Zion menghela nafas. Ia kesal. Padahal hari ini hari yang sudah ia rencanakan.
"Aku heran, apa mereka keturunan kerbau ya? Tidur mulu. Atau lagi hibernasi? Mereka manusia bukan beruang kan?" Gumam Zion. Ya... Tidak salah kan memikirkan itu setelah tau roommate nya itu tukang molor semua.
Zion langsung menarik nafas dalam dengan panci dan sendok di kedua tangan nya.
Akhirnya aksi jahil yang sempat gagal bisa ia laksanakan juga. Hahaha!
TENG TENG TENG!!!!!!
"WOOOYYYYYYY!!! BAGUN!!! SUDAH SIANG!! KEBAKARAN!!!!"
Dan setelah itu, Zion pun langsung lari pergi.
"Ha?? Kebakaran?? Air!! Cepat bawa air!!!"
"Gak ada air!!!"
"Hua!!!! Kita harus keluar!!!!!"
Suara gaduh pun langsung terdengar membuat Zion yang sudah di depan pintu rumah tertawa terbahak bahak.
Tak ia sangka akan menyenangkan juga. Apa perlu ia lakukan ini setiap pagi?
Sampai kemudian,
"ZZZZZZZIIIIIIIIIIIIOOOOOOOONNNNNNNN!!!!!!!!"
Seru mereka semua dan Zion pun langsung berlari pergi.
Beberapa menit berlalu dan semua murid Hero Class kini telah berkumpul di colloseum dan berbaris dengan rapi nya. Zion sedikit mengamati mereka sebelum kemudian bertanya.
"Apa tujuan kalian mengikuti duel ini? " Tanya Zion dan memandang ke seorang anak, yang secara tidak langsung meminta nya untuk menjawab.
"Untuk memenangkan duel." Jawabnya.
Zion berjalan dan memandang anak berikutnya. "Untuk meraih kemenangan."
"Untuk bertarung sekuat tenaga."
Entah kenapa Zion terkekeh mendengar jawaban jawaban itu. Sampai ia sampai di hadapan seorang pemuda bermanik merah.
"Untuk melihat kekurangan." Jawabnya.
Zion menghentikan langkah nya. "Bisa kau jelaskan?"
"Tujuan duel ini untuk menguji kita, melihat kekurangan dari diri kita saat melawan orang lain dan memperbaiki kekurangan itu." Jawab Hari membuat Zion tersenyum lebar dan bertepuk tangan.
"Bagus. Nanti kau tidak perlu mengikuti duel itu. Sebagai gantinya, di akhir nanti kau akan langsung melawan ku satu lawan satu." Ucap Zion sambil menepuk pundak Hali. "Baiklah, jika begitu kita mulai saja duel kali ini." Lanjutnya.
Zion memandang ke bangku penonton yang dipenuhi orang tua dari setiap murid Hero Class. Tapi entah mengapa, pandangan nya terpaku pada satu hal. Ia sedikit menyembunyikan seringaian di wajahnya dan berjalan ke tepi arena.
Duel kali ini dibagi menjadi 4 kelompok. Zion dan Yanata masing masing mengawasi dua kelompok dan mencatat setiap kelebihan dan kekurangan mereka dalam duel ini.
Zion menghela nafas. Entah mengapa ia sedikit merasa kecewa. Ia memperhatikan setiap orang yang menang selalu tersenyum bangga bahkan sampai bersorak. Sedangkan yang kalah terlihat cukup lesu.
Dalam hati ia berfikir, mereka tidak tahu seberapa pentingnya kekalahan dalam duel kali ini.
Pandangan nya teralihkan pada tapi colloseum. Tepatnya pada pemuda bermanik biru muda yang sedang duduk sambil meminum ice coklat. Terlihat begitu tenang, tapi ia tahu jika secara tidak langsung, pemuda itu sedang mengamati pertandingan dengan serius.
'Ternyata Ice cukup memperhatikan juga.' batin Zion dan kembali mengamati lainnya.
"Berikutnya, Ice Vlict melawan Neily Cirva. Segera memasuki arena." Ujar Zion.
Dengan percaya diri, Neily pun langsung berjalan tanpa ragu. Sedangkan Ice tidak muncul juga.
"Sekali lagi, Ice Vlict, segera memasuki arena sekarang." Ulang Zion, tapi pemuda itu tidak kunjung datang. Ia melihat ke sekitar dan tak menemukan Ice di manapun
Bukannya tadi ia sedang duduk di tepi colloseum? Kemana dia sekarang?
"Hey cepat. Jangan membuatku menunggu!" Ujar Neily tiba tiba.
Mendengar itu, tangan Zion mengepal kuat tapi justru ia tersenyum.
"Dalam perang tidak ada yang tau kapan lawan akan muncul. Baru duel saja kau sudah seperti ini, bagaimana jika saat perang nanti?" Tanya Zion membuat Neily kesal.
"Sejak awal aku memang tak ingin mengikutinya! Lagipula dengan kekuatan sihir ku, aku sudah bisa mengalahkan merek semua. Tak perlu mengikuti hal tidak berguna sepeti ini! "
"Sama seperti saat kau membuat Black Mist Dragon marah? " Potong Zion membuat Neily terdiam seketika.
Melihat dari bagaimana Neily terdiam, itu sudah membuktikan jika yang Hali katakan memang benar. Reaksi dan gerak gerik orang yang tertangkap basah akan sangat jelas jika rahasianya mulai terbongkar.
Neily mencoba mengelak dari apa yang Zion katakan. "Apa maksudmu? Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan! "
"Kau pikir aku tidak tahu? Kau kan yang memanggil Black mist dragon ke sekolah dan dengan bodohnya membuat naga itu marah dan nyaris menghancurkan sekolah?" Tanya Zion lagi dengan intonasi yang sedikit ditekan.
Seketika semua orang terdiam. Tidak ada yang tahu secara rinci mengenai kejadian itu. Para media yang mencoba mencari tahunya pun selalu terhalang dengan informasi yang terbatas. Terlebih lagi, pihak sekolah yang tidak memberikan keterangan banyak membuat banyak orang semakin penasaran.
Dan sekarang, Zion mengatakan itu di depan umum jelas menarik perhatian semua orang yang ada di sana. Mereka penasaran, apa benar murid sekolah itu sendiri yang memanggilnya? Lantas, atas dasar apa?
"Sialan! Aku tidak tahu apa apa!" Neily langsung membuat anak panah dari sihir airnya yang langsung ia tembakkan pada pemuda itu. Namun sayangnya, serangan nya bisa dengan mudah ditahan oleh perisai sihir yang Zion buat.
Neily tampak terkejut melihat itu. Terlebih lagi, tekanan sihir yang ia rasakan begitu kuat dan mengerikan membuat nyali nya ciut seketika.
Ini benar benar berbeda dari Zion yang ia kenal sebelumnya.
Zion berjalan mendekati nya. Membuat Neily semakin ketakutan. "Jangan coba menghindar. Aku sudah tahu semua itu. Kau coba untuk membunuhku, tapi justru kau membuat murid murid sekolah ini dalam bahaya!"
Kaki gadis itu terasa lemas dan ia pun langsung terjatuh. Kini rasa benci nya pada Zion telah berubah menjadi rasa takut.
"Jawab Neily Cirva! Kau yang sudah melakukan semua itu bukan?! " Seketika tanah tanah tajam mencuat dari dalam tanah dan nyaris menusuk Neily. Gadis itu hanya bisa menahan isak tangis saat ini. Bahkan ia tak berani menatap mata pemuda itu lagi.
"A-aku.. Aku... "
Syut..
Tring!!
Duar!!
Sebuah serangan dadakan yang diikuti ledakan tiba tiba diarahkan kepada Zion. Ia menoleh ke arah datang nya serangan itu.
Seorang wanita ber rambut pendek menatap tajam pada Zion sambil menggenggam erat pedang yang terbuat dari air.
"Berani sekali kau mempermalukan putri ku di depan umum seperti itu!!!!" Seru wanita itu.
Ia adalah Catelly Cirva. Ibu dari Neily Cirva.
Seketika, Neily pun langsung lari pergi dari tempat itu. Meninggalkan Zion bersama sangat ibu.
"Aku hanya mengungkap kebenaran. Hal seperti itu tidak pantas di rahasiakan bukan? " Ujar Zion.
"Keterlaluan! Beraninya kau bicara seperti itu pada keluarga Cirva!! [Sihir air: senjata air]!!!!! " Lingkaran sihir dengan ukuran dua meter berwarna biru laut muncul di hadapan tangan Catelly yang terulur kedepan. Saat itu juga, berbagai jenis senjata dari air pun bermunculan.
"Aku tidak ingin melawan anda. Jadi, lebih baik anda mundur sebelum terluka."
"Berani sekali kau!!" Catelly langsung meluncurkan semua senjata itu pada Zion yang mencoba menghindar. Namun..
Bug!
"Akh!" Tanpa sadar, Catelly menendang Zion dengan keras hingga tubuh pemuda itu terlempar beberapa meter.
"CUKUP!" Seru Rendrano membuat semuanya terdiam. "Nona Catelly, mohon tenangkan diri anda."
"Anda pikir saya bisa tenang setelah putri ku di permalukan seperti itu!? "
"Mohon maaf, tapi ini menyangkut harga diri keluargaku. Aku tak akan membiarkan nya! "
"Bagaimana jika kita selesaikan masalah ini dengan duel saja? Jika anda menang, anda bisa melakukan apapun padaku. Tapi jika anda kalah, anda tidak boleh mempermasalahkan hal ini dan... Kami akan memberikan hukuman sesuai dengan pelanggaran yang putri anda lakukan." Usul Zion tiba tiba.
Catelly tampak tersenyum remah. "Duel? Apa kau hilang akal? Baiklah... Lagipula, mana mungkin kau bisa menang melawan penyihir air terkuat di kerajaan. "
Zion tersenyum puas. "Baiklah, Duel atau perang?" Tanya Zion memberi pilihan. Namun, saat itu juga Rendrano dan Reon terkejut dengan pilihan yang Zion berikan.
TBC